INDOPOSCO.ID – Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii memastikan 18 negara telah mengonfirmasi partisipasi dalam ajang Indonesia International Search and Rescue (IISAR) 2026, yang akan digelar pada 9–12 April 2026 di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2.
“Ke-18 negara itu sudah menyatakan siap mengirimkan perwakilan dari kantor SAR masing-masing. Mereka berasal dari Eropa, Amerika, Asia Tenggara, hingga negara selatan-selatan,” ujar Syafii saat membuka Jambore Potensi SAR Nasional di Tangerang, Sabtu (14/2/2026).
Total peserta IISAR 2026 ditargetkan mencapai 30 negara, menjadikannya forum pencarian dan pertolongan terbesar di Asia tahun ini.
Pameran, Forum Global, dan Kompetisi SAR Challenge
IISAR 2026 akan menampilkan tiga agenda utama pameran Teknologi SAR, yaitu pertama, menampilkan inovasi mutakhir dari perusahaan dan lembaga riset dalam serta luar negeri, termasuk sistem pencarian berbasis AI dan peralatan evakuasi canggih.
Kedua, forum internasional, mempertemukan pakar, praktisi, dan pembuat kebijakan global untuk membahas standar dan kerja sama internasional dalam penanganan bencana.
Ketiga, SAR challenge, kompetisi uji kemampuan teknis dan taktis antar tim penyelamat dari berbagai negara dalam skenario penyelamatan yang menyerupai kondisi lapangan sebenarnya.
“Melalui ajang ini, kita ingin membangun kolaborasi, inovasi, dan berbagi pengalaman lintas negara dalam menghadapi tantangan darurat global,” kata Syafii.
Penyelenggaraan IISAR 2026 juga mempertegas posisi Indonesia dalam jaringan International Search and Rescue Advisory Group (INSARAG), sekaligus menegaskan komitmen Basarnas dalam meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan SAR di tingkat internasional.
“Kami ingin mempelajari perkembangan teknologi dan metode operasi SAR dari negara lain, agar Basarnas dan seluruh potensi SAR Indonesia semakin kompeten, cepat, dan tepat saat bertugas,” tutur Syafii.
Selain memperkuat jejaring global, IISAR 2026 juga akan menjadi ajang pertukaran ilmu dan teknologi penyelamatan, mulai dari robot bawah air, drone pencari korban, hingga sistem komunikasi darurat terpadu.
Indonesia diharapkan tampil sebagai pusat inovasi dan kerja sama kemanusiaan regional, sejalan dengan visi pemerintahan Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan nasional terhadap bencana. (dam)











