INDOPOSCO.ID – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Muktarudin menegaskan bahwa media massa adalah pilar utama edukasi publik di tengah tantangan ketenagakerjaan global. Hal itu disampaikannya dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN), Senin (9/2/2026).
Mukhtarudin menyatakan bahwa tantangan terbesar bagi calon pekerja migran Indonesia (CPMI) pada tahun 2026 bukan lagi sekadar akses pekerjaan, melainkan banjir disinformasi.
Oleh karena itu, ia mendorong insan pers untuk terus menyosialisasikan prosedur migrasi aman (safe migration), sebagai filter utama di tengah gempuran informasi palsu di media sosial yang sering menyasar calon pekerja migran Indonesia.
“Artinya, pers yang “sehat” menjadi satu-satunya filter yang mampu membedakan antara peluang kerja luar negeri yang sah dengan sindikat penipuan daring,” kata Muktarudin dalam keterangannya, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Mukhtarudin juga menyoroti kaitan erat antara informasi yang sehat dengan kedaulatan ekonomi. Menurutnya, pers yang kredibel membantu masyarakat memahami peluang kerja luar negeri secara legal, sehingga meminimalisir praktik tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Dalam konteks ekonomi berdaulat, ia menyoroti kontribusi utama pers bagi Kementerian P2MI dalam literasi keuangan. Media massa membantu mengedukasi keluarga Pekerja Migran mengelola remitansi agar menjadi modal produktif, bukan sekadar konsumtif.
Ia berharap agar kolaborasi antara pemerintah dan media massa semakin solid. Mengingat perlindungan bagi para Pekerja Migran bukan hanya tugas kementeriannya, melainkan tanggung jawab kolektif yang disuarakan oleh pers.
“Dirgahayu Pers Nasional. Mari kita bersama-sama mewujudkan migrasi yang aman, bermartabat, dan berdaulat secara ekonomi,” imbuh politikus Golkar itu. (dan)










