• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Kementerian Ekraf Apresiasi Pelangi di Mars Jadi Film yang Adopsi Teknologi Kelas Dunia

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Sabtu, 14 Maret 2026 - 23:33
in Nasional
ekraf

Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekraf, Agustini Rahayu (empat dari kiri) usai memberi sambutan dalam kegiatan intimate screening film Pelangi di Mars bersama insan perfilman di Plaza Senayan XXI, Jakarta, Jumat (13/03/2036)/istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mengapresiasi rencana penayangan film fiksi ilmiah keluarga Pelangi di Mars karya sineas Indonesia di momentum Lebaran nanti. Film yang menghadirkan eksplorasi cerita sains dan teknologi dalam perfilman nasional akan memperkaya industri ekonomi kreatif, khususnya subsektor film.

“Film ini menunjukkan keberanian sineas Indonesia untuk mengeksplorasi genre fiksi ilmiah yang selama ini masih relatif jarang digarap dalam perfilman nasional. Selain itu, penggunaan teknologi Extended Reality berbasis Unreal Engine dalam proses produksinya juga menunjukkan bahwa industri film Indonesia mampu mengadopsi inovasi teknologi kelas dunia,” ujar Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekraf, Agustini Rahayu, dalam kegiatan intimate screening bersama insan perfilman di Plaza Senayan XXI, Jakarta, Jumat (13/3/ 2026).

BacaJuga:

LPDB Koperasi Jemput Bola di Borobudur Expo 2026, Menkop Dorong Koperasi Manfaatkan Dana Bergulir

Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

Kemenkop Gandeng Muhammadiyah dan Utusan Khusus Presiden Perkuat Ekosistem Koperasi

Agustini menilai Pelangi di Mars mencerminkan perkembangan positif subsektor film yang mulai menghadirkan ragam genre sekaligus memanfaatkan teknologi produksi yang semakin maju. Agustini menambahkan bahwa Kementerian Ekraf terus mendorong penguatan ekosistem industri film nasional melalui berbagai langkah strategis, termasuk membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi para pelaku industri kreatif.

“Kami berharap film ini dapat menginspirasi lebih banyak sineas Indonesia untuk terus bereksperimen dengan teknologi baru dan menghadirkan cerita yang relevan bagi masyarakat. Industri film merupakan bagian penting dari ekonomi kreatif yang kita dorong sebagai the new engine of growth bagi perekonomian nasional,” ujar Agustini.

Menurutnya, kehadiran film keluarga juga memiliki peran penting dalam menghadirkan pilihan hiburan yang dapat dinikmati lintas generasi di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran.

“Momentum Ramadan dan Lebaran menjadi waktu yang penting bagi masyarakat untuk menikmati hiburan berkualitas bersama keluarga. Film keluarga seperti Pelangi di Mars dapat menjadi pilihan tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menghadirkan pesan tentang ilmu pengetahuan, keberanian bermimpi, serta kepedulian terhadap masa depan Bumi,” kata Agustini.

Sutradara Pelangi di Mars, Upie Guava, menjelaskan bahwa ide film ini berangkat dari refleksi pribadi bersama produser Dendy Reynando sebagai orang tua yang ingin menghadirkan lebih banyak cerita inspiratif bagi anak-anak Indonesia.

“Kami tumbuh dengan banyak cerita yang membangkitkan mimpi besar seperti menjadi astronot atau ilmuwan. Melalui Pelangi di Mars, kami ingin menghadirkan kisah petualangan yang dekat dengan sains dan eksplorasi ruang angkasa, sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu anak-anak Indonesia terhadap ilmu pengetahuan sebagai bekal menuju Indonesia Emas,” ujar Upie.

Sementara itu, Produser Pelangi di Mars, Dendy Reynando, mengatakan film ini dikembangkan untuk menghadirkan lebih banyak pilihan film keluarga lokal yang dapat dinikmati bersama oleh orang tua dan anak.

“Film keluarga di Indonesia masih sangat terbatas. Kami ingin menghadirkan cerita yang bisa menjadi pengalaman menonton bersama antara orang tua dan anak. Harapannya, film ini bisa menjadi momen kebersamaan yang berkesan bagi keluarga Indonesia,” ujar Dendy.

“Film ini dibuat oleh kreator Indonesia dengan pengembangan teknologi seperti virtual production, animasi berbasis game engine, hingga motion capture yang kami kembangkan bersama tim lokal. Ini menunjukkan bahwa industri kreatif Indonesia memiliki kapasitas untuk menghadirkan karya dengan standar produksi yang semakin maju,” imbuh Dendy.

Dukungan terhadap film ini juga datang dari Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PFN), Riefian Fajarsyah, yang dikenal sebagai Ifan Seventeen. Ia menilai Pelangi di Mars menghadirkan pesan positif bagi anak-anak sekaligus menunjukkan inovasi teknologi dalam produksi film Indonesia.

“Sejak awal PFN memutuskan terlibat dalam proyek ini karena melihat potensi ceritanya yang kuat dan inspiratif. Film ini tidak hanya menghadirkan banyak pesan moral bagi anak-anak, tetapi juga memanfaatkan teknologi seperti extended reality dan virtual production yang menjadi salah satu yang pertama di Indonesia bahkan Asia Tenggara. Kami berharap film ini dapat menjadi angin segar bagi perkembangan industri film nasional,” ujar Ifan.

Pelangi di Mars berkisah tentang Pelangi, gadis berusia 12 tahun yang lahir dan tumbuh di Mars setelah Bumi mengalami krisis air yang parah. Ditemani Batik, robot peninggalan sang ibu, Pelangi menjalankan misi mencari mineral langka bernama Zeolith Omega yang diyakini dapat menyelamatkan masa depan umat manusia. Dalam petualangannya di planet merah, Pelangi bertemu berbagai robot yang telah lama ditinggalkan sekaligus belajar tentang persahabatan, harapan, dan tanggung jawab menjaga masa depan Bumi.

Film Pelangi di Mars dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 18 Maret 2026 dan menjadi salah satu film keluarga Indonesia yang hadir pada momentum Ramadan menjelang Lebaran. (ney)

Tags: filmKementerian EkrafPelangi di MarsTeknologi Kelas Dunia

Berita Terkait.

Titik Panas Masih Tinggi, Menko Polkam dan Kepala BNPB Turun ke Sumsel
Nasional

LPDB Koperasi Jemput Bola di Borobudur Expo 2026, Menkop Dorong Koperasi Manfaatkan Dana Bergulir

Jumat, 18 September 2026 - 23:07
Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027
Nasional

Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

Jumat, 18 September 2026 - 22:35
Kemenkop Gandeng Muhammadiyah dan Utusan Khusus Presiden Perkuat Ekosistem Koperasi
Nasional

Kemenkop Gandeng Muhammadiyah dan Utusan Khusus Presiden Perkuat Ekosistem Koperasi

Jumat, 18 September 2026 - 20:01
Titik Panas Masih Tinggi, Menko Polkam dan Kepala BNPB Turun ke Sumsel
Nasional

Titik Panas Masih Tinggi, Menko Polkam dan Kepala BNPB Turun ke Sumsel

Jumat, 18 September 2026 - 19:21
25 Merek Beras Fortifikasi Ditindak, FKBI Desak Pemerintah Tak Berhenti di Pencabutan Izin
Nasional

Disangkakan Memeras, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Klaim Selalu Bekerja Sesuai Aturan

Jumat, 18 September 2026 - 16:30
25 Merek Beras Fortifikasi Ditindak, FKBI Desak Pemerintah Tak Berhenti di Pencabutan Izin
Nasional

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Klaim Prabowo Dapat Informasi Keliru Soal Kasus TPPU

Jumat, 18 September 2026 - 16:20

OLAHRAGA

Kombinasi Lokal-Eropa, Ini Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026
Olahraga

Kombinasi Lokal-Eropa, Ini Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 18 September 2026 - 21:16

INDOPOSCO.ID - Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memanggil 23 pemain Timnas Indonesia untuk menghadapi FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung...

SelengkapnyaDetails
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Banyak Perkara Besar Kita Ambil, tapi Akhirnya Digergaji

Sumaya Tembus Semifinal, Indonesia Berpeluang Ukir Sejarah di Teqball Asian Games

Jumat, 18 September 2026 - 18:41
Jay Idzes Absen Perkuat Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Jay Idzes Absen Perkuat Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 18 September 2026 - 15:28
bc

Bea Cukai Priok Dukung Kiprah Tim Reli Indonesia di Kancah Internasional

Kamis, 17 September 2026 - 18:08
Pemain-Persib

Persib Bekuk FC Seoul Lewat Laga Sulit, Tolic: Seperti Inilah Caranya

Kamis, 17 September 2026 - 08:20

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5515 shares
    Share 2206 Tweet 1379
  • Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

    1666 shares
    Share 666 Tweet 417
  • Persib Kalah 1-2, Igor Tolic Sindir Persija Serasa Juara Liga Champions

    1513 shares
    Share 605 Tweet 378
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    1241 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Ekonom Sebut Pencopotan Purbaya Hanya Berdampak Sesaat terhadap Rupiah

    1162 shares
    Share 465 Tweet 291
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.