INDOPOSCO.ID – Anggota DPR RI Yanuar Arif Wibowo menilai pembangunan infrastruktur desa menjadi kunci utama dalam memperkuat perekonomian masyarakat, karena dampaknya dirasakan langsung hingga ke lapisan paling bawah.
Hal tersebut disampaikan Yanuar saat menghadiri Tasyakuran Realisasi Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW), Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), serta bantuan penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam rangka Hari Desa Nasional 2026 yang diperingati setiap 15 Januari, di Desa Karangtawang, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (25/1/2026).
“Alhamdulillah hari ini program-program dari kementerian sudah tersalurkan. Harapannya bantuan ini benar-benar memberi manfaat dan desa semakin merasakan pembangunan,” kata Yanuar.
Menurut legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah VIII (Banyumas–Cilacap) tersebut, pembangunan yang berkeadilan adalah pembangunan yang menyentuh desa, bukan hanya terpusat di kota atau kawasan pertumbuhan ekonomi.
Ia menegaskan, infrastruktur harus hadir hingga wilayah pedesaan agar masyarakat merasakan manfaat pembangunan secara langsung dan berkelanjutan.
Salah satu program strategis pemerintah pusat untuk mendorong pembangunan desa, lanjut Yanuar, adalah PISEW, yang bertujuan membangun jalan penghubung antardesa guna membuka konektivitas wilayah.
“PISEW ini pada dasarnya membangun jalan penghubung antardua desa agar tidak terisolir. Ketika konektivitas terbuka, ekonomi desa ikut bergerak,” ujarnya.
Dengan terbukanya akses, kata dia, mobilitas masyarakat meningkat dan aktivitas ekonomi—terutama di sektor pertanian dan usaha desa—dapat berkembang lebih optimal.
Di Desa Karangtawang, program PISEW direalisasikan melalui pembangunan jalan rabat beton sepanjang sekitar 825 meter yang menghubungkan Desa Karangtawang dan Desa Karangpakis, dengan nilai anggaran sekitar Rp500 juta.
Selain itu, program BSPS juga disalurkan kepada 24 penerima manfaat, masing-masing menerima bantuan Rp20 juta per rumah untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.
“BUMDes Lestari Desa Karangtawang juga menerima bantuan penguatan modal usaha dari pemerintah pusat sebesar Rp35 juta,” kata Yanuar.
Sementara itu, Kepala Desa Karangtawang Sutarno menyampaikan bahwa jalan penghubung antardesa tersebut sebelumnya dibangun melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) pada 2008 dan telah mengalami kerusakan selama bertahun-tahun.
“Jalan ini dibangun sejak 2008 dan sudah puluhan tahun rusak. Alhamdulillah sekarang bisa diperbaiki melalui aspirasi APBN dengan kondisi yang jauh lebih baik dan layak digunakan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Sutarno, jalan PISEW tersebut menjadi akses vital bagi mobilitas warga Desa Karangtawang dan Desa Karangpakis. Perbaikan jalan berdampak langsung terhadap kelancaran lalu lintas serta peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Dulu aksesnya sulit dan jarang dilewati karena rusak. Sekarang jalannya sudah bagus, masyarakat senang, akses ekonomi jadi lebih lancar, dan mobilitas warga lebih mudah,” katanya.
Ia berharap pembangunan infrastruktur desa dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang guna memperkuat konektivitas wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan.
“Dengan infrastruktur yang baik, kami berharap pembangunan dan relasi antarwilayah bisa terus ditingkatkan ke depan,” tutup Sutarno. (dam)










