• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pertamax Naik 32 Persen, PKS: Kelas Menengah Tertekan dan Picu Migrasi ke BBM Subsidi

Dilianto Editor Dilianto
Rabu, 10 Juni 2026 - 17:15
in Nasional
Ilustrasi - Harga BBM nonsubsidi, yakni Pertamax dan Pertamax Green 95 resmi naik mulai hari ini, Rabu (10/6/2026). Foto: Dok. Pertamina Patra Niaga

Ilustrasi - Harga BBM nonsubsidi, yakni Pertamax dan Pertamax Green 95 resmi naik mulai hari ini, Rabu (10/6/2026). Foto: Dok. Pertamina Patra Niaga

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter berpotensi menekan daya beli masyarakat kelas menengah dan mendorong peralihan konsumsi ke BBM bersubsidi.

Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri, Handi Risza, mengatakan kenaikan harga Pertamax sebesar sekitar 32,1 persen perlu mendapat perhatian serius pemerintah karena terjadi di tengah kondisi ekonomi yang masih memberikan tekanan terhadap kelompok kelas menengah.

BacaJuga:

Waspadai Ancaman Ebola, DPR Minta Barantin Perketat Pengawasan di Semua Pintu Masuk RI

Kejagung Kaji Permohonan Justice Collaborator Soni Sonjaya Tersangka Korupsi MBG

KKP Dorong Pengembangan Carbon Capture Storage di Sektor Energi

Menurut Handi, dampak kenaikan Pertamax terhadap inflasi nasional diperkirakan tidak sebesar kenaikan BBM subsidi karena penggunaannya relatif terbatas. Namun, lonjakan harga yang cukup tinggi tetap berpotensi memicu kenaikan biaya transportasi, logistik, jasa kurir, serta distribusi barang dan jasa.

“Meski dampaknya terhadap inflasi umum kemungkinan terbatas, kenaikan lebih dari 32 persen tetap akan memberikan tekanan pada biaya hidup masyarakat dan biaya operasional berbagai sektor usaha,” ujar Handi dalam keterangannya, Selasa (10/6).

Ia menjelaskan bahwa konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama perekonomian nasional. Karena itu, berkurangnya daya beli kelas menengah akibat meningkatnya pengeluaran untuk bahan bakar berpotensi mengurangi konsumsi sektor-sektor non-esensial seperti ritel, restoran, hiburan, dan pariwisata.

Handi mencontohkan, pengguna kendaraan yang mengonsumsi 100 liter Pertamax per bulan kini harus mengeluarkan tambahan biaya sekitar Rp395 ribu setiap bulan. Sementara bagi pengguna dengan konsumsi 150 liter per bulan, tambahan beban dapat mendekati Rp600 ribu.

Selain dampak terhadap konsumsi rumah tangga, PKS juga menyoroti potensi perpindahan pengguna Pertamax ke BBM bersubsidi akibat selisih harga yang semakin lebar.

“Dengan perbedaan harga mencapai Rp5.000 hingga Rp6.000 per liter, insentif ekonomi untuk beralih ke BBM yang lebih murah menjadi sangat besar, terutama bagi pengguna kendaraan pribadi kelas menengah yang masih memungkinkan menggunakan Pertalite,” kata Handi.

Menurutnya, jika tidak diawasi secara ketat, fenomena tersebut berpotensi meningkatkan konsumsi BBM bersubsidi dan menambah tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

PKS mendorong pemerintah memperkuat pengawasan distribusi subsidi agar tetap tepat sasaran serta mempertimbangkan berbagai kebijakan untuk menjaga daya beli masyarakat kelas menengah.

“Risiko terbesar dari kenaikan Pertamax bukan semata-mata inflasi, melainkan pelemahan daya beli kelas menengah dan migrasi konsumsi ke BBM bersubsidi yang pada akhirnya dapat membebani APBN. Pemerintah perlu memikirkan berbagai insentif untuk menjaga konsumsi dan daya beli masyarakat,” tegas Handi.

PKS juga menilai sektor logistik, transportasi darat, jasa kurir, perdagangan ritel, pariwisata, dan pelaku UMKM yang bergantung pada mobilitas kendaraan menjadi kelompok yang paling rentan merasakan dampak kenaikan harga Pertamax. (dil)

Tags: BBMHarga Pertamax NaikMasyarakat Kelas Menegahpks

Berita Terkait.

Pertamax Naik 32 Persen, PKS: Kelas Menengah Tertekan dan Picu Migrasi ke BBM Subsidi
Nasional

Waspadai Ancaman Ebola, DPR Minta Barantin Perketat Pengawasan di Semua Pintu Masuk RI

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:32
Kejagung Kaji Permohonan Justice Collaborator Soni Sonjaya Tersangka Korupsi MBG
Nasional

Kejagung Kaji Permohonan Justice Collaborator Soni Sonjaya Tersangka Korupsi MBG

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:05
kkp
Nasional

KKP Dorong Pengembangan Carbon Capture Storage di Sektor Energi

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:03
wamenpar
Nasional

Wamenpar: Pengelolaan Sampah Jadi Kunci Jaga Daya Saing Pariwisata Bali

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:42
macet
Nasional

Tarif Tol Naik Tiap Dua Tahun, DPR Minta Rumus Lama Dikaji Ulang

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:32
Bea Cukai jalin sinergi dengan perguruan tinggi guna menumbuhkan pemahaman mahasiswa terhadap aturan kepabeanan dan cukai serta peran strategis instansi dalam mendukung perekonomian dan keamanan nasional/istimewa
Nasional

Bea Cukai dan Kampus Bersinergi Tumbuhkan Literasi Kepabeanan Generasi Muda

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:30

BERITA POPULER

  • Timnas-U19

    Piala AFF U-19: Pastikan Rotasi Kontra Timor Leste, Nova Minta Garuda Muda Nikmati Laga

    2227 shares
    Share 891 Tweet 557
  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1175 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1140 shares
    Share 456 Tweet 285
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1420 shares
    Share 568 Tweet 355
  • Prakiraan Cuaca Jakarta Didominasi Berawan, Potensi Hujan di Jakbar dan Kepulauan Seribu

    853 shares
    Share 341 Tweet 213
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.