• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

DPR RI Soroti Risiko Bias Kebijakan Label Gizi di Pangan Siap Saji, jika Pengawasan Lemah

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Sabtu, 18 April 2026 - 15:55
in Nasional
miinuman

Ilustrasi-Minuman berpemanis. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, mengapresiasi langkah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menerbitkan kebijakan pencantuman label gizi berupa nutri level pada pangan siap saji, khususnya minuman berpemanis.

Kebijakan pencantuman label gizi yang tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 tersebut, menurutnya, dinilai sebagai langkah strategis dalam mengendalikan konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) yang berlebihan di masyarakat.

BacaJuga:

Penghulu Diperkuat, KUA Didorong Jadi Simpul Pembangunan Masyarakat

Pimpinan DPD Dorong Pembenahan Menyeluruh MBG, Ingatkan Jangan Timbulkan Masalah Baru

Kasus BGN Jadi Alarm Keras, Said Didu: MBG Jangan Sampai Jadi Bancakan Pejabat

“Ini merupakan langkah penting dalam memperkuat pendekatan preventif di sektor kesehatan. Edukasi melalui label gizi yang sederhana dan mudah dipahami akan membantu masyarakat membuat pilihan konsumsi yang lebih sehat,” ujar Netty melalui gawai, Sabtu (18/4/2026).

Ia menekankan bahwa kebijakan ini menjadi relevan di tengah meningkatnya beban penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia, yang berdampak signifikan terhadap pembiayaan kesehatan nasional.

Ia menyoroti lonjakan pembiayaan penyakit gagal ginjal yang meningkat lebih dari 400 persen dalam beberapa tahun terakhir, sebagai indikator kuat bahwa pengendalian faktor risiko seperti konsumsi GGL harus menjadi prioritas.

“Selama ini, beban anggaran kesehatan kita banyak terserap untuk pembiayaan pengobatan penyakit kronis. Karena itu, intervensi di hulu seperti ini menjadi sangat krusial untuk menekan laju peningkatan kasus,” tegasnya.

Namun demikian, Netty mengingatkan bahwa efektivitas kebijakan ini sangat bergantung pada kualitas implementasi di lapangan. Ia menyoroti mekanisme pencantuman nutri level yang berbasis pernyataan mandiri pelaku usaha perlu diimbangi dengan sistem pengawasan yang ketat dan akuntabel.

“Keakuratan informasi menjadi hal yang sangat penting. Jangan sampai label yang seharusnya menjadi alat edukasi justru menimbulkan bias jika tidak diawasi dengan baik,” tegasnya.

Selain itu, Netty juga mendorong adanya kejelasan roadmap implementasi, termasuk perluasan kebijakan secara bertahap ke sektor usaha yang lebih luas, serta penguatan sosialisasi kepada masyarakat.

“Tanpa edukasi yang masif dan konsisten, kebijakan ini tidak akan optimal. Masyarakat harus benar-benar memahami makna dari setiap level yang ditampilkan,” ujarnya. (nas)

Tags: DPR RILabel Gizipangan

Berita Terkait.

Short-Course
Nasional

Penghulu Diperkuat, KUA Didorong Jadi Simpul Pembangunan Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:25
Hanura Bantah Kelola Yayasan MBG, Sebut Tuduhan Afiliasi Dapur SPPG sebagai Hoaks
Nasional

Pimpinan DPD Dorong Pembenahan Menyeluruh MBG, Ingatkan Jangan Timbulkan Masalah Baru

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:05
Rantang
Nasional

Kasus BGN Jadi Alarm Keras, Said Didu: MBG Jangan Sampai Jadi Bancakan Pejabat

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:39
KPK Tangkap 5 ASN BPK Terkait Kasus Suap Bupati Muara Enim
Nasional

KPK Tangkap 5 ASN BPK Terkait Kasus Suap Bupati Muara Enim

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:19
Pertamax Naik 32 Persen, PKS: Kelas Menengah Tertekan dan Picu Migrasi ke BBM Subsidi
Nasional

Waspadai Ancaman Ebola, DPR Minta Barantin Perketat Pengawasan di Semua Pintu Masuk RI

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:32
Pertamax Naik 32 Persen, PKS: Kelas Menengah Tertekan dan Picu Migrasi ke BBM Subsidi
Nasional

Pertamax Naik 32 Persen, PKS: Kelas Menengah Tertekan dan Picu Migrasi ke BBM Subsidi

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:15

BERITA POPULER

  • Timnas-U19

    Piala AFF U-19: Pastikan Rotasi Kontra Timor Leste, Nova Minta Garuda Muda Nikmati Laga

    2227 shares
    Share 891 Tweet 557
  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1175 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1156 shares
    Share 462 Tweet 289
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1422 shares
    Share 569 Tweet 356
  • Prakiraan Cuaca Jakarta Didominasi Berawan, Potensi Hujan di Jakbar dan Kepulauan Seribu

    854 shares
    Share 342 Tweet 214
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.