INDOPOSCO.ID – Yayasan Astra – Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim (YPA MDR) menyelenggarakan Festival Generasi Cerdas (FGC) 2026 bertajuk “Cerdas Berprestasi, Kreatif Menginspirasi” di Jakarta, pada 29 September hingga 1 Oktober 2026.
Festival itu menjadi ruang apresiasi bagi karya, kreativitas, dan prestasi sekolah binaan Yayasan Astra – YPA MDR yang tersebar di 9 provinsi dan 18 kabupaten di Indonesia.
“Upaya tersebut membutuhkan kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah, sekolah, dunia usaha, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan,” kata Ketua Pembina Yayasan Astra – Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim, Gita Tiffani Boer dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Beragam karya yang hadir dalam Festival Generasi Cerdas merupakan bagian dari proses pembinaan melalui empat pilar, yaitu karakter, akademik, kecakapan hidup, serta seni dan budaya.
Salah satunya terlihat melalui inovasi media pembelajaran interaktif berbasis digital maupun nondigital yang dikembangkan oleh guru dan siswa binaan untuk mendukung proses belajar yang lebih kreatif.
Sepanjang 2026, sekolah binaan pihaknya turut mencatatkan berbagai prestasi. Di antaranya, SDN Kertosari, Lampung Selatan, dan SMPN 1 Borong, Manggarai Timur, berhasil meraih Juara 3 Lomba Inovasi Karya Guru tingkat nasional.
Sementara itu, Ferdy Souwalla, siswa SDN Hatusua, Seram Bagian Barat, berhasil melaju ke tingkat nasional Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 pada bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
Berbagai pencapaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan sekolah binaan dalam mengembangkan potensi kepala sekolah, guru, dan siswa. Dedikasi serta capaian mereka turut mendapatkan apresiasi melalui Forum Komunikasi Sekolah Binaan (FKSB) XIII, yang tahun ini menjadi bagian dari rangkaian Festival Generasi Cerdas 2026.
Kepala Sekolah SD Negeri Kembur, Manggarai Timur, NTT, Metodius Rodian menjadi peraih juara sebagai kepala sekolah berprestasi tahun 2026 mengatakan, bahwa semua guru memiliki peran yang sama yaitu mengambil sebuah keputusan dilakukan secara bersama.
“Mari terus belajar. Saya mendapat prestasi seperti ini bukan berarti saya berhenti belajar. Tetapi bagi saya bahwa ini adalah awal bagaimana saya akan terus maju,” ujar Metodius Rodian dalam kesempatan yang sama.(dan)















