INDOPOSCO.ID – Pelaku usaha kecil, terutama perempuan prasejahtera di berbagai pelosok Indonesia, terus mendapat akses pembiayaan dan pendampingan melalui program Membina Ekonomi Keluarga Prasejahtera (Mekaar).
Program PT Permodalan Nasional Madani (PNM) memberikan pendampingan kepada pelaku usaha kecil agar mampu mengembangkan usahanya. Menjangkau kota, desa, hingga wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan.
“Para perempuan pelaku usaha kecil bisa memperoleh akses pembiayaan sekaligus pendampingan usaha,” ujar Direktur Utama PNM Kindaris dalam keterangan, Selasa (4/8/2026).
Ia berharap program tersebut mampu menjaga keberlangsungan usaha keluarga, meningkatkan kesejahteraan, serta membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi anak-anak mereka. “Pembiayaan dan pemberdayaan tidak lepas dari semangat para nasabah yang terus berjuang di tengah berbagai keterbatasan,” katanya.
“Kekuatan sesungguhnya ada pada para ibu yang setiap hari memilih untuk bangkit, bekerja, dan menjaga harapan keluarganya. Tugas kami adalah memastikan mereka tidak berjalan sendiri dan terus memiliki ruang untuk bertumbuh,” imbuhnya.
Sebelumnya, Kepala BP BUMN Dony Oskaria menegaskan, BUMN didorong tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“BUMN didorong tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan sosial dan lingkungan,” katanya.
Di wilayah 3T dan pelosok negeri, masih ujar dia, layanan menjangkau masyarakat secara langsung. Dan pendampingan dilakukan dengan mendatangi nasabah, memahami kebutuhan mereka, serta membuka akses pembiayaan.
“Ini agar perempuan pengusaha ultra mikro memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” ujarnya. (nas)


















