INDOPOSCO.ID – Di balik keberhasilan penyelamatan ratusan penumpang dalam insiden kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa II di Perairan Sumenep, tersimpan fakta baru mengenai penyebab meninggalnya lima korban jiwa.
Badan SAR Nasional (Basarnas) memastikan para korban tidak kehilangan nyawa akibat kobaran api. Berdasarkan hasil identifikasi dan proses evakuasi, kelima korban diduga meninggal setelah terjatuh atau melompat dari ketinggian ekstrem ketika berupaya menyelamatkan diri saat kapal dilalap api pada Minggu (2/8/2026).
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menjelaskan, sejak kebakaran pertama kali terjadi, awak kapal langsung mengaktifkan komunikasi darurat dan mengarahkan seluruh penumpang mengenakan jaket pelampung serta berkumpul di area anjungan kapal.
“Kondisi para almarhum dan almarhumah yang meninggal dunia bukan karena terbakar. Dalam kondisi normal, jarak anjungan ke permukaan air lebih dari 7 meter. Saat kapal mulai miring. korban-korban terakhir ini diperkirakan terjatuh dari ketinggian lebih dari 10 meter,” kata Syafii dalam keterangannya, dikutip pada Rabu (5/8/2026).
Menurut Basarnas, situasi di lapangan semakin sulit ketika proses penyelamatan berlangsung di tengah laut. Tidak semua kapal yang datang memberikan bantuan memiliki fasilitas pintu ramp door, sehingga para penyintas harus memanjat tangga tali dari permukaan laut untuk bisa naik ke kapal penyelamat. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena dilakukan di tengah situasi darurat.
Meski menghadapi berbagai kendala, respons cepat awak KMP Mutiara Sentosa II dinilai menjadi faktor penting yang menyelamatkan ratusan nyawa. Instruksi darurat yang segera disiarkan membuat seluruh penumpang dan awak kapal dapat menggunakan pelampung sebelum meninggalkan kapal.
Basarnas mencatat sebanyak 233 penumpang berhasil diselamatkan dalam peristiwa tersebut.
“Informasi yang kita dapat memastikan seluruh korban telah memakai life jacket. Ini yang membuat mayoritas penumpang bisa bertahan di laut hingga bantuan kapal lain tiba,” jelasnya.
Basarnas menilai penggunaan life jacket oleh seluruh penumpang menjadi kunci utama tingginya angka keselamatan dalam insiden tersebut. Kecepatan awak kapal menyampaikan instruksi evakuasi juga dinilai berperan besar sehingga sebagian besar penumpang mampu bertahan di laut hingga proses penyelamatan berhasil dilakukan. (her)


















