• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Bukan NGO atau Aktivis, Haris Azhar Sebut Elite di Balik Isu Kudeta Presiden

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Selasa, 14 April 2026 - 20:55
in Nasional
Pendiri Lokataru Foundation, Haris Azhar menjadi narasumber dalam tayangan podcast di kanal YouTube Hendri Satrio Official berjudul 'Haris Azhar: Ada Operasi Senyap Dibalik Isu Pelengseran Prabowo: Siapa yang Bermain?', Senin (13/4/2026). Foto: Tangkapan layar YouTube Hendri Satrio Official

Pendiri Lokataru Foundation, Haris Azhar menjadi narasumber dalam tayangan podcast di kanal YouTube Hendri Satrio Official berjudul 'Haris Azhar: Ada Operasi Senyap Dibalik Isu Pelengseran Prabowo: Siapa yang Bermain?', Senin (13/4/2026). Foto: Tangkapan layar YouTube Hendri Satrio Official

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pendiri Lokataru Foundation, Haris Azhar, meluruskan persepsi yang belakangan ramai: anggapan bahwa masyarakat sipil memiliki agenda dan kekuatan untuk menjatuhkan presiden.

Pernyataan ini ia sampaikan sebagai respons atas analisis pengamat politik Hendri Satrio yang menyebut Prabowo Subianto mengetahui adanya pergerakan untuk menggoyang posisinya di tengah jalan. Namun, Haris menilai framing tersebut keliru arah.

BacaJuga:

Menhan Sjafrie Bahas Pengamanan Wilayah Udara dengan AHY

Puan Soroti 60 Ribu Calon Mahasiswa Tak Daftar Ulang, Desak Evaluasi Total Sistem PT

Teddy Buka Suara soal Pertemuan Prabowo-Kapolri di Istana, Ini Pokok Bahasannya

“Masyarakat sipil nggak ada yang punya kekuatan, orientasi sampai jatuhin presiden,” ujar Haris dalam tayangan podcast di kanal YouTube Hendri Satrio Official berjudul ‘Haris Azhar: Ada Operasi Senyap Dibalik Isu Pelengseran Prabowo: Siapa yang Bermain?’ seperti dikutip, Selasa (14/4/2026).

Menurutnya, jika memang ada wacana pergantian kepemimpinan, aktor utamanya bukanlah masyarakat sipil, melainkan kelompok elite politik yang memiliki akses dan kedekatan dengan kekuasaan.

“(Wacana ini yang punya) masyarakat politik yang kelas menengah elite, yang juga mungkin punya koneksi juga pada kekuasaan. Ini kan sumeringahnya mereka, kalau ini sampe nggak bener nih, aduh ini nggak bener nih kawan kita nih, harus siap-siap,” lanjutnya.

Haris kemudian menggambarkan realitas yang ia lihat sehari-hari. Ia menegaskan bahwa lingkungan masyarakat sipil justru jauh dari agenda-agenda menggulingkan kekuasaan.

“Tapi gue cukup tahu bahwa di sekitar gue ini, teman-teman gue ini, yang masyarakat sipil, masyarakat politik, non-government organization (NGO atau biasa disebut LSM), non-government individual, mereka nggak ada yang punya orientasi ke sana,” kata Haris.

“Mereka sibuk pada dampingin orang, bikin riset, sosialisasi riset, hasil temuan, konsolidasi warga, supaya lebih berpartisipatif. Itu kerjanya mereka,” sambungnya.

Meski demikian, ia tidak menampik adanya rasa geram di kalangan masyarakat sipil terhadap praktik politik yang berlangsung. Namun, ia menekankan bahwa kegeraman itu tidak identik dengan upaya kudeta.

“Ada kegeraman-kegeraman itu di kelompok masyarakat sipil, melihat praktek ini, tapi kalau sampai mau kudeta nggak mungkin. Dalam politik yang kita sebut, pendekatan politik untuk menafsirkan kudeta, itu kan nggak mungkin nih,” tutur Haris.

Ia juga menjelaskan perbedaan mendasar antara kudeta dan proses konstitusional seperti pemakzulan.

“Orang pake pulpen, ya kan, pake profesi, terus semua kudeta itu nggak mungkin. Kudeta itu udah pasti agak violence. Nah kalau impeachment, ada proses konstitusional, hasil temuan, dibawa ke parlemen,” jelasnya.

Lebih jauh, Haris menegaskan bahwa masyarakat sipil tidak memiliki kapasitas untuk menjalankan skenario politik sebesar itu. Ia juga mengkritik narasi yang kerap melabeli pengkritik sebagai “antek asing”.

“Kapasitas itu nggak ada di yang disebut masyarakat sipil, nggak cukup juga dituduh antek asing itu kan cuma dirty campaign aja, teknisnya seperti apa?” tambahnya.

Dengan penegasan ini, Haris seolah menarik garis tegas: kritik dari masyarakat sipil adalah bagian dari demokrasi, bukan ancaman terhadap kekuasaan. (her)

Tags: AktivisElite Politikharis azharHendri SatrioHensaIsu KudetaNGO

Berita Terkait.

Menhan
Nasional

Menhan Sjafrie Bahas Pengamanan Wilayah Udara dengan AHY

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:20
Calon-Mahasiswa
Nasional

Puan Soroti 60 Ribu Calon Mahasiswa Tak Daftar Ulang, Desak Evaluasi Total Sistem PT

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:00
Prabowo
Nasional

Teddy Buka Suara soal Pertemuan Prabowo-Kapolri di Istana, Ini Pokok Bahasannya

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:09
pu
Nasional

Kejati DKI Jakarta Kembali Tetapkan 2 Pegawai Kementerian PU Tersangka Korupsi, Ini Perannya

Jumat, 26 Juni 2026 - 07:07
sppii
Nasional

3 Peserta SPPI Meninggal saat Latsarmil, DPR Desak Pola Pelatihan Dievaluasi

Jumat, 26 Juni 2026 - 06:06
menag
Nasional

Kemenag dan Mitra Filantropi Salurkan Rp23,5 Miliar untuk Yatim dan Difabel

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:02

BERITA POPULER

  • Ronaldo

    Hasil Piala Dunia: Ronaldo Pimpin Portugal Berpesta, Inggris Kehilangan Taji di Hadapan Ghana

    1696 shares
    Share 678 Tweet 424
  • Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

    1656 shares
    Share 662 Tweet 414
  • Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

    977 shares
    Share 391 Tweet 244
  • Hasil Piala Dunia: Spanyol Bantai Arab Saudi, VAR Selamatkan Belgia dari Kekalahan

    925 shares
    Share 370 Tweet 231
  • Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

    924 shares
    Share 370 Tweet 231
Piala-Dunia
Olahraga

32 Besar Piala Dunia 2026: Brasil Ditantang Jepang, Belanda Jumpa Maroko

Editor Laurens Dami
Jumat, 26 Juni 2026 - 14:24

INDOPOSCO.ID - Persaingan di Piala Dunia 2026 memasuki babak yang semakin menegangkan. Sejumlah tiket menuju fase 32 besar telah diamankan,...

SelengkapnyaDetails
Diego-Carlos

Hasil Piala Dunia Grup D: Turki Bungkam AS, Australia Lolos Usai Tahan Paraguay

Jumat, 26 Juni 2026 - 11:51
Elanga

Graham Potter Bangga dengan Perjuangan Pemain Swedia Hadapi Jepang

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:50
Nagelsman

Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:39
Plata

Bungkam Jerman di Laga Pamungkas, Pelatih Ekuador Dedikasikan Kemenangan untuk Suporter

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:58
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.