INDOPOSCO.ID – Menjelang garis akhir kompetisi Super League 2025/26, ritme pertandingan berubah menjadi lebih kejam. Jadwal padat tak hanya menguji taktik, tapi juga daya tahan fisik dan mental setiap tim. Dalam situasi seperti ini, kemampuan mengelola energi menjadi sama pentingnya dengan strategi di lapangan.
Bali United bersiap menghadapi ujian berikutnya saat menjamu PSM Makassar pada pekan ke-30 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (27/4/2026) sore. Laga ini bukan sekadar perebutan tiga poin, tetapi juga momentum untuk menjaga konsistensi di tengah tekanan akhir musim.
Pelatih Bali United, Johnny Jansen, memahami betul situasi tersebut. Ia memilih pendekatan yang realistis—tidak memaksakan kondisi pemain, namun tetap menjaga intensitas tim.
“Memang singkat, tapi PSM Makassar juga mengalami hal yang sama, banyak tim mengalami hal yang sama. Saya tidak menganggap itu masalah, tapi memang begitulah keadaannya,” kata Johnny dalam keterangan resmi klub, Senin (27/4/2026).
Di tengah keterbatasan waktu pemulihan, Serdadu Tridatu justru menemukan kekuatan baru dalam komposisi skuadnya. Kombinasi pemain lokal, asing, hingga talenta muda menciptakan dinamika permainan yang lebih cair dan adaptif.
“Jika Anda melihat pertandingan terakhir, kami mengakhiri pertandingan dengan tujuh pemain lokal, empat pemain asing, dan juga empat pemain di bawah usia 23 tahun,” imbuhnya.
Formasi ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan fleksibilitas tim dalam membaca situasi pertandingan. Kembalinya sejumlah pemain dari cedera turut memberi warna berbeda, menambah opsi, memperkuat kedalaman, dan menjaga keseimbangan di setiap lini.
Meski saat ini masih bertengger di papan tengah, peluang Bali United untuk merangkak naik belum tertutup. Dengan koleksi 42 poin dan posisi ke-8, setiap laga kini bernilai krusial.
“Kami ingin tiga poin. Itulah tujuan kami. Setelah itu, kami bermain melawan Madura United. Tujuan berikutnya. Jadi kami melakukannya langkah demi langkah,” tambah eks pelatih PEC Zwolle itu.
Bagi Bali United, akhir musim bukan sekadar penutup kompetisi melainkan panggung pembuktian. Dan dari Gianyar, langkah kecil berikutnya akan kembali dimulai.(her)










