INDOPOSCO.ID – Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya telah memeriksa 36 saksi terkait kasus kecelakaan antara kereta api jarak jauh dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur. Para saksi yang dimintai keterangan terdiri dari warga di lokasi kejadian, masinis, hingga unsur pemerintahan.
“Sampai dengan saat ini, penyidik telah meminta keterangan dari 36 orang saksi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Pihak kepolisian telah mencatat beberapa nama dalam daftar saksi, di antaranya Rendi Ebenzer dan Farrel Ardan yang turut dimintai keterangan dalam laporan polisi tersebut.
Pihak kepolisian turut memintai keterangan sejumlah saksi dari warga di sekitar lokasi kejadian. Para saksi tersebut antara lain Udin T. selaku penjaga palang pintu; Iwan Setiawan selaku pemilik warung di samping perlintasan; serta Aris Harpan, Lukman Nurhakim, dan Prabu Anton Fortalistya yang merupakan petugas penitipan motor setempat.
Selain itu, Darkim, seorang warga yang membantu mendorong taksi, serta Ketua RW 05 Duren Jaya, Purwanto, dan Ketua RT 03 Duren Jaya, Cecep Supriyadi, juga telah dimintai keterangan dalam proses penyidikan.
“Pihak operasional perkeretaapian Hendrik, selaku Kepala Pusat Pengendali. Mukhlis, selaku Pengatur Perjalanan Kereta Api. Rendy, selaku Petugas Sinyal. Ading, selaku masinis kereta rel listrik. Nofiandi, selaku masinis kereta api Argo Bromo,” ujar Budi Hermanto.
“Freddy, selaku asisten masinis kereta api Argo Bromo. Eko, selaku pengendali perjalanan kereta api. Sulih Japatudin, selaku masinis kereta rel listrik 5181 B,” tambahnya.
Penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak dari instansi terkait, di antaranya perwakilan Dinas Tata Ruang Kota Bekasi (Kristian Galuh Eko Prasetyo) Dinas Bina Marga Kota Bekasi (Ridwan Muarief), serta perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum Kota Bekasi, serta Kasubdit Angkutan Ditjen Perhubungan Darat Utomo Harmawan.
Kecelakaan itu bermula saat taksi listrik (Green SM) mogok di perlintasan Ampera, tertabrak KRL, lalu berakibat KA Argo Bromo Anggrek menabrak belakang KRL di Stasiun Bekasi Timur. Akibat kecelakaan kereta api tersebut, sebanyak 16 orang dilaporkan meninggal dunia.(dan)











