INDOPOSCO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran. Militer AS akan menunda serangan yang direncanakan untuk memberikan lebih banyak waktu bagi Teheran mengajukan proposal mengakhiri perang.
“Memperpanjang gencatan senjata sampai saat proposal diajukan, dan diskusi menyimpulkan, salah satu cara atau yang lain,” kata Trump melalui platform Truth Social pribadinya @realDonaldTrump, Rabu (22/4/2026).
Trump menyatakan bahwa gencatan senjata tersebut tidak punya batas waktu dan bisa berlanjut terus. Iran tidak mengeluarkan tanggapan langsung terhadap pernyataan itu.
Gencatan senjata selama dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran yang dimulai sejak 8 April berakhir pada 22 April, sebelum akhirnya Trump memperpanjang penghentian pertempuran tersebut.
Mengenai upaya perundingan damai, Pakistan selaku fasilitator belum mendapat kepastian dari Teheran. Menurut Menteri Penerangan Pakistan Attaullah Tarar, pihaknya masih menanti konfirmasi resmi Iran untuk menghadiri pertemuan lanjutan dengan AS di Islamabad yang sedianya digelar pada Senin (20/4/2026).
“Masih menunggu tanggapan Iran atas pembicaraan dengan AS,” ucap Tarar seperti dilansir dari Al Jazeera, Selasa (21/4/2026).
Pemerintah Iran secara resmi menolak tawaran putaran kedua pembicaraan damai dengan Amerika Serikat. Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan, bahwa ancaman yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak akan memengaruhi keputusan Iran untuk melanjutkan perundingan.
Ia menilai Trump berusaha menekan Iran agar hasil perundingan sesuai dengan kehendak AS semata, seraya mengabaikan poin-poin tuntutan yang diajukan Teheran.
“Trump, dengan memaksakan pengepungan dan melanggar gencatan senjata, berupaya mengubah meja perundingan ini dalam imajinasinya sendiri-menjadi meja penyerahan diri atau untuk membenarkan perang baru,” tegas Mohammad Bagher Ghalibaf dalam akun X pribadinya @mb_ghalibaf seperti dilansir dari Sky News, Selasa (21/4/2026).(dan)










