INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKS, Ahmad Heryawan (Aher), menyatakan dukungan penuh terhadap peluncuran Program E-Learning ASN Berintegritas.
Menurutnya, program yang diinisiasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Kementerian PANRB, Lembaga Administrasi Negara (LAN), dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) ini merupakan program pelatihan antikorupsi berbasis digital yang menjadi langkah strategis dalam memperkuat integritas aparatur sipil negara (ASN) sekaligus membangun birokrasi yang bersih, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Ia menjelaskan, reformasi birokrasi tidak cukup hanya meningkatkan kompetensi teknis ASN, tetapi juga harus dibarengi dengan penguatan karakter, etika, dan integritas sebagai pelayan masyarakat.
“Pembangunan birokrasi yang profesional harus berjalan beriringan dengan pembangunan integritas aparatur. Karena itu, kami mengapresiasi dan mendukung peluncuran Program E-Learning ASN Berintegritas sebagai upaya sistematis membangun budaya antikorupsi sejak dini di lingkungan birokrasi pemerintah,” ujar Aher dalam keterangannya, Kamis (6/8/2026).
Mantan Gubernur Jawa Barat dua periode itu menilai pendekatan digital yang diterapkan dalam program tersebut sangat relevan dengan kebutuhan pengembangan ASN di era transformasi pemerintahan berbasis elektronik.
“Dengan jumlah ASN yang mencapai jutaan orang dan tersebar di berbagai daerah, pembelajaran daring menjadi solusi efektif untuk memperluas akses pelatihan secara merata,” ucapnya.
Aher juga mengapresiasi penerapan lima pilar strategis dalam program tersebut, mulai dari integrasi nilai-nilai antikorupsi ke dalam reformasi birokrasi, penguatan budaya kerja BerAKHLAK, hingga konversi kelulusan peserta menjadi jam pelajaran yang diakui dalam pengembangan kompetensi ASN.
“Nilai integritas harus menjadi fondasi utama birokrasi modern. Ketika pendidikan antikorupsi diintegrasikan ke dalam sistem pengembangan kompetensi ASN, maka akan tercipta proses pembelajaran yang berkelanjutan dan berdampak terhadap perubahan perilaku aparatur,” katanya.
Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI itu juga menyambut baik pengembangan platform nasional Smart ASN yang disiapkan Kementerian PANRB. Menurutnya, platform tersebut akan membantu mengatasi kesenjangan akses pelatihan digital di berbagai daerah sekaligus memastikan seluruh ASN memperoleh kesempatan yang sama dalam meningkatkan kompetensi dan integritas.
Selain itu, Aher mendukung rencana penerbitan Surat Edaran Menteri PANRB yang mewajibkan seluruh instansi pemerintah mengikuti Program E-Learning ASN Berintegritas. Ia menilai kebijakan tersebut akan memperkuat komitmen nasional dalam membangun birokrasi yang bersih dan bebas dari praktik korupsi.
Aher turut mengapresiasi mekanisme pemantauan melalui dasbor INDATA KPK yang memungkinkan pelaksanaan program dipantau secara terukur dan akuntabel.
Menurutnya, sistem tersebut akan memudahkan evaluasi terhadap tingkat partisipasi, efektivitas pelatihan, serta implementasi nilai-nilai antikorupsi di lingkungan birokrasi.
Ia juga menyoroti keberhasilan fase uji coba program yang telah melatih 62.750 ASN, melampaui target awal yang ditetapkan. Capaian tersebut menunjukkan tingginya antusiasme aparatur terhadap pendidikan integritas.
“Komitmen pemberantasan korupsi harus menjadi gerakan bersama seluruh instansi pemerintah. Digitalisasi pelatihan harus menjadi instrumen pemerataan kualitas SDM aparatur di seluruh Indonesia,” tegasnya.
Di akhir keterangannya, Aher menegaskan bahwa penguatan integritas ASN merupakan prasyarat penting untuk mewujudkan pemerintahan yang efektif, terpercaya, dan akuntabel.
Ia berharap Program E-Learning ASN Berintegritas mampu melahirkan aparatur negara yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki komitmen moral yang kuat terhadap nilai-nilai kejujuran, akuntabilitas, dan pelayanan publik.
“Korupsi tidak cukup diberantas melalui penegakan hukum semata. Yang tidak kalah penting adalah membangun sistem pencegahan dan budaya integritas sejak awal. ASN yang berkarakter kuat dan berintegritas akan menjadi aset penting bagi kemajuan bangsa,” pungkas Aher.(dil)


















