• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Legislator DPR Minta Organisasi Kepemudaan Tak Hanya Latihan Kepemimpinan

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Sabtu, 7 Februari 2026 - 15:35
in Nasional
fikri

Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Abdul Fikri Faqih. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Organisasi kepemudaan tidak hanya terpaku pada rutinitas kaderisasi internal saja. Tetapi harus aktif merangkul pemuda berprestasi di luar struktur organisasi, termasuk lulusan vokasi dan penyandang disabilitas.

Pernyataan tersebut diungkapkan Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Abdul Fikri Faqih dalam keterangan, Sabtu (7/2/2026). Ia menyoroti fenomena program OKP yang dinilainya terlalu seragam, yakni didominasi oleh latihan kepemimpinan.

BacaJuga:

Tuai Perdebatan, Putusan MK Nomor 135 tentang Pemilu Nasional dan Lokal Harus Dikaji Ulang

Tingkatkan Keselamatan di Perlintasan Kereta Api, BRIN Dorong Inovasi Pelat Karet dan Sistem Berbasis AI

Yusril Soroti Judul Film ‘Pesta Babi’, Nilai Potensial Munculkan Aneka Tafsir

Menurut Legislator Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, fenomena tersebut menimbulkan surplus calon pemimpin, namun minim pengikut atau kolaborator yang memiliki keahlian teknis spesifik.

“Saya menangkap hampir semua programnya adalah latihan kepemimpinan. Jadi ini (ingin) jadi pemimpin semua. Lalu ada yang dipimpin tidak ini, Pak?” tanya Fikri memberikan otokritik konstruktif.

Fikri memaparkan solusi konkret berupa simbiosis mutualisme antara aktivis organisasi dan inovator muda (inventor). Ia menilai, aktivis organisasi kepemudaan memiliki keunggulan kompetensi manajerial yang teruji karena terbiasa mengelola kegiatan dalam keterbatasan.

“Seperti di Jawa Tengah banyak pemuda memiliki gagasan brilian dan prestasi internasional. Contohnya sosok Arfian Fuadi dari Salatiga, seorang inventor yang karyanya diakui dunia hingga mengalahkan lulusan doktoral MIT, serta Jay Senjaya Mulia, pendiri ASEAN Youth Organization,” bebernya.

“Teman-teman organisasi itu rata-rata skill manajerialnya bagus dan teruji. Ini kalau bisa ditularkan kepada inovator muda yang mungkin tidak kuliah, hanya lulusan SMK, tapi berprestasi internasional. Mereka punya ide, karena ideas are your own only currency (ide adalah mata uang Anda),” sambung Fikri.

Selain inovator teknologi, Fikri juga menyoroti prestasi pemuda disabilitas yang sering luput dari radar organisasi kepemudaan.

Ia menyebutkan prestasi tim sepak bola amputasi yang kipernya berasal dari daerah pemilihannya di Jawa Tengah, yang telah berkompetisi hingga ke Turki.

“Kalau bisa mereka juga didekati. Paling tidak dijadikan inspirator. Ada imbal balik; organisasi mendapatkan inspirasi, sementara atlet atau inovator mendapatkan dukungan manajerial,” ungkapnya.

Fikri berharap pola kolaborasi ini dapat mempercepat terwujudnya Youth Mainstreaming (pengarusutamaan pemuda) di Indonesia. Ia membandingkan dengan Singapura yang telah berhasil menempatkan kaum muda profesional (Young Urban Professionals) sebagai wajah representasi negara.

“Harapan saya Youth Mainstreaming tidak hanya angan-angan. Kalau kita lihat Singapura, utusan negaranya tidak ada orang tua, anak muda semua. Di depan (memimpin) atas nama negara. Jawa Tengah punya potensi besar untuk itu,” ujarnya. (nas)

Tags: DPRLegislatorpemuda

Berita Terkait.

Pemilu
Nasional

Tuai Perdebatan, Putusan MK Nomor 135 tentang Pemilu Nasional dan Lokal Harus Dikaji Ulang

Jumat, 15 Mei 2026 - 02:06
Kereta-Api
Nasional

Tingkatkan Keselamatan di Perlintasan Kereta Api, BRIN Dorong Inovasi Pelat Karet dan Sistem Berbasis AI

Jumat, 15 Mei 2026 - 01:15
Yusril
Nasional

Yusril Soroti Judul Film ‘Pesta Babi’, Nilai Potensial Munculkan Aneka Tafsir

Kamis, 14 Mei 2026 - 21:21
Ibadah-Haji
Nasional

Jelang Puncak Ibadah Haji, Kemenhaj Imbau Jemaah Hemat Energi dan Jaga Stamina

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:40
Film
Nasional

Yusril: Pemerintah Ambil Pelajaran dari Film Dokumenter ‘Pesta Babi’

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:29
sturman
Nasional

Baleg DPR Kebut RUU Satu Data Indonesia, Fokuskan Interoperabilitas Data

Kamis, 14 Mei 2026 - 17:07

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    1266 shares
    Share 506 Tweet 317
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1092 shares
    Share 437 Tweet 273
  • Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    980 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

    722 shares
    Share 289 Tweet 181
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.