INDOPOSCO.D – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) resmi meluncurkan KUR Penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (11/3/2026). Program itu bertujuan menyediakan akses pembiayaan yang aman dan terjangkau bagi calon pekerja migran.
Menteri Kementerian P2MI Mukhtarudin menjelaskan bahwa KUR itu merupakan solusi atas tantangan modal awal pekerja migran demi memutus rantai pinjaman nonformal berbunga mencekik.
“Pemerintah hadir untuk memberikan dukungan pembiayaan dengan plafon maksimal hingga Rp100 juta dan jangka waktu hingga tiga tahun. Dana ini dapat digunakan untuk menutup biaya pelatihan, sertifikasi, dokumen, hingga tiket keberangkatan,” kata Mukhtarudin di Kantor Kementerian P2MI, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2026).
Ia mengungkapkan, KUR Penempatan tahun ini menawarkan suku bunga yang sangat ringan, yakni 6 persen. Angka itu jauh lebih rendah dibandingkan bunga komersial yang mencapai 12 persen.
Ia menginstruksikan seluruh jajaran Kementerian P2MI dan lembaga perbankan segera melakukan sosialisasi masif agar informasi ini tidak hanya berhenti di level seremonial, tetapi harus sampai ke tingkat pedesaan.
“Jangan sampai program sudah diluncurkan, tetapi masyarakat di lapangan belum tahu cara mengaksesnya,” ujar Mukhtarudin.
“Seluruh bank penyalur harus segera bergerak agar calon pekerja Migran kita bisa merasakan manfaat nyata dari kebijakan ini,” tambahnya.
Direktur Jenderal Penempatan P2MI Ahnas dalam laporan pelaksanaannya menyebutkan, bahwa target penyaluran KUR Penempatan tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp393,5 miliar.
“Kami berkomitmen memperluas jangkauan pembiayaan. Jika pada tahun 2025 pemanfaatan masih didominasi oleh program magang, maka pada tahun 2026 ini kami targetkan akses yang lebih luas bagi seluruh calon Pekerja Migran,” ucap Ahnas. (dan)











