INDOPOSCO.ID – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong integrasi data geospasial dan tata kelola satu data guna menjamin pasokan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program MBG membutuhkan ketersediaan pangan bergizi yang stabil dan terjangkau dari produksi dalam negeri.
Salah satu komoditas yang dinilai cocok mendukung program MBG adalah ikan. Baik dari hasil tangkapan maupun budi daya, karena bernilai gizi tinggi. Dan mampu menggerakkan ekonomi nelayan dan pelaku usaha perikanan.
Namun, dukungan data produksi, stok, distribusi, harga, hingga lokasi sumber daya laut dan darat masih tersebar di berbagai instansi, berbeda standar, belum mutakhir, serta belum terintegrasi dari daerah hingga nasional. Kondisi ini berpotensi menghambat perencanaan dan pengawasan program MBG.
Kepala Pusat Riset Sains Data dan Informasi, BRIN Esa Prakasa mengatakan, integrasi data geospasial dan tata kelola satu data membuka peluang kolaborasi pemanfaatan data pemerintahan digital guna mendukung MBG melalui inisiatif Satu Peta Nasional MBG.
“Kami ulas kebutuhan dan tantangan integrasi data produksi, stok, distribusi, harga, serta data lokasi yang relevan dengan operasional MBG,” ujar Esa dalam keterangan, Selasa (24/2/2026)
Ia menambahkan, pelaksanaan MBG membutuhkan data akurat dan terpadu, termasuk data spasial lokasi dapur dan penyedia layanan. Tanpa tata kelola data dan mekanisme verifikasi yang kuat, penentuan lokasi berbasis geolocation berpotensi menimbulkan risiko penyimpangan.
“Dengan BGN kami ingin memperoleh terkait kebutuhan data, proses validasi, serta peran pemerintah daerah sebagai produsen data,” ujarnya.
“Dengan kolaborasi ini kami berharap menghasilkan rekomendasi konkret penguatan pemerintahan digital dalam kerangka Satu Peta Nasional MBG hingga mendorong tindak lanjut riset terapan untuk mendukung keberhasilan program MBG secara transparan, akuntabel, dan berbasis bukti,” imbuhnya. (nas)










