• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Kanker Meningkat, Negara Dinilai Abai dan Lebih Lindungi Industri

Dilianto Editor Dilianto
Kamis, 5 Februari 2026 - 13:23
in Gaya Hidup
Ilustrasi tenaga kesehatan dengan pita kanker. Aktivis konsumen mendesak pemerintah segera menjalankan penuh PP No. 28 Tahun 2024 demi melindungi kesehatan publik. Foto: Net

Ilustrasi tenaga kesehatan dengan pita kanker. Aktivis konsumen mendesak pemerintah segera menjalankan penuh PP No. 28 Tahun 2024 demi melindungi kesehatan publik. Foto: Net

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah lonjakan kasus kanker yang kian mengkhawatirkan, langkah negara untuk melindungi warganya justru dinilai jalan di tempat. Regulasi kunci pengendalian faktor risiko kanker belum kunjung diterapkan secara serius.

Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi, menilai pemerintah bersikap ambigu bahkan cenderung melakukan pembiaran terhadap tingginya prevalensi kanker di Indonesia.

BacaJuga:

Semarak Kemerdekaan, Swiss-Belhotel Pondok Indah Luncurkan “Podjok Ningrat”

Semarak HUT ke-81 RI, Hotel GranDhika Iskandarsyah Jakarta Hadirkan “Spirit of Independence”

Antusiasme Konsumen Menguat, iCAR Catat Lebih dari 1.000 SPK di GIIAS 2026

“Ancaman kanker sudah di depan mata, tapi negara justru lamban. Regulasi ada, tapi implementasinya mandek,” ujar Tulus melaljui gawai, Kamis (5/2/2026).

Ia menyoroti belum rampungnya Rapermenkes pengendalian makanan dan minuman tinggi gula, garam, dan lemak (GGL), padahal regulasi tersebut merupakan mandat PP No. 28 Tahun 2024 tentang Kesehatan.

Penundaan penerapan cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) juga dinilai memperlemah upaya pencegahan kanker, terutama di kalangan generasi muda yang kini menjadi konsumen terbesar produk tersebut.

“Pengendalian GGL itu krusial. Tapi pemerintah justru menunda-nunda. Ini sinyal keberpihakan yang salah,” kata Tulus.

Kondisi serupa terjadi pada Rapermenkes pengendalian tembakau, yang mengatur peringatan kesehatan bergambar yang diperbesar, pembatasan iklan rokok, larangan penjualan rokok ketengan, hingga pengaturan kadar tar dan nikotin.

“Rapermenkes (Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan) tembakau itu mandat PP 28/2024 dan seharusnya berlaku sejak 2023. Tapi hingga kini mangkrak,” tegasnya.

Menurut Tulus, lemahnya komitmen pemerintah menunjukkan adanya tarik-menarik kepentingan antara kesehatan publik dan kepentingan ekonomi industri makanan-minuman serta rokok.

“Negara terlihat lebih melindungi kepentingan oligarki industri dibandingkan kesehatan warganya,” kritiknya.

Padahal, rokok menyumbang 35,5 persen faktor risiko kanker, dan prevalensi perokok di Indonesia telah mencapai 32 persen, termasuk 7,4 persen anak-anak. Tanpa regulasi ketat, risiko kanker dipastikan terus meningkat.

Pegiat perlindungan konsumen itu menegaskan bahwa World Cancer Day seharusnya menjadi momentum perubahan kebijakan, bukan sekadar seremoni.

“PP 28/2024 harus dijalankan penuh. Masyarakat berhak atas perlindungan negara dan hak hidup sehat,” tutur mantan Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) itu.

Namun, di tengah lemahnya perlindungan negara, ia mengingatkan masyarakat untuk tidak bergantung sepenuhnya pada kebijakan pemerintah.

“Saat negara belum hadir sepenuhnya, masyarakat harus melindungi dirinya sendiri. Mengandalkan negara saja, ibarat menggantang asap,” tambahnya. (her)

Tags: FKBIkankerkesehatantulus abadiWorld Cancer Day

Berita Terkait.

swissbell
Gaya Hidup

Semarak Kemerdekaan, Swiss-Belhotel Pondok Indah Luncurkan “Podjok Ningrat”

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:06
grandhika
Gaya Hidup

Semarak HUT ke-81 RI, Hotel GranDhika Iskandarsyah Jakarta Hadirkan “Spirit of Independence”

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:02
V23
Gaya Hidup

Antusiasme Konsumen Menguat, iCAR Catat Lebih dari 1.000 SPK di GIIAS 2026

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:08
changan
Gaya Hidup

Changan Makin Dekat dengan Masyarakat Bali, Dealer 3S Resmi Beroperasi di Jimbaran

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:17
Asus
Gaya Hidup

ASUS ExpertBook P5 G2, Teman Kerja Ringkas dengan Performa dan Fitur AI

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:08
Seo-Kang-Jun
Gaya Hidup

Hubungan 10 Tahun Seo Kang Jun dan Ahn Eun Jin Terancam Hancur dalam “A Love Other Than Yours”

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:07

BERITA POPULER

  • ertiga

    Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1165 shares
    Share 466 Tweet 291
  • Perayaan 1 Tahun dengan Berbagai Penghargaan, Mitsubishi Destinator Tampil Mentereng di GIIAS 2026

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • iCAR V23 dan V27 Hadir di GIIAS 2026, Bawa Pilihan Baru Kendaraan Elektrifikasi

    972 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3693 shares
    Share 1477 Tweet 923
  • Restrukturisasi Subholding Upstream, SP PDSI Minta PDSI Diperkuat Jadi National Drilling Champion

    860 shares
    Share 344 Tweet 215
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.