INDOPOSCO.ID – Wakil Ketua DPR Saan Mustopa mendesak pemerintah segera menyiapkan langkah mitigasi menyusul gagalnya negosiasi damai AS-Iran di Islamabad pada Sabtu (11/4/2026). Ia khawatir kebuntuan diplomasi tersebut memicu ketidakpastian global yang berimbas pada stabilitas pasar domestik.
“Kalau suasana diTimur Tengah enggak kondusif pasti berdampak sama kita. Dan tentu kita juga harus mulai mempersiapkan diri,” kata Saan Mustopa di Jakarta, Senin (13/4/2026).
Terkait potensi gangguan di Selat Hormuz, Saan meyakini pemerintah akan mengambil langkah-langkah serius untuk membentengi ekonomi dan kepentingan dalam negeri dari dampak ketidakpastian di wilayah tersebut.
“Kita juga pasti yakin dah apa saya termasuk yang berkeyakinan pemerintah akan berusaha keras ya agar situasi di Timur Tengah juga itu tidak terlalu berdampak sama kita,” ujar Saan.
Ia mendorong pemerintah untuk terus mengintensifkan komunikasi dengan Iran dan aktor kunci lainnya di Timur Tengah. Politikus NasDem itu pun menyatakan optimismenya bahwa pemerintah telah mempersiapkan skenario terbaik agar stabilitas Indonesia tetap terjaga di tengah ancaman penutupan jalur logistik vital tersebut.
“Makanya komunikasi apa pemerintah kita dengan Iran maupun dengan pihak-pihak terkait pasti lebih intensif. Dan saya yakin dan percaya pemerintah sudah melakukan langkah-langkah yang terbaik untuk Indonesia,” ucap Saan.
Perundingan intensif selama 21 jam yang dipimpin oleh Wakil Presiden AS J.D. Vance gagal mencapai titik temu. Iran menolak tuntutan AS untuk menyerahkan cadangan uranium dan menghentikan pendanaan sekutu regionalnya.
Sebagai respons atas kegagalan negosiasi, Presiden Donald Trump memerintahkan militer AS (CENTCOM) untuk memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran mulai hari ini. Namun, Iran memperingatkan bahwa kapal militer apa pun yang mendekati wilayah tersebut akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata dan akan ditindak keras.(dan)










