• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Soroti Intimidasi, Kang Maman Ingatkan Bahaya Demokrasi Semu

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Selasa, 27 Januari 2026 - 19:21
in Nasional
Ilustrasi - Demokrasi dan kebebasan berpendapat di tengah maraknya ancaman dan intimidasi di ruang publik. Foto: ANTARA

Ilustrasi - Demokrasi dan kebebasan berpendapat di tengah maraknya ancaman dan intimidasi di ruang publik. Foto: ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Peluncuran buku “Riah Riuh Komunikasi” bukan hanya membicarakan teori komunikasi politik, tetapi juga menyingkap persoalan mendasar demokrasi Indonesia hari ini, maraknya intimidasi dalam kebebasan berpendapat.

Penulis sekaligus pegiat literasi, Maman Suherman, menilai kebebasan berekspresi di ruang publik, khususnya di media sosial, kerap dibarengi ancaman dan tekanan yang justru mematikan dialog sehat.

BacaJuga:

BPKP Minta Tim Ekspedisi Patriot Bangun Rantai Pasok Kawasan Transmigrasi

Program SMK Go Global Sasar Pasar Kerja Eropa, Asia, hingga Timur Tengah

Bea Cukai dan Bareskrim Ungkap Jaringan Narkotika Malaysia-Indonesia, Amankan 80 Kilogram Sabu dan 5.200 Butir Ekstasi

“Memang kadang-kadang kita kalau bersuara, ada saja kendalanya. Itu yang saya takutkan, jangan sampai terjadinya demokrasi yang semu, dikasih kebebasan tapi diinjak kakinya. Dikasih kebebasan tapi diancam, dikasih kebebasan tapi kemudian diintimidasi. Jangan sampai itu menjadi budaya komunikasi politik kita,” ujar Maman di Jakarta, Senin (26/1/2026).

Ia menyampaikan hal tersebut usai menghadiri Executive Breakfast Meeting “Riah Riuh Komunikasi” yang digelar IKA Fikom Unpad, mengangkat buku terbaru analis komunikasi politik sekaligus Ketua Umum IKA Fikom Unpad, Hendri Satrio.

Pria yang akrab disapa Kang Maman itu menegaskan dirinya tidak menolak keberadaan buzzer sebagai bagian dari dinamika komunikasi politik modern. Namun, ia menolak keras praktik intimidasi yang dilakukan secara anonim dan tidak bertanggung jawab.

“Saya bukan orang yang anti dengan buzzer. Tapi saya anti dengan orang-orang yang melakukan intimidasi dengan sangat pengecut,” tegasnya.

Kang Maman mengkritik pihak-pihak yang menyerang tanpa berani mempertanggungjawabkan narasi dan argumennya.

“Tidak bisa mempertanggungjawabkan narasinya, tidak bisa mempertanggungjawabkan argumentasinya. Kalau kamu tidak suka sama argumentasi saya, kamu bikin kontra-argumentasi. Tapi jangan bersembunyi. Harus kita tampil sama-sama, sehingga kita bisa melakukan dialog,” ujarnya.

Lebih lanjut, penulis buku ‘Potret Para Pesohor’ itu menegaskan bahwa intimidasi hanya akan melahirkan budaya monolog, bukan dialog.

“Orang-orang yang mengintimidasi seperti itu, orang-orang yang cuma bisa bermonolog saja, memaksakan kehendaknya dengan mengancam dan lain sebagainya. Dan buat saya itu pengecut banget. Kita tidak butuh, dan bangsa ini tidak butuh pengecut-pengecut seperti itu,” pungkasnya.

Dengan demikian, diskursus politik tidak lagi didominasi teriakan dan ancaman, melainkan adu argumen yang rasional, terbuka, dan bermartabat, sebagai fondasi penting bagi demokrasi yang sehat. (her)

Tags: demokrasiKang MamanKomunikasiMaman SuhermanPegiat LiterasiRiah Riuh Komunikasi

Berita Terkait.

Rizal-Suhaili
Nasional

BPKP Minta Tim Ekspedisi Patriot Bangun Rantai Pasok Kawasan Transmigrasi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:07
Asta-mandala
Nasional

Program SMK Go Global Sasar Pasar Kerja Eropa, Asia, hingga Timur Tengah

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:45
Narkotika
Nasional

Bea Cukai dan Bareskrim Ungkap Jaringan Narkotika Malaysia-Indonesia, Amankan 80 Kilogram Sabu dan 5.200 Butir Ekstasi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:04
sigit
Nasional

Isu Pergantian Kapolri Kembali Menguat, Pakar Singgung Dilema Politik Presiden Prabowo

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:12
habib
Nasional

Ramai Isu Pergantian Kapolri, DPR Angkat Suara

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:11
basarnas
Nasional

Basarnas Beber Fakta Tragis di Balik Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:10

BERITA POPULER

  • Jasad

    Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2108 shares
    Share 843 Tweet 527
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2540 shares
    Share 1016 Tweet 635
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1209 shares
    Share 484 Tweet 302
  • Mutasi Besar Polri: 146 Perwira Pati dan Pamen Berganti Jabatan

    1152 shares
    Share 461 Tweet 288
  • PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    1121 shares
    Share 448 Tweet 280
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.