INDOPOSCO.ID – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajarannya untuk memastikan ketersediaan stok dan keterjangkauan harga bahan pokok di pasar menjelang Ramadan 2026. Penekanan khusus diberikan pada wilayah-wilayah yang terdampak bencana agar tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga.
“Bapak Presiden ingin memastikan harga-harga, ketersediaan bahan pokok, bahan pangan, bahan-bahan yang dibutuhkan, khususnya di daerah yang terdampak bencana, itu (harus) benar-benar ada dan benar-benar terjangkau,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di Jakarta dikutip Kamis (12/2/2026).
Teddy menegaskan komitmen Presiden untuk segera menyalurkan bantuan yang diperlukan warga tanpa keraguan sedikit pun.
“Bapak Presiden tidak ragu-ragu untuk memberikan semua yang diperlukan ke warga sesegera mungkin,” tutur eks ajudan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) itu.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengutarakan bahwa stok pangan pokok strategis secara nasional masih aman dan memadai. Pemerintah memastikan tidak hanya komoditas beras saja yang aman, melainkan jenis pangan pokok lainnya juga mencukupi.
“Stok (cadangan beras pemerintah) banyak. Sekarang stoknya 3,4 juta ton hari ini. Kemungkinan akhir bulan (bisa) 3,8 juta ton. Bulan Maret bahkan bisa 4 juta ton. (Bantuan pangan) kita percepat. SK-nya (penugasan) sudah,” ungkap Amran terpisah di Istana Negara, Jakarta.
Dalam catatan Bapanas, per 11 Februari 2026, total beras yang dikelola Perum Bulog masih sangat kuat dengan berada di level 3,41 juta ton. Realisasi serapan setara beras dari produksi dalam negeri oleh Bulog pun semakin melesat.
Total realisasi serapan Bulog pada 11 Februari telah mencapai 240,4 ribu ton setara beras. Hal itu melonjak sampai lebih dari 500 persen jika dibandingkan tingkat serapan minggu pertama Februari 2025. Saat itu angka serapan Bulog masih berada di angka 38,7 ribu ton.
Selain beras, Amran meneguhkan optimismenya bahwa seluruh pangan pokok strategis statusnya lebih dari mencukupi untuk kebutuhan masyarakat sampai Idulfitri 2026. Ada pula beberapa komoditas pangan yang surplus yang bahkan bisa dilepas untuk ekspor.
“Jadi stok pangan menghadapi Ramadan, semua stok kita dua bulan ke depan, surplus. Lebih dari cukup,” ucap Amran. (dan)











