INDOPOSCO.ID – Sorotan terhadap pengelolaan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat. Kali ini datang dari pengamat komunikasi politik Hendri Satrio yang secara terbuka mempertanyakan hasil audit lembaga negara terhadap badan pelaksana program tersebut.
Lewat akun X pribadinya, Hensa sapaan akrabnya menyampaikan rasa penasarannya terhadap laporan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas kinerja Badan Gizi Nasional (BGN).
“Salah satu lembaga yang pengen banget gue tau hasil audit BPKnya ya BGN, duit triliunan dipake buat apa aja dan gimana penggunaannya?” tulis Hensa dalam cuitannya, seperti dikutip pada Senin (20/4/2026).
Pernyataan tersebut sontak memantik diskusi luas di ruang publik digital. Banyak warganet ikut menyoroti pentingnya transparansi, terlebih karena BGN memegang peran vital dalam program unggulan pemerintahan Prabowo Subianto tersebut.
Menurut Hensa, kepercayaan publik tidak bisa hanya dibangun dari niat baik program, tetapi harus diperkuat dengan keterbukaan data dan komunikasi yang jelas.
“Kalau BGN mau program MBG ini betul-betul dipercaya masyarakat, mereka harus berani membuka penggunaan anggarannya secara transparan,” tegasnya.
Ia menambahkan, audit dari BPK seharusnya tidak dilihat sebagai ancaman, melainkan peluang untuk memperkuat legitimasi.
“Audit BPK itu bukan apa-apa, justru kalau hasilnya baik, itu jadi senjata terkuat BGN untuk membuktikan bahwa program ini berjalan bersih dan tepat sasaran,” jelasnya.
Lebih jauh, Hensa mengingatkan bahwa kurangnya kejelasan informasi justru bisa merusak persepsi publik terhadap program yang sejatinya mendapat banyak dukungan tersebut.
“Masyarakat itu bukan tidak mendukung program MBG, banyak yang mendukung. Tapi dukungan itu harus dirawat dengan kejujuran. Kalau anggarannya tidak jelas, yang dirugikan bukan cuma BGN, tapi seluruh semangat di balik program ini,” tambahnya.
Di tengah besarnya ekspektasi publik, transparansi kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. (her)










