• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Politik

Cegah Suara Terbuang, Golkar Usul Ambang Batas Parlemen Berlaku Berjenjang

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Rabu, 22 April 2026 - 12:07
in Politik
Ahmad-Doli-Kurnia-Tandjung

Anggota Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia Tandjung. Foto: Dok Fraksi Golkar

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Partai Golkar menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara penyederhanaan partai dan keterwakilan rakyat dalam pembahasan RUU Pemilu. Terkait parliamentary threshold, Golkar berkomitmen mencari titik tengah agar angka yang ditetapkan tidak memberatkan partai politik namun tetap menjaga kualitas demokrasi.

“Dalam menetapkan angka parliamentary threshold, kami mempertimbangkan dua unsur yang harus dijaga keseimbangannya,” Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

BacaJuga:

DPR Desak Aturan Turunan UU PPRT: Jangan Mengulang Kesalahan!

Revisi UU Sisdiknas, DPR RI Dukung Pembagian Peran PTN dan PTS

Teddy Berburu Buku Bekas di Blok M, Pengamat: Merawat Citra, Strategi Senyap Pejabat di Era Digital

Golkar menyatakan bahwa penetapan angka parliamentary threshold harus berpijak pada dua sisi mata uang: keterwakilan rakyat (representativeness) dan efektivitas pemerintahan. Sehingga aturan baru ini tidak akan menggerus suara sah pemilih.

“Pertama adalah unsur representativeness, yaitu bagaimana sistem pemilu kita tetap menjaga adanya keterwakilan yang kuat dari rakyat. Semaksimal mungkin, kita harus menempatkan suara rakyat betul-betul bermakna,” ujar Doli Kurnia.

Ia menegaskan bahwa seluruh pihak harus berupaya untuk memenuhi prinsip One Person, One Vote, One Value (OPOVOV) dalam sistem pemilu.

“Kita juga harus mempertimbangkan unsur governability: bagaimana pasca-Pemilu, semua produknya, yaitu pemerintahan, dapat berjalan dengan baik,” ucap Anggota Komisi II DPR itu.

Oleh karena itu, perlu penciptaan kestabilan politik melalui konsolidasi kekuatan politik yang relatif tidak rumit guna memperkuat sistem presidensial dan menciptakan peta politik lebih stabil.

“Apalagi sistem pemerintahan kita adalah sistem presidensial, di mana memang harus didukung oleh sistem parlemen yang multipartai sederhana,” ujar Doli Kurnia.

Dalam perdebatan mengenai RUU Pemilu, ia mengusulkan ambang batas parlemen di kisaran 4-6 persen sebagai jalan tengah agar tidak memberatkan partai politik namun tetap efektif secara sistem.

“Saya menilai angka 4-6 persen adalah angka yang ideal. Dengan catatan, parliamentary threshold diberlakukan bukan hanya untuk DPR RI, tetapi juga diberlakukan terhadap DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota secara berjenjang,” tutur Doli Kurnia.

“Misalnya 5, 4 ,3. Maksudnya, 5 persen untuk DPR RI, 4 persen untuk DPRD Provinsi dan 3 persen untuk DPRD Kabupaten/Kota,” tambahnya.(dan)

Tags: DPR RIgolkarparpolRUU Pemilu

Berita Terkait.

I-Nyoman-Parta
Politik

DPR Desak Aturan Turunan UU PPRT: Jangan Mengulang Kesalahan!

Rabu, 22 April 2026 - 11:26
Abdul-Fikri-Faqih
Politik

Revisi UU Sisdiknas, DPR RI Dukung Pembagian Peran PTN dan PTS

Rabu, 22 April 2026 - 09:34
Teddy Berburu Buku Bekas di Blok M, Pengamat: Merawat Citra, Strategi Senyap Pejabat di Era Digital
Politik

Teddy Berburu Buku Bekas di Blok M, Pengamat: Merawat Citra, Strategi Senyap Pejabat di Era Digital

Rabu, 22 April 2026 - 07:54
Pimpinan DPR Pastikan Komunikasi Politik Pembahasan RUU Pemilu Terus Berjalan
Nasional

Pimpinan DPR Pastikan Komunikasi Politik Pembahasan RUU Pemilu Terus Berjalan

Selasa, 21 April 2026 - 21:29
Partai Golkar
Politik

Gelar Paskah Nasional 2026, Golkar Buktikan sebagai Partai Inklusif

Selasa, 21 April 2026 - 19:30
AHY Serukan “Rebut Kemenangan” di Jateng: Demokrat Pasang Target Tinggi menuju 2029
Politik

AHY Serukan “Rebut Kemenangan” di Jateng: Demokrat Pasang Target Tinggi menuju 2029

Sabtu, 18 April 2026 - 19:23

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1271 shares
    Share 508 Tweet 318
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    890 shares
    Share 356 Tweet 223
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    753 shares
    Share 301 Tweet 188
  • Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.