• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Polemik Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai, Pengamat Soroti Peran UGM

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Senin, 20 April 2026 - 23:14
in Nasional
Ilustrasi - Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri menampilkan salinan ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Foto: Dokumen INDOPOSCO

Ilustrasi - Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri menampilkan salinan ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dinamika politik nasional kembali memanas. Sorotan kini tertuju pada Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) yang disebut merasa tersinggung oleh serangan sejumlah relawan pendukung Joko Widodo (Jokowi) atau yang kerap dijuluki “termul”.

Pengamat komunikasi politik Hendri Satrio menilai situasi tersebut sebenarnya masih dalam batas kewajaran, namun berpotensi melebar jika tidak segera diredam.

BacaJuga:

Kemitraan LAN dan MGG Academy, Pemerintah: Fokus Cetak Generasi Pemimpin Publik

Untar Gelar Konferensi Internasional di Korea, Bahas Masa Depan Berkelanjutan

Antisipasi Risiko Sejak Dini, PDC Bangun Sistem Kepatuhan Terintegrasi

Menurut pria yang akrab disapa Hensa itu, polemik yang berkembang tidak berdiri sendiri. Ia menyinggung isu yang lebih besar, yakni soal ijazah Jokowi yang hingga kini masih menjadi perbincangan publik.

“Concern Pak JK tentang ijazah Pak Jokowi ini memang concern umum seluruh rakyat Indonesia. Kenapa begitu lama dan bertele-tele? Padahal ada contoh seperti Hakim MK Arsul Sani yang langsung menunjukkan ijazahnya dan selesai,” ujar Hensa melalui gawai, Senin (20/4/2026).

Ia menilai, dalam konteks tokoh besar seperti Jokowi, pendekatan biasa tidak cukup untuk menjawab keraguan publik yang terus berkembang.

“Kalau Pak Jokowi bukan presiden ketujuh dan bukan tokoh bangsa, mungkin argumen itu bisa diterima. Tapi justru karena statusnya, dibutuhkan langkah yang tidak biasa untuk dipertontonkan kepada publik,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Hensa menekankan bahwa penyelesaian polemik ini sejatinya bisa dilakukan secara sederhana jika pihak yang berwenang dilibatkan secara langsung. Ia menyebut Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai kunci utama.

“Standpoint saya sejak awal adalah UGM. Kalau UGM mengatakan Jokowi kuliah dan lulus, maka selesai buat saya. Maka justru UGM harus dilibatkan dalam proses pembuktian ini,” tegas Hensa.

Di tengah situasi yang mulai memanas, Hensa juga mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam berkomunikasi politik, terutama terhadap figur senior seperti Jusuf Kalla. Ia pun mengajak para relawan untuk menurunkan tensi dan mengedepankan dialog sebagai solusi.

“Termul atau relawan Jokowi yang menyerang Pak JK bisa menggunakan teknologi paling canggih yang diwariskan para pendiri bangsa, namanya musyawarah. Ketemu Pak JK dan kembali menjadi satu kesatuan bangsa yang bersinergi positif,” tambahnya.

Di tengah riuhnya perdebatan di ruang publik, pesan Hensa terasa sederhana namun relevan: konflik boleh terjadi, tetapi persatuan tetap harus dijaga. (her)

Tags: JokowiJusuf Kallapolitik

Berita Terkait.

Rini
Nasional

Kemitraan LAN dan MGG Academy, Pemerintah: Fokus Cetak Generasi Pemimpin Publik

Selasa, 21 April 2026 - 18:48
UNTAR
Nasional

Untar Gelar Konferensi Internasional di Korea, Bahas Masa Depan Berkelanjutan

Selasa, 21 April 2026 - 17:47
Workshop
Nasional

Antisipasi Risiko Sejak Dini, PDC Bangun Sistem Kepatuhan Terintegrasi

Selasa, 21 April 2026 - 17:27
Mukhtarudin
Nasional

Menteri P2MI Dorong Pekerja Migran Masuk ke Sektor Profesional di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 - 16:26
Buah-bisbul
Nasional

BRIN Temukan Subspesies Baru Bisbul Asal Papua, Perkaya Biodiversitas Indonesia

Selasa, 21 April 2026 - 14:44
permata hati
Nasional

Hari Kartini 2026, DPR RI Minta Pemerintah Hadir Lindungi Perempuan dan Anak

Selasa, 21 April 2026 - 12:02

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1237 shares
    Share 495 Tweet 309
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    723 shares
    Share 289 Tweet 181
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.