INDOPOSCO.ID – Pengembangan industri halal nasional tidak hanya membutuhkan regulasi dan sertifikasi yang kuat, tetapi juga sumber daya manusia unggul serta budaya organisasi yang adaptif. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menggandeng ESQ Corp untuk memperkuat kapasitas SDM dan manajemen talenta dalam mendukung percepatan ekosistem halal nasional.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara BPJPH dan ESQ Corp tentang Pembangunan Budaya Organisasi, Sumber Daya Manusia, dan Manajemen Talenta yang berlangsung di Kantor BPJPH, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, menyampaikan apresiasi atas komitmen ESQ Corp dalam mendukung penguatan organisasi dan sumber daya manusia yang menjadi fondasi penting dalam pengembangan industri halal Indonesia.
Menurut Haikal, sektor halal kini telah berkembang menjadi salah satu pilar utama ekonomi nasional. Dalam sembilan bulan terakhir, industri halal tercatat berkontribusi sekitar 27 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dengan nilai ekonomi mencapai Rp4.900 triliun.
“Halal itu untuk semua. Halal bukan hanya bisnis besar, tetapi bisnis raksasa. Dalam sembilan bulan terakhir, industri halal telah menyumbang sekitar 27 persen terhadap Produk Domestik Bruto nasional dengan nilai ekonomi mencapai Rp4.900 triliun,” ujar Haikal.
Ia menilai besarnya kontribusi tersebut menunjukkan bahwa penguatan ekosistem halal harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk melalui pembangunan budaya kerja yang kuat dan peningkatan kualitas SDM yang mampu menjawab tantangan industri halal yang terus berkembang.
Karena itu, BPJPH membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk ESQ Corp, guna memperkuat kapasitas organisasi serta mendorong lahirnya talenta-talenta unggul yang dapat mempercepat pertumbuhan industri halal nasional.
Sementara itu, Pendiri ESQ Corp, Ary Ginanjar Agustian, menegaskan kesiapan pihaknya untuk mendukung berbagai program strategis BPJPH, khususnya dalam menghadapi implementasi kewajiban sertifikasi halal yang akan diterapkan secara bertahap di berbagai sektor usaha.
Menurut Ary, keberhasilan program halal nasional membutuhkan dukungan dari seluruh elemen bangsa, termasuk jaringan alumni ESQ yang saat ini mencapai sekitar 2,5 juta orang di berbagai bidang profesi.
“BPJPH memiliki visi yang sangat mulia. Kehadiran kami di sini adalah untuk mendukung. Jaringan alumni ESQ yang berjumlah sekitar 2,5 juta orang akan memberikan dukungan penuh agar program ini berhasil,” katanya.
Ary menilai misi besar pengembangan industri halal nasional harus ditopang oleh kepemimpinan yang kuat, integritas organisasi yang tinggi, serta sistem manajemen talenta yang mampu menempatkan sumber daya manusia terbaik pada posisi yang tepat.
Menurutnya, keberhasilan industri halal Indonesia pada akhirnya sangat ditentukan oleh kualitas individu yang menjalankan program dan kebijakan di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, Ary juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas kebijakan pemberian satu juta sertifikat halal gratis bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK). Program tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap peningkatan daya saing produk nasional sekaligus memperluas akses pelaku UMK ke pasar halal yang terus berkembang.
“Saya juga mengapresiasi Bapak Presiden Prabowo yang telah memberikan satu juta sertifikat halal gratis bagi pelaku UMK. Selain itu, kontribusi halal value chain yang telah mencapai 27 persen terhadap PDB nasional merupakan pencapaian luar biasa yang patut diapresiasi bersama,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ary menegaskan bahwa momentum pertumbuhan industri halal harus dijaga melalui penguatan budaya organisasi dan pengembangan kepemimpinan yang berkelanjutan agar sektor ini mampu menjadi salah satu motor penggerak target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.
Ia berharap BPJPH dapat terus memainkan peran strategis sebagai penggerak utama pengembangan ekosistem halal nasional sekaligus menjadi salah satu lokomotif menuju visi Indonesia Emas 2045.
“Harapan ke depan, terus semangat dan sungguh-sungguh serta memiliki misi yang kuat untuk menjadikan BPJPH sebagai lokomotif menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Ary.
Kolaborasi BPJPH dan ESQ menjadi sinyal kuat bahwa pengembangan industri halal Indonesia tidak hanya berfokus pada aspek sertifikasi dan regulasi, tetapi juga pada pembangunan kualitas manusia dan budaya organisasi yang menjadi kunci keberlanjutan ekosistem halal nasional di masa depan. (rmn)















