• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Bea Cukai Perketat Pengawasan Ekspor Minyak Jelantah, Amankan Devisa hingga Miliaran Rupiah

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 April 2026 - 12:42
in Nusantara
bc

Bea Cukai Semarang dan Bea Cukai Tanjung Emas menggelar forum group discussion (FGD) pada Kamis (16/4/2026) untuk membahas pengetatan pengawasan dan percepatan pelayanan ekspor produk turunan kelapa sawit, khususnya refined used cooking oil (UCO) atau minyak jelantah murni. istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Bea Cukai Semarang dan Bea Cukai Tanjung Emas menggelar forum group discussion (FGD) pada Kamis (16/4/2026) untuk membahas pengetatan pengawasan dan percepatan pelayanan ekspor produk turunan kelapa sawit, khususnya refined used cooking oil (UCO) atau minyak jelantah murni.

Langkah strategis ini diambil menyusul tren lonjakan ekspor komoditas tersebut yang mencapai volume lebih dari empat juta kilogram sepanjang tahun 2025, dengan kontribusi bea keluar mencapai lebih dari Rp2,5 miliar.

BacaJuga:

Bea Cukai dan Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 6,9 Kg Sabu dan 969 Cartridge Etomidate dari Malaysia

Bea Cukai Fasilitasi Impor 5 Helikopter untuk Antisipasi Karhutla di Riau

Bea Cukai Batam Tindak 54 Pelanggaran dalam Sebulan, dari Rokok Ilegal hingga Narkotika

Bea Cukai Tanjung Emas mengidentifikasi adanya titik rawan mulai dari tangki penyimpanan hingga proses stuffing ke dalam peti kemas yang berpotensi memicu praktik missdeclaration atau salah lapor jenis barang. Berdasarkan temuan lapangan, terdapat hasil pengujian laboratorium yang tidak memenuhi parameter teknis, sehingga kini diterapkan metode pengambilan sampel langsung dari tangki penyimpanan sebelum barang masuk ke flexibag kontainer.

“Kami ingin memastikan pelayanan ekspor tetap berjalan cepat dan efisien, tetapi pengawasan tidak boleh lengah karena refined UCO adalah komoditas sensitif,” ujar Khoirul Hadziq, Kepala Bea Cukai Tanjung Emas.

Guna menjamin akurasi dan kecepatan, Bea Cukai kini mengoptimalkan penggunaan alat ukur warna sampel cair (Colour Lovibond 5 1/4” cell) di laboratorium Bea Cukai Tanjung Emas untuk memastikan parameter warna produk secara instan di lokasi. Selain itu, para eksportir kini diwajibkan menyediakan flowmeter dan valve yang dapat disegel pada jalur pipa tangki guna menjamin integritas barang yang akan diekspor ke pasar internasional seperti Korea Selatan dan Malaysia.

Khoirul mengimbau para pelaku usaha dan perusahaan pengolahan untuk memperketat sistem pengendalian mutu internal guna menghindari hambatan teknis saat pemuatan barang di pelabuhan. “Langkah mitigasi risiko dan evaluasi berkelanjutan akan terus dilakukan demi mendukung daya saing produk ekspor Indonesia sekaligus menjaga kepatuhan terhadap regulasi nasional,” pungkasnya. (srv)

Tags: Bea CukaieksporMinyak Jelantah

Berita Terkait.

bc4
Nusantara

Bea Cukai dan Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 6,9 Kg Sabu dan 969 Cartridge Etomidate dari Malaysia

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:55
bc3
Nusantara

Bea Cukai Fasilitasi Impor 5 Helikopter untuk Antisipasi Karhutla di Riau

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:45
bc2
Nusantara

Bea Cukai Batam Tindak 54 Pelanggaran dalam Sebulan, dari Rokok Ilegal hingga Narkotika

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:35
Penandatanganan
Nusantara

Cegah Judi Online dan Pinjol Ilegal di Jabar Melalui Program Literasi Keuangan

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:15
Belajar Kelola Sampah dan Lestarikan Mangrove, Siswa Bunyu Diajak Jadi Penjaga Lingkungan
Nusantara

Belajar Kelola Sampah dan Lestarikan Mangrove, Siswa Bunyu Diajak Jadi Penjaga Lingkungan

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:13
ANTAM Cetak Rekor Pendapatan Rp84,64 Triliun, Pemegang Saham Nikmati Dividen 70 Persen
Nusantara

Platform Keempat Sukses Onstream, PHM Percepat Produksi Gas dari Proyek Sisi Nubi

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:03

BERITA POPULER

  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1220 shares
    Share 488 Tweet 305
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1458 shares
    Share 583 Tweet 365
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    889 shares
    Share 356 Tweet 222
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1175 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.