• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Penonaktifan 11 Juta Peserta PBI JKN Dituai, BPJS Watch Soroti Konsistensi Data dan Beban APBD

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Kamis, 16 April 2026 - 20:16
in Nasional
bpjs

Ilustrasi kartu BPJS kesehatan. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kebijakan pemutakhiran data Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) kembali menuai sorotan. Penonaktifan sekitar 11 juta peserta PBI JKN sejak Februari 2026 dinilai menimbulkan kontroversi dan berdampak langsung pada akses layanan kesehatan masyarakat miskin dan tidak mampu.

Hal itu mengemuka setelah Menteri Sosial memaparkan perkembangan persoalan tersebut dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI, Rabu (15/4/2026) kemarin. Banyak warga yang sebelumnya terdaftar sebagai peserta PBI JKN mengalami kendala saat mengakses layanan JKN karena status kepesertaannya dinonaktifkan.

BacaJuga:

Mukhtarudin Tegaskan Komitmen Selesaikan Masalah PMI di Hong Kong

Cegah Narkotika Cair, Kapolri Larang Seluruh Anggota Gunakan Vape

Gandeng Perhotelan Turki, KP2MI Gelar Seleksi CPMI

Sebagian peserta JKN PBI telah diaktifkan kembali secara otomatis, khususnya penyintas penyakit kronis seperti gagal ginjal, jantung, stroke, dan kanker. Tapi banyak warga yang harus mendatangi Dinas Sosial untuk mengurus reaktivasi kepesertaan,” ujar Koordinator Bidang Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar melalui gawai, Kamis (16/4/2026).

Ia menilai proses reaktivasi belum memberikan kemudahan sebagaimana amanat Pasal 14 dan Pasal 17 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), yang mewajibkan negara menjamin akses layanan bagi fakir miskin dan orang tidak mampu.

Berdasarkan paparan Menteri Sosial, menurutnya, dari 11 juta peserta yang dinonaktifkan, sebanyak 2.155.655 orang telah aktif kembali per 1 April 2026. Rinciannya, 305.864 orang kembali sebagai peserta PBI JKN, 1.418.456 orang beralih ke segmen Penerima Bantuan Pemda (PBPU Pemda) dengan iuran dibayar APBD, 188.705 orang menjadi peserta mandiri, dan 57.287 orang berpindah ke segmen PNS/TNI/Polri.

“Perpindahan 1.418.456 peserta ke PBPU Pemda menjadi salah satu poin kritik. Pemerintah pusat menilai mereka tidak lagi masuk kategori Desil 1–5, sehingga dinonaktifkan dari PBI JKN,” katanya.

“Pemerintah daerah tetap mengakui mereka sebagai kelompok miskin dan tidak mampu dengan menanggung iuran melalui APBD,” imbuhnya.

Menurut Timboel, kondisi ini menunjukkan inkonsistensi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menginterpretasikan ketentuan UU SJSN. Sekaligus memunculkan kesan adanya pengalihan beban dari APBN ke APBD.

Padahal, lanjutnya, APBD saat ini juga menghadapi tekanan fiskal akibat penurunan Transfer ke Daerah (TKD) dalam APBN 2026. “Data lain yang disorot adalah adanya 57.287 peserta yang sebelumnya terdaftar sebagai PBI JKN, namun kini tercatat sebagai peserta dari unsur PNS/TNI/Polri,” katanya.

“Ada indikasi kuat bahwa kualitas pendataan dan pemutakhiran data PBI JKN selama ini masih lemah,” imbuhnya.

Ia juga menilai pemerintah belum menyentuh persoalan pekerja penerima upah (PPU) dari badan usaha swasta maupun BUMN/D yang diduga masih tercatat sebagai peserta PBI JKN atau PBPU Pemda. Dari 11 juta peserta yang dinonaktifkan, tidak ada yang dilaporkan kembali aktif sebagai PPU badan usaha, padahal potensi ketidaktepatan sasaran di segmen tersebut cukup besar.

“Kami mendorong agar reaktivasi otomatis juga diberikan kepada ibu hamil dan ibu pascamelahirkan untuk menjamin perlindungan ibu dan bayi dalam program JKN,” katanya.

Ia juga meminta Presiden Prabowo Subianto segera menandatangani Peraturan Presiden tentang penghapusan tunggakan iuran peserta mandiri. Kebijakan tersebut sebelumnya sempat dijanjikan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, pada Oktober 2025.

Menurutnya, penghapusan tunggakan akan mendorong peserta mandiri kembali aktif membayar iuran tanpa terbebani utang masa lalu. “Ini membuka ruang agar kuota PBI JKN dan PBPU Pemda dapat diisi oleh masyarakat yang benar-benar miskin dan tidak mampu,” ujarnya. (nas)

Tags: APBDBPJSBPJS WatchPBI JKNPeserta PBI JKN

Berita Terkait.

Mukhtarudin
Nasional

Mukhtarudin Tegaskan Komitmen Selesaikan Masalah PMI di Hong Kong

Senin, 2 November 2026 - 10:20
suyudi
Nasional

Cegah Narkotika Cair, Kapolri Larang Seluruh Anggota Gunakan Vape

Senin, 2 November 2026 - 09:10
sri
Nasional

Gandeng Perhotelan Turki, KP2MI Gelar Seleksi CPMI

Senin, 2 November 2026 - 07:07
soptek
Nasional

Tolak PPN Pembalut, FKBI Dorong Pemerintah Optimalkan Cukai Rokok dan Minuman Manis

Senin, 2 November 2026 - 05:15
santri
Nasional

Penggerebekan Ponpes di Sukoharjo, Kemenag: Pendampingan Para Santriwati Itu Utama

Senin, 2 November 2026 - 00:30
komnas
Nasional

Komnas HAM Sesalkan Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo, Santriwati Diduga Diintimidasi

Minggu, 1 November 2026 - 21:21

OLAHRAGA

bca
Olahraga

Runvestasi 2026 Dimulai, BCA Ajak Masyarakat Lari Sehat Sekaligus Belajar Investasi

Editor Ali Rachman
Senin, 2 November 2026 - 04:14

INDOPOSCO.ID - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) resmi membuka kompetisi lari dan investasi bertajuk Runvestasi 2026: Wealth Life Balance...

SelengkapnyaDetails
Arisan Elqueen Berujung Buntung, 24 Warga Lebak-Pandeglang Tertipu Rp1,34 Miliar

Hadapi Duel Papan Atas, Stjepan Loncar Pastikan Persija Siap Tempur

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:13
Jelang Laga Lawan Dewa United, Shin Tae-yong Minta Persija Tetap Waspada

Jelang Laga Lawan Dewa United, Shin Tae-yong Minta Persija Tetap Waspada

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:39
Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:13
Wamendagri Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Kepemimpinan Kepala Daerah

Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:57

BERITA POPULER

  • MUI

    Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an Berbuntut Panjang, MUI Layangkan 5 Tuntutan ke Polri

    1815 shares
    Share 726 Tweet 454
  • Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5161 shares
    Share 2064 Tweet 1290
  • Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

    1155 shares
    Share 462 Tweet 289
  • Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

    1009 shares
    Share 404 Tweet 252
  • Resmi Dirilis, Ini Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

    888 shares
    Share 355 Tweet 222
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.