INDOPOSCO.ID – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengungkapkan sejumlah negara penempatan yang menjadi incaran bagi program SMK Go Global, yakni Jerman, Turki, hingga Maladewa untuk berbagai bidang pekerjaan.
SMK Go Global merupakan program strategis yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) untuk menjembatani pendidikan vokasi dengan pasar kerja internasional secara prosedural dan profesional.
“Hong Kong, ya. dan beberapa negara Eropa, termasuk Turki dan Jerman, ya. Kemudian ada di Asia ada Maladewa ya untuk yang wellness therapist,” kata Mukhtarudin saat memperkenalkan Asta Mandala Go Global di kantor Kementerian P2MI, Jakarta Selatan, Rabu (5/8/2026).
Negara Jerman membutuhkan pekerja di bidang keperawatan. Sementara itu, di wilayah Timur Tengah dibutuhkan pekerja untuk industri perhotelan.
“Ini kita juga ada menyiapkan. Jadi sebagian besar Asia dan juga Eropa. Dan Timur Tengah juga ada, tapi yang formal. Yang hospitality, ya nurse, itu ada di wilayah Timur Tengah,” ujar Mukhtarudin.
Peserta SMK Go Global yang tertarik menjadi perawat, baik lulusan sekolah swasta, Poltekkes, maupun Stikes, akan dimatangkan kemampuan bahasanya oleh pemerintah sesuai negara penempatan.
“Untuk perawat, kita tinggal tambah bahasa saja. Mereka sudah sertifikasi, sudah punya keahlian, tinggal tambah bahasa, dilatih bahasa, gitu,” tutur politikus Golkar itu.
“Ya, bahasa Jepang, bahasa Korea, bahasa Jerman, bahasa apa saja yang sesuai kebutuhan er yang sudah kita profiling kebutuhan daripada penempatannya,” tambahnya.
Target pengiriman peserta SMK Go Global pada tahun 2026 adalah 40 ribu orang. Program tersebut didukung oleh alokasi anggaran pemerintah melalui APBN. Alokasi dana negara tersebut digunakan dalam bentuk subsidi penuh untuk biaya pelatihan bahasa asing, peningkatan keterampilan teknis, dan sertifikasi profesi bagi lulusan SMK.(dan)


















