• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Ini Alasan Wacana Militerisasi Penerima Beasiswa LPDP Disoal

Nasuha Editor Nasuha
Selasa, 5 Mei 2026 - 11:13
in Headline
Rupiah

Ilustrasi uang beasiswa. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Wacana militerisasi kader Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kembali memicu perdebatan publik. Pelibatan unsur militer dalam pembekalan penerima beasiswa dinilai sebagian pihak dapat memperkuat disiplin dan nasionalisme. Bahkan, dikhawatirkan menggeser ruang pendidikan sipil menjadi terlalu komandoistik.

Pengamat pendidikan dari Vox Point Indonesia, Indra Charismiadji menilai wacana militerisasi penerima LPDP tersebut tidak bisa dilihat secara hitam-putih. Menurutnya, yang terpenting adalah kejelasan tujuan dan batas etik agar pembekalan tidak berubah menjadi penyeragaman pola pikir.

BacaJuga:

Kejagung Buka Peluang Klraifikasi Kepala BGN Terkait Kasus Korupsi MBG

Komnas Haji Soroti Aturan Baru: Ada Apa di Balik OJK Ikut Awasi Dana Haji?

Saut Situmorang Soroti Carut-Marut Program Pemerintah: Dari Niat Jahat hingga Korupsi Sistemik yang Seret Presiden

“Kalau untuk membangun disiplin, integritas, dan ketahanan mental, tentu ada nilai yang bisa dipelajari. Tapi jangan sampai pendekatan militer (militerisasi, red) menjadi dominan dan mematikan daya kritis,” ujar Indra melalui gawai, Selasa (5/5/2026).

Indra menilai wacana itu kemungkinan muncul sebagai respons atas kasus alumni LPDP yang tidak kembali ke Indonesia setelah studi. Ia menegaskan beasiswa LPDP merupakan investasi publik, sehingga penerima memiliki tanggung jawab moral untuk berkontribusi bagi bangsa.

Menurutnya, nilai kedisiplinan, konsistensi, dan daya tahan memang penting, apalagi para awardee akan menghadapi tekanan akademik dan kompetisi global. “Pendidikan tinggi tetap harus menjadi ruang kebebasan berpikir, tempat mahasiswa dilatih mengkritik dan melahirkan inovasi,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti persoalan utama bukan semata kurangnya nasionalisme, melainkan belum siapnya ekosistem nasional menyerap talenta unggul. Banyak alumni menghadapi birokrasi lambat dan minimnya dukungan riset ketika kembali ke Tanah Air.

Karena itu, Indra menawarkan jalan tengah dengan mengambil nilai disiplinnya tanpa memaksakan format militer yang kaku. Pembekalan dapat dirancang dalam bentuk pelatihan kepemimpinan yang memadukan ketahanan mental, etika publik, kerja tim lintas disiplin, serta ruang dialog dan kreativitas.

“Yang dibutuhkan Indonesia adalah keseimbangan. Disiplin penting, tetapi tetap harus melahirkan manusia yang kritis, inovatif, dan merdeka dalam berpikir,” tegasnya.(nas)

Tags: KaderLPDPMiliterisasiWacanaWacana Militerisasi

Berita Terkait.

kejagung
Headline

Kejagung Buka Peluang Klraifikasi Kepala BGN Terkait Kasus Korupsi MBG

Senin, 22 Juni 2026 - 17:37
Jemaah-Haji
Headline

Komnas Haji Soroti Aturan Baru: Ada Apa di Balik OJK Ikut Awasi Dana Haji?

Senin, 22 Juni 2026 - 09:50
Saut
Headline

Saut Situmorang Soroti Carut-Marut Program Pemerintah: Dari Niat Jahat hingga Korupsi Sistemik yang Seret Presiden

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:05
Purbaya
Headline

Purbaya Ungkap Mesin Ekonomi RI Kian Bertenaga, Pertumbuhan Lampaui Banyak Negara G20

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:32
Petugas
Headline

YLKI Desak Prabowo Turun Tangan, Ancam Tempuh Jalur Hukum Jika Pemadaman Listrik Berulang

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:20
Polres-Bekasi
Headline

Bekasi Ditch Bodies Case: Police Detain Four Suspects

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:29

BERITA POPULER

  • Kejagung Bongkar Isi WhatsApp, Sony Sonjaya Sebut 41 Nama Peminta Titik Dapur MBG

    Los Blancos Makin Ganas! Rekrut 2 Bintang Tanpa Mahar, Kini Incar Bek Inter

    1131 shares
    Share 452 Tweet 283
  • Menkeu RI Raih Dukungan Tiongkok untuk Panda Bond, AIIB Siapkan USD17 Miliar

    881 shares
    Share 352 Tweet 220
  • Hasil Piala Dunia: Spanyol Bantai Arab Saudi, VAR Selamatkan Belgia dari Kekalahan

    850 shares
    Share 340 Tweet 213
  • Hasil Piala Dunia: Bantai Swedia, Belanda Kuasai Puncak Grup

    794 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
Piala Dunia 2026: Rashford Desak Inggris Tampil Dominan Kontra Ghana
Olahraga

Piala Dunia 2026: Rashford Desak Inggris Tampil Dominan Kontra Ghana

Editor Laurens Dami
Senin, 22 Juni 2026 - 23:00

INDOPOSCO.ID - Timnas Inggris akan menghadapi Timnas Ghana dalam laga kedua Grup L Piala Dunia 2026 di Stadion Gillette pada...

SelengkapnyaDetails
fifa

Jadwal Piala Dunia: Argentina, Prancis, Norwegia Main, Buru 32 Besar Lebih Cepat

Senin, 22 Juni 2026 - 17:27
Salah

Hasil Piala Dunia: Comeback, Mesir Bekuk Selandia Baru dan Rebut Puncak Klasemen

Senin, 22 Juni 2026 - 12:03
Trossard

Hasil Piala Dunia 2026: Ditahan Imbang Iran, Lini Serang Belgia Kurang Efektif

Senin, 22 Juni 2026 - 10:41
Yamal

Libas Arab Saudi 4-0, Yamal Sebut Spanyol Sudah Temukan Ritme Permainan

Senin, 22 Juni 2026 - 08:39
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.