INDOPOSCO.ID – Pemimpin Gereja Katolik Paus Leo XIV menyerukan Amerika Serikat dan Iran untuk kembali ke meja perundingan guna meredam ketegangan yang kian memuncak di Timur Tengah.
“Mendesak Teheran dan Washington untuk melanjutkan negosiasi,” kata Paus Leo XIV dalam penerbangannya kembali ke Roma setelah tur multi-hari melalui Afrika seperti dilansir dari Sky News, Jumat (24/4/2026).
Dalam seruannya agar AS dan Iran kembali berdialog, Paus Leo menyatakan bahwa setiap keputusan negara yang mengakibatkan hilangnya nyawa secara tidak sah adalah sebuah kesalahan fatal yang harus dikecam oleh dunia.
“Ketika sebuah rezim, ketika sebuah negara, mengambil keputusan yang merenggut nyawa orang lain secara tidak adil, maka jelas itu adalah sesuatu yang harus dikutuk,” ujar Paus Leo.
Duta Besar Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani menyatakan bahwa pihaknya bersedia melakukan kembali perundingan damai di Islamabad, Pakistan, asalkan Amerika Serikat menghentikan blokade di sekitar Selat Hormuz.
“Amerika Serikat harus menghentikan pelanggaran gencatan senjata sebelum putaran negosiasi baru,” ucap Amir Saeid Iravani seperti dilansir dari Al Jazeera, Rabu (22/4/2026).
“Segera setelah mereka mencabut blokade, putaran negosiasi berikutnya akan diadakan di Islamabad,” tambahnya.
Iran dipastikannya siap untuk berdialog di Islamabad, mereka juga tidak akan mundur jika dipaksa berperang. Menurutnya, keputusan berdamai sepenuhnya bergantung pada langkah AS menghentikan tekanan di Selat Hormuz.
“Kami belum menjadi penggagas agresi militer. Jika mereka mencari solusi politik, kami siap. Jika mereka menginginkan perang, Iran juga siap untuk itu,” jelas Amir Saeid Iravani.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran. Militer AS akan menunda serangan yang direncanakan untuk memberikan lebih banyak waktu bagi Teheran mengajukan proposal mengakhiri perang.
“Memperpanjang gencatan senjata sampai saat proposal diajukan, dan diskusi menyimpulkan, salah satu cara atau yang lain,” tutur Trump terpisah melalui platform Truth Social pribadinya @realDonaldTrump, Rabu (22/4/2026).
Trump menyatakan bahwa gencatan senjata tersebut tidak punya batas waktu dan bisa berlanjut terus. Sementara itu, negosiasi antara kedua belah pihak rencananya akan digelar di Islamabad, Pakistan pada akhir pekan ini.(dan)










