• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Kemlu dan Think-Thank Kanada Gagas Kerja Sama Middle Power dalam Tatanan Global

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Jumat, 10 April 2026 - 22:04
in Nasional
Diskusi

Suasana diskusi dalam Roundtable Policy Dialogue (RPD) di Ottawa, Kamis (9/4). Foto: ist

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – KBRI Ottawa bekerja sama dengan Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri Kementerian Luar Negeri (BSKLN Kemenlu) menyelenggarakan Roundtable Policy Dialogue (RPD) di Ottawa, Kamis (9/4). Penyelenggaraan RPD ditujukan untuk memperdalam pertukaran pandangan strategis dengan kalangan pemikir kebijakan Kanada mengenai dinamika global dan regional terkini serta prospek penguatan kerja sama Indonesia–Kanada.

Dimoderatori oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Kanada Muhsin Syihab, RPD turut dihadiri oleh Kepala BSKLN Kemenlu, Muhammad Takdir; Kepala Pusat Strategi Kebijakan Luar Negeri Kawasan Amerika dan Eropa BSKLN, Spica Alphanya Tutuhatunewa; Deputy Chief of Mission KBRI Ottawa Lefianna Hartati Ferdinandus; Konsul Jenderal RI di Vancouver, Nina Kurnia Widhi; dan jajaran staf KBRI Ottawa serta KJRI Vancouver.

BacaJuga:

Mendikdasmen Siapkan Pendidikan Gratis, Murid TK Dapat PIP Rp450 Ribu di 2027

Dasco Sebut Komisi III DPR Bakal Dalami Temuan di Lapas Cibinong

Ada “Apartemen” dan Vila di Lapas Cibinong, DPR Desak Kementerian Imipas Bergerak

Dari pihak Kanada, dialog diikuti oleh sejumlah tokoh think tank dan akademisi terkemuka: Vina Nadjibulla dari Asia Pacific Foundation of Canada/APFC, Christopher Coates dari Macdonald-Laurier Institute (MLI), Matthew Millar dari Journal of Geoeconomics, Gregory Goldhawk-Canadian International Council, serta Elliot Tepper, Distinguished Senior Fellow dari Norman Patterson School of International Affairs, Carleton University.

Dialog dibagi ke dalam dua topik utama, yaitu Current Global and Regional Dynamics dan Potential Cooperation and Collaboration. Pembahasan berlangsung substantif, menyoroti bagaimana Indonesia dan Kanada dapat memanfaatkan perubahan lanskap geopolitik dan geoekonomi global untuk membangun kemitraan yang lebih konkret, saling menguntungkan, dan berjangka panjang.

Dubes Muhsin menekankan pentingnya akselerasi dan revitalisasi upaya untuk semakin mendekatkan Indonesia di benak publik Kanada. Menurutnya, ruang untuk memperkuat hubungan bilateral saat ini masih sangat terbuka lebar, terutama di tengah perubahan orientasi kebijakan luar negeri global yang tengah berlangsung.

“Ini adalah saat yang tepat untuk membawa hubungan Indonesia–Kanada ke tingkat yang lebih maju, lebih konkret, dan lebih strategis. Kita perlu mempercepat upaya agar Indonesia semakin hadir dalam percakapan publik Kanada, tidak hanya sebagai negara penting di Asia Tenggara, tetapi sebagai mitra yang relevan bagi masa depan Kanada di Indo-Pasifik.”, ujarnya.

Sementara itu, Kepala BSKLN, Muhammad Takdir, menggarisbawahi kuatnya
“DNA” bridge builder dalam polugri Indonesia yang turut mementingkan kesejahteraan dunia sebagai tujuan bangsa, tidak hanya kepentingan nasional. Prinsip tersebut telah dijabarkan sejak awal terbentuknya Indonesia melalui komitmen terhadap penguatan kerja sama multilateral, stabilitas dan tatanan internasional yang inklusif.

“Indonesia memandang bahwa peran middle power perlu semakin diperkuat, bukan untuk menyaingi big power, melainkan untuk melengkapi dan menyeimbangkan tata hubungan internasional agar lebih inklusif, stabil, dan berorientasi pada solusi. Dalam konteks itu, Kanada memiliki potensi dan posisi penting sebagai mitra bagi Indonesia.”, pungkas Kepala BSKLN.

Di tengah dinamika global yang semakin dipengaruhi rivalitas negara-negara besar, peran middle power seperti Indonesia dan Kanada menjadi semakin penting. Kedua negara memiliki ruang strategis untuk bertindak sebagai bridge builder, memperluas dialog, membangun koalisi yang fleksibel, serta mendorong kerja sama yang inklusif dan berorientasi pada solusi. Dengan kapasitas diplomasi, kredibilitas internasional, dan komitmen terhadap tata dunia yang stabil dan berbasis aturan, Indonesia dan Kanada sama-sama memiliki potensi untuk menjembatani kepentingan yang berbeda sekaligus menghadirkan kontribusi nyata dalam menjawab tantangan global.

Lebih lanjut, Takdir menegaskan bahwa nilai-nilai yang berkembang di Kanada memiliki irisan yang kuat dengan orientasi kebijakan luar negeri Indonesia, termasuk dalam komitmen terhadap kerja sama yang saling menguntungkan, penghormatan terhadap prinsip-prinsip tata dunia yang adil, dan pendekatan dalam mencari solusi. Ia menekankan bahwa Indonesia merupakan mitra alternatif terbaik yang semakin strategis bagi Kanada, khususnya di Kawasan Indo-Pasifik.

Dari kalangan think tank Kanada, Vina Nadjibulla menilai bahwa terdapat window of opportunity yang sangat lebar untuk memperkuat kerja sama Indonesia–Kanada saat ini, tidak hanya karena dinamika global yang berubah cepat, tetapi juga karena faktor internal Kanada yang mendorong keterbukaan terhadap mitra-mitra baru yang lebih beragam dan strategis.

“Kanada saat ini sedang menata ulang orientasi kebijakan luar negerinya di tengah berbagai disrupsi global. Oleh karena itu, hubungan dengan Indonesia memiliki peluang besar untuk ditingkatkan, terutama bila kedua negara mampu membangun mekanisme yang lebih terinstitusionalisasi dan mendorong tindak lanjut yang konkret.”, tegasnya.

Dalam sesi rekomendasi, para peserta mendorong percepatan ratifikasi Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA CEPA) dan disertai serangkaian kegiatan roll out yang terkoordinasi di kedua negara. Mendorong kunjungan PM Kanada ke Indonesia juga akan berdampak sangat strategis dalam menciptakan momentum implementasi ICA CEPA. Hal itu akan memberikan sinyal kuat bagi kalangan pengusaha agar mereka berperan aktif dalam merealisasikan ICA CEPA sebagai perjanjian yang membawa manfaat nyata.

Forum juga membahas sejumlah sektor kerja sama yang menjanjikan, mulai dari mineral kritis, maritim, pertahanan, geotermal, hingga teknologi antariksa dan pengembangan talenta bersama melalui kemitraan antar-universitas. Prof. Elliot Tepper mengingatkan bahwa constancy of presence (kehadiran yang konsisten dan berkelanjutan) adalah fondasi tak tergantikan bagi keberhasilan diplomasi bilateral. Memperkuat pendapat tersebut, Gregory Goldhawk menekankan signifikansi program-program promosi kebudayaan untuk mengenalkan sekaligus mendekatkan publik Kanada terhadap Indonesia.

Para peserta juga menyoroti pentingnya menjangkau provinsi-provinsi Kanada secara lebih aktif, mengingat sejumlah pemerintah daerah dapat lebih agile dan progresif dalam membangun kemitraan eksternal dibandingkan dengan pemerintah federal.

Melalui penyelenggaraan RPD ini, KBRI Ottawa dan BSKLN Kemenlu menegaskan komitmen untuk terus memperkuat fondasi intelektual dan kebijakan dalam hubungan Indonesia–Kanada, sekaligus memperluas jejaring dengan pemangku kepentingan strategis di Kanada demi mendorong kerja sama yang lebih erat, adaptif, dan berdampak nyata. Rangkaian upaya tersebut diharapkan dapat semakin mempererat kerja sama Indonesia-Kanada yang akan memperingati 75 tahun hubungan diplomatik pada 2027. (bro)

Tags: BSKLN KemenluKBRI OttawaRoundtable Policy Dialogue

Berita Terkait.

Ada “Apartemen” dan Vila di Lapas Cibinong, DPR Desak Kementerian Imipas Bergerak
Nasional

Mendikdasmen Siapkan Pendidikan Gratis, Murid TK Dapat PIP Rp450 Ribu di 2027

Jumat, 25 September 2026 - 02:41
Ada “Apartemen” dan Vila di Lapas Cibinong, DPR Desak Kementerian Imipas Bergerak
Nasional

Dasco Sebut Komisi III DPR Bakal Dalami Temuan di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 - 22:07
Ada “Apartemen” dan Vila di Lapas Cibinong, DPR Desak Kementerian Imipas Bergerak
Nasional

Ada “Apartemen” dan Vila di Lapas Cibinong, DPR Desak Kementerian Imipas Bergerak

Kamis, 24 September 2026 - 21:06
Bea Cukai Kediri Ungkap Peredaran Rokok Ilegal dengan Modus Motor Modifikasi
Nasional

Mendagri Tito: Pengendalian Inflasi Butuh Peran Aktif Pemda

Kamis, 24 September 2026 - 20:05
Nasional

Miliki Ekosistem Gambut Tropis Terluas di Dunia, Mendiktisaintek: Perkuat Riset Pencegahan Kebakaran

Kamis, 24 September 2026 - 19:30
DPR: Pendidikan Gratis Jangan Tinggalkan Madrasah dan PT Keagamaan
Nasional

DPR: Pendidikan Gratis Jangan Tinggalkan Madrasah dan PT Keagamaan

Kamis, 24 September 2026 - 19:15

OLAHRAGA

java
Olahraga

Java United Buka Suara soal Perselisihan dengan Shin Tae-yong, Singgung Pemicu Keributan

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 24 September 2026 - 11:21

INDOPOSCO.ID – Kemenangan Persija Jakarta atas Java United justru menyisakan persoalan di luar lapangan. Duel yang berakhir dengan skor 1-0...

SelengkapnyaDetails
ferdinan

Resmi Berseragam Persija, Marselino Ferdinan Bawa Ambisi Besar

Kamis, 24 September 2026 - 09:19
tpkk

Tri Tito Karnavian Dorong Olahraga Jadi Kebiasaan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045

Rabu, 23 September 2026 - 21:11
Ucapan “Pendatang” untuk Shin Tae-yong Berujung Laporan, Persija Serahkan ke Komdis PSSI

Ucapan “Pendatang” untuk Shin Tae-yong Berujung Laporan, Persija Serahkan ke Komdis PSSI

Rabu, 23 September 2026 - 12:45
5 Pilar Macan Kemayoran Gabung Timnas di FIFA ASEAN Cup, Manajer Persija Titip Pesan

5 Pilar Macan Kemayoran Gabung Timnas di FIFA ASEAN Cup, Manajer Persija Titip Pesan

Rabu, 23 September 2026 - 09:46

BERITA POPULER

  • Dirut INDOPOSCO: Pentingnya Kompetensi Wartawan Hadapi Tantangan Era AI

    Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1027 shares
    Share 411 Tweet 257
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    969 shares
    Share 388 Tweet 242
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    969 shares
    Share 388 Tweet 242
  • Pelayanan Pertanahan di Kabupaten Bogor Tetap Berjalan Pascapenangkapan Kepala BPN

    874 shares
    Share 350 Tweet 219
  • Produksi 1.250 Ton per Hari, Pabrik RDF Bekasi Ditargetkan Beroperasi Januari 2027

    802 shares
    Share 321 Tweet 201
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.