• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Politik

Wacana Pilkada Tidak Langsung, Alarm Bahaya bagi Partai Penguasa

Dilianto Editor Dilianto
Kamis, 15 Januari 2026 - 11:02
in Politik
Ilustrasi pemungutan suara Pilkada oleh KPU, di tengah wacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah dari rakyat ke DPRD. Foto: ANTARA

Ilustrasi pemungutan suara Pilkada oleh KPU, di tengah wacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah dari rakyat ke DPRD. Foto: ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah riuh wacana perubahan sistem demokrasi lokal, satu pertanyaan mengemuka: siapa sebenarnya yang akan tersenyum paling lebar jika kepala daerah kembali dipilih oleh DPRD?

Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai, jawaban atas pertanyaan itu tidak sesederhana “partai penguasa”. Justru, menurutnya, peta keuntungan bisa berbalik arah jika Pilkada tak lagi digelar secara langsung oleh rakyat.

BacaJuga:

Jadi Benteng Integritas Pemilu, DKPP Catat 5.894 Aduan dan Pecat 815 Penyelenggara Pemilu dalam 14 Tahun

Festival Etik DKPP 2026 Dibanjiri Jurnalis Muda, Tumbuhkan Optimisme Menuju Pemilu 2029 yang Lebih Berkualitas

Hanura Bantah Kelola Yayasan MBG, Sebut Tuduhan Afiliasi Dapur SPPG sebagai Hoaks

Pria yang akrab disapa Hensa itu menyebut, ada dua dampak besar yang patut dicermati bila skema pemilihan lewat DPRD benar-benar diterapkan. Salah satunya, partai yang saat ini memegang kendali kekuasaan nasional belum tentu menjadi pihak yang paling diuntungkan.

Alasannya, mekanisme pemilihan akan sepenuhnya bergantung pada komposisi kursi di DPRD, bukan lagi pada tingkat popularitas figur di mata pemilih.

“Pilkada tidak langsung ini belum tentu menguntungkan partai penguasa saat ini, justru yang sangat diuntungkan oleh wacana ini adalah partai dengan kriteria pemenang Pileg serta mempunyai basis akar rumput yang kuat,” ujar Hensa melalui gawai, Kamis (15/1/2026).

Menurut Hensa, kondisi itu membuka karpet merah bagi partai-partai lama yang telah lama menanam jaringan hingga tingkat daerah. Struktur organisasi yang matang dan loyalitas pemilih yang terbangun selama puluhan tahun menjadi modal utama.

Ia menegaskan, partai-partai semacam itu relatif lebih mudah mengamankan kursi legislatif daerah, yang kelak menjadi penentu siapa yang duduk di kursi kepala daerah.

“Partai-partai yang sudah berdiri lama ini otomatis sudah memiliki basis massa yang kuat di daerahnya, sehingga menguntungkan jika Pilkada digelar tidak langsung,” tuturnya.

Dengan demikian, jika Pilkada kembali ditarik ke ruang-ruang DPRD, peta kekuasaan lokal bukan hanya akan berubah, tetapi juga berpotensi kembali dikuasai oleh partai-partai lama yang paling siap secara struktur dan jaringan. Sementara suara rakyat, perlahan terancam menjadi sekadar gema di luar ruang pengambilan keputusan. (her)

Tags: AnalisHendri SatrioHensaPartai Penguasapartai politikpilkadaPilkada Lewat DPRDPilkada Tidak LangsungUU Pemilu

Berita Terkait.

tito
Politik

Jadi Benteng Integritas Pemilu, DKPP Catat 5.894 Aduan dan Pecat 815 Penyelenggara Pemilu dalam 14 Tahun

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:18
Festival-Etik-2026
Politik

Festival Etik DKPP 2026 Dibanjiri Jurnalis Muda, Tumbuhkan Optimisme Menuju Pemilu 2029 yang Lebih Berkualitas

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:27
Hanura Bantah Kelola Yayasan MBG, Sebut Tuduhan Afiliasi Dapur SPPG sebagai Hoaks
Politik

Hanura Bantah Kelola Yayasan MBG, Sebut Tuduhan Afiliasi Dapur SPPG sebagai Hoaks

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:49
Siswa
Politik

DPR Soroti Budaya Kecurangan di Pendidikan, Penguatan Integritas Jadi Harga Mati

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:10
Hasto: Rupiah Anjlok Imbas Tata Kelola Pemerintahan Tidak Baik
Politik

Hasto: Rupiah Anjlok Imbas Tata Kelola Pemerintahan Tidak Baik

Sabtu, 6 Juni 2026 - 22:16
Sari Yuliati
Politik

Terpilih Aklamasi Jadi Ketum Kosgoro 1957, Sari Yuliati Targetkan Keterwakilan Perempuan di Pemilu 2029

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:15

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    5377 shares
    Share 2151 Tweet 1344
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1551 shares
    Share 620 Tweet 388
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    992 shares
    Share 397 Tweet 248
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1543 shares
    Share 617 Tweet 386
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.