INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendesak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan afirmasi nyata terhadap kesejahteraan guru swasta dan tenaga kependidikan (tendik).
Ia menilai perhatian terhadap kesejahteraan pendidik selama ini masih lebih banyak diarahkan kepada guru di sekolah negeri. Padahal, guru swasta dan tendik juga memiliki peran penting dalam menopang layanan pendidikan nasional.
“Ini guru sudah diperhatikan, tetapi masih di sekolah negeri. Selanjutnya, bagaimana caranya advokasi atau afirmasi pada guru di sekolah swasta,” kata Fikri di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Politikus Fraksi PKS DPR RI itu juga menyoroti nasib tenaga kependidikan yang dinilai kerap luput dalam pembahasan mengenai kesejahteraan pendidikan. Menurut dia, perhatian pemerintah semestinya tidak hanya tertuju kepada guru.
“Isunya juga guru. Sementara sudah lama kita diskusi tidak hanya guru, tetapi tenaga kependidikan. Dirjennya juga namanya GTK, Guru dan Tenaga Kependidikan,” tegasnya.
Fikri berharap pemerintah segera menyiapkan skema kesejahteraan bagi tenaga kependidikan secara realistis. Menurut dia, keberadaan tendik tidak dapat dipisahkan dari penyelenggaraan pendidikan di sekolah.
Selain persoalan kesejahteraan pendidik, Fikri menyoroti kondisi infrastruktur pendidikan yang masih memprihatinkan. Dari sekitar 1,8 juta ruang kelas yang tercatat dalam rentang 2014–2024, sekitar 1,3 juta di antaranya disebut mengalami kerusakan.
“Hanya kira-kira 500.000 yang layak, atau tepatnya 466.000,” ungkapnya.
Ia meminta pengawasan ketat terhadap anggaran revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan sebesar Rp5 triliun yang telah dikembalikan.
Dia berharap monitoring program revitalisasi diperkuat sehingga sekolah yang mengalami kerusakan dan tidak layak dapat segera mendapatkan penanganan. (nas)















