INDOPOSCO.ID – Langkah nyata mendorong kualitas tenaga kerja kembali ditunjukkan oleh PT Pertamina Drilling Services Indonesia bersama PT Patra Drilling Contractor (PDC). Berkolaborasi dengan Dinas Tenaga Kerja Kota Prabumulih, mereka menghadirkan sistem rekrutmen yang mengedepankan transparansi, keterbukaan, dan standar kompetensi yang jelas.
Inisiatif ini bukan sekadar membuka lowongan kerja, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas akses masyarakat ke industri energi. Sektor pengeboran migas, yang dikenal ketat dan menuntut keahlian tinggi, kini mulai membuka ruang lebih luas bagi talenta lokal yang siap bersaing.
Melalui pendekatan tersebut, Pertamina Drilling juga aktif mendorong generasi muda Prabumulih agar terus mengasah kemampuan. Baik lewat pelatihan maupun peningkatan keterampilan teknis, perusahaan ingin memastikan bahwa calon tenaga kerja tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu bertahan dan berkembang di tengah dinamika industri.
Cerita keberhasilan datang dari Rachmad Rian Tipallah, pemuda asal Desa Gunung Ibul, Prabumulih, pemuda asal Prabumulih yang berhasil bergabung dengan Pertamina Drilling. Perjalanannya dimulai dari pelatihan yang difasilitasi Disnaker sebelum akhirnya lolos dalam proses seleksi yang berlangsung ketat.
“Prosesnya terbuka dan adil. Semua peserta punya kesempatan yang sama, yang menentukan adalah kemampuan dan kesiapan kita,” ujar Rachmad.
Baginya, pelatihan tersebut bukan hanya bekal teknis, tetapi juga menjadi titik balik dalam membangun kepercayaan diri menghadapi seleksi di industri migas yang kompetitif.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Prabumulih, Sanjay Yunus Ali, menilai bahwa kunci peningkatan daya saing tenaga kerja terletak pada keselarasan antara pelatihan dan kebutuhan industri.
“Pelatihan kami rancang berbasis kebutuhan dunia kerja. Selain itu, proses seleksi dilakukan secara transparan dan objektif, sehingga yang terpilih benar-benar memiliki kompetensi yang dibutuhkan industri,” kata Sanjay dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).
Ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha menjadi fondasi penting dalam menciptakan peluang nyata bagi talenta lokal untuk masuk ke sektor strategis.
“Melalui kolaborasi ini, Pertamina Drilling dan Disnaker Prabumulih juga mengajak seluruh pemangku kepentingan baik pemerintah, dunia usaha, maupun lembaga pendidikan serta masyarakat untuk bersama-sama membangun ekosistem pengembangan kompetensi pemuda,” jelas Sanjay.
Kolaborasi lintas sektor ini dinilai krusial untuk menjawab tantangan dunia kerja yang terus berubah, sekaligus memastikan generasi muda daerah tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku utama pembangunan.
Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, Pertamina Drilling memperkuat komitmennya dalam membangun kapasitas tenaga kerja lokal berbasis kompetensi. Setiap proses rekrutmen dirancang tidak hanya untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja, tetapi juga menjaga standar kualitas yang tinggi.
“Dengan pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan, diharapkan makin banyak pemuda Prabumulih yang siap melangkah, berdaya saing, dan berkontribusi bagi kemajuan industri nasional,” tambahnya. (her)










