INDOPOSCO.ID – Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani menuturkan, Republika Islam Iran tengah memulai proses pemimpin tertinggi baru. Pemilihan ini dilakukan pascameninggalnya Ali Khamenei dalam serangan militer yang disebut dilakukan Amerika Serikat bersama Israel.
“Sesuai Pasal 111 Konstitusi Iran, Majelis Ahli harus segera memilih pemimpin tertinggi baru, apabila terjadi kekosongan jabatan,” ujar Larijani dalam siaran televisi nasional Iran.
Menurutnya, Majelis Ahli akan bersidang hari ini dan proses pemilihan akan dimulai. Diketahui, setelah kematian Ali Khamenei, posisi pemimpin tertinggi diisi sementara oleh Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammad Mokhber.
“Tugas pemimpin tertinggi sementara dijalankan oleh presiden, ketua pengadilan, dan satu anggota Dewan Wali hingga pemimpin baru ditetapkan,” katanya.
Proses pemilihan pemimpin tertinggi baru Iran diperkirakan menjadi penentu arah politik dan keamanan negara tersebut ke depan. Sebelumnya, pada Sabtu pagi waktu setempat, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan ke sejumlah wilayah Iran, termasuk ibu kota Teheran.
Serangan itu disebut menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban sipil. Iran kemudian meluncurkan serangan balasan berupa rudal ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah. Televisi nasional Iran pada Minggu mengonfirmasi Ali Khamenei wafat akibat serangan tersebut.
Namun, Larijani menegaskan Iran tidak berniat menyerang negara tetangga di kawasan, melainkan hanya menargetkan pangkalan militer AS yang berada di luar wilayah negara mereka. Situasi di kawasan Timur Tengah pun masih memanas seiring meningkatnya tensi antara Iran, AS, dan Israel. (nas)









