INDOPOSCO.ID – Pemerintah Iran hingga kini belum memutuskan untuk kembali ke meja perundingan dengan Amerika Serikat. Sikap tersebut diambil menyusul penilaian Teheran bahwa AS tidak menunjukkan itikad baik dalam upaya mencapai kesepakatan yang tengah dijajaki.
“Kami memasuki negosiasi dengan itikad baik dan dengan serius, tetapi pihak perunding (AS) telah menunjukkan ketidakpedulian dan kurangnya itikad baik,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei dalam siaran TV pemerintah Iran seperti dilansir dari Sky News, Rabu (22/4/2026).
Pembicaraan damai putaran kedua kemungkinan berlangsung di ibu kota Pakistan akhir pekan ini, meski belum ada kepastian resmi.
“Iran belum memutuskan apakah akan berpartisipasi dalam putaran baru negosiasi damai dengan Amerika Serikat yang dijadwalkan akhir pekan ini,” ujar Baghaei.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran. Militer AS akan menunda serangan yang direncanakan untuk memberikan lebih banyak waktu bagi Teheran mengajukan proposal mengakhiri perang.
“Memperpanjang gencatan senjata sampai saat proposal diajukan, dan diskusi menyimpulkan, salah satu cara atau yang lain,” jelas Trump terpisah melalui platform Truth Social pribadinya @realDonaldTrump, Rabu (22/4/2026).
Trump menyatakan bahwa gencatan senjata tersebut tidak punya batas waktu dan bisa berlanjut terus. Namun, alih-alih meredam ketegangan di Timur Tengah, militer AS justru masih melanjutkan blokade di sekitar Selat Hormuz.
Blokade Amerika Serikat di dekat Selat Hormuz telah dilakukan sejak pekan lalu. Pasukan Marinir AS mencegat dan menyita kapal kargo berbendera Iran dalam sebuah operasi taktis di dekat Selat Hormuz pada Minggu (19/4/2026) waktu setempat.
“Kapal Touska dicegat oleh USS Spruance, sebuah kapal perusak rudal berpemandu, saat berusaha berlayar menuju pelabuhan Bandar Abbas di Iran,” cetus Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) seperti dilansir dari Sky News, Senin (20/4/2026). (dan)










