• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Politik

Arena Demokrasi dan Kritik Satukan Aktivis Lintas Generasi, Doli: Jangan Jadi Orang Antikritik

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Selasa, 28 Juli 2026 - 11:13
in Politik
ADK

Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) Ahmad Doli Kurnia Tandjung (enam dari kanan) saat menggelar Reuni Aktivis in the ADK Show (Arena Demokrasi & Kritik) di Auditorium RRI Jakarta, Minggu (26/7/2026), yang dihadiri ratusan aktivis, akademisi, politisi, hingga tokoh nasional lintas generasi. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap menjaga ruang kritik sebagai bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Pesan itu disampaikan saat menggelar Reuni Aktivis in the ADK Show (Arena Demokrasi & Kritik) di Auditorium RRI Jakarta, Minggu (26/7/2026), yang dihadiri ratusan aktivis, akademisi, politisi, hingga tokoh nasional lintas generasi.

Kegiatan yang berlangsung hanya beberapa meter dari Istana Negara tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang diskusi bagi tokoh-tokoh yang memiliki latar belakang politik beragam, mulai dari pendukung pemerintah, kelompok penyeimbang, hingga kalangan oposisi.

BacaJuga:

Soroti Mundurnya Gubernur BI dan Kondisi Rupiah, GMNI Sampaikan 4 Tuntutan ke Pemerintah

PKS Soroti Persoalan Sosial, Judi Online hingga LGBT dalam Musyawarah Majelis Syura

Tak Cukup Mitigasi, DPR Minta Komunikasi Krisis Masuk Regulasi Pendidikan

Sejumlah nama yang hadir di antaranya Syahganda Nainggolan, Rocky Gerung, Bursah Zarnubi, Mardani Ali Sera, Adian Napitupulu, Titi Anggraini, Feri Amsari, Budiman Tanuredjo, Arifin Ashydad, Akbar Faizal, Syukur Mandar, Akbar Tandjung, Marzuki Darusman, Jimly Asshiddiqie, Suharso Monoarfa, Fachry Ali, hingga MS Kaban.

Dalam kesempatan tersebut, Doli juga meluncurkan empat buku terbarunya berjudul Perspektif, Kacamata Doli Kurnia (2), Quote of The Day, serta Kacamata versi Komik. Dengan peluncuran tersebut, Doli kini telah menerbitkan 14 buku sejak 1999.

Menurut Doli, buku Perspektif bukanlah autobiografi, melainkan kumpulan pandangan mengenai berbagai peristiwa dan tokoh yang mewarnai perjalanan hidupnya sejak kecil hingga menjadi politisi.

“Bukan autobiografi. Ini merupakan cara pandang atau perspektif saya terhadap berbagai peristiwa yang saya lihat dan rasakan sejak kecil hingga sekarang. Satu peristiwa bisa dipahami dengan cara berbeda oleh setiap orang, dan itulah kekayaan perspektif,” ujarnya.

Sementara buku Kacamata Doli Kurnia (2) memuat kumpulan artikel yang ditulisnya selama setahun terakhir mengenai berbagai isu, mulai dari Undang-Undang Pemilu, sistem politik, kekerasan terhadap anak, hingga dinamika geopolitik seperti Palestina dan Iran.

Doli mengatakan aktivitas menulis menjadi ruang refleksi di tengah kesibukannya sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

“Sebagai anggota parlemen, saya tidak hanya mewakili satu bidang atau satu daerah pemilihan, tetapi juga seluruh persoalan yang menjadi kegelisahan masyarakat,” tuturnya.

Acara dibuka oleh komika Mamat Alkatiri sebagai pembawa acara dan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Tokoh senior Partai Golkar Akbar Tandjung kemudian memberikan testimoni mengenai perjalanan politik Doli.

Akbar menegaskan politik merupakan panggilan jiwa, sementara jabatan dan popularitas bukan hanya bentuk penghargaan, melainkan juga ujian bagi seorang pemimpin.

“Kehormatan dan ketenaran juga merupakan bagian dari cobaan. Karena itu, selalu membumi dan ingat pada janji-janji yang harus diwujudkan kepada masyarakat,” katanya.

Akbar juga menilai demokrasi harus tetap memberi ruang terhadap kritik, namun tetap berjalan dalam koridor aturan agar menghasilkan kehidupan berbangsa yang lebih baik.

Senada, mantan Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengenang kerja sama dengan Doli saat pembahasan Undang-Undang Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurutnya, Doli memiliki perhatian terhadap detail, termasuk ketika mengusulkan perlunya payung hukum untuk memastikan dimulainya pembangunan ibu kota baru.

Guru Besar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Siti Zuhro, menyebut Doli sebagai salah satu kader Golkar dan HMI yang diperhitungkan. Dengan nada bercanda, ia juga menilai Doli masih perlu meningkatkan sisi humor dalam dirinya, yang disambut gelak tawa para peserta.

Sementara itu, aktivis senior Fachry Ali menilai Doli merupakan salah satu figur yang mampu menjadi pegangan di tengah dinamika politik nasional yang penuh ketidakpastian.

Acara semakin hidup melalui sesi roasting yang melibatkan sejumlah aktivis, akademisi, jurnalis, dan politisi. Nama-nama seperti Rocky Gerung, Adian Napitupulu, Mardani Ali Sera, Titi Anggraini, Feri Amsari, Budiman Tanuredjo, Arifin Ashydad, Hendri Satrio, Setiyardi Budiono, Bursah Zarnubi, Akbar Faizal, Syukur Mandar, hingga Syahganda Nainggolan bergantian menyampaikan kritik dan candaan kepada Doli.

Rocky Gerung menyebut kesediaan seseorang untuk di-roasting merupakan indikator keterbukaan terhadap kritik.

“Kalau ada seseorang yang mau di-roasting, itu artinya dia masih punya akal sehat dan keberanian untuk menerima kritik,” kata Rocky.

Jurnalis senior Budiman Tanuredjo juga mengapresiasi konsistensi Doli dalam menghasilkan karya tulis.

“Kita membutuhkan politisi seperti Ahmad Doli Kurnia yang tidak hanya aktif di parlemen, tetapi juga produktif menyampaikan gagasan melalui tulisan,” ujarnya.

Menutup acara, Doli menyampaikan bahwa ADK Show bukan sekadar reuni para aktivis, tetapi juga menjadi ruang refleksi sekaligus pengingat agar dirinya tetap menjaga semangat aktivisme dalam kehidupan politik.

“Terima kasih atas semuanya. Saya merasa akan tetap menjadi aktivis ke depan. Manusia harus bersedia menerima kritik dan saran. Saya ingin menjadi orang yang tidak antikritik dan selalu terbuka,” ujar Doli.

Ia berharap seluruh masukan yang disampaikan para sahabat, akademisi, jurnalis, maupun tokoh nasional dalam acara tersebut dapat menjadi bekal untuk terus memperbaiki diri serta memperkuat kontribusinya bagi demokrasi Indonesia.(rmn)

Tags: ahmad doli kurnia tandjungAktivisantikritikPartai Golkar

Berita Terkait.

Perry-Warjiyo
Politik

Soroti Mundurnya Gubernur BI dan Kondisi Rupiah, GMNI Sampaikan 4 Tuntutan ke Pemerintah

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:21
Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur, Ekonom: Pukulan Telak Sektor Moneter 
Politik

PKS Soroti Persoalan Sosial, Judi Online hingga LGBT dalam Musyawarah Majelis Syura

Senin, 27 Juli 2026 - 21:16
abdul
Politik

Tak Cukup Mitigasi, DPR Minta Komunikasi Krisis Masuk Regulasi Pendidikan

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:52
Terkait Keabsahan Ijazah, Ketua dan Anggota KPU RI Diperiksa DKPP
Politik

Terkait Keabsahan Ijazah, Ketua dan Anggota KPU RI Diperiksa DKPP

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:12
RUU
Politik

Pembuktian Terbalik Dipersoalkan, DPR Minta RUU Perampasan Aset Tak Langgar HAM

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:32
kammi
Politik

Eks Ketua KAMMI, BEM UI hingga Korpus BEM SI Perkuat DPP Gema Keadilan 2026–2031, Rahmat Saleh Pimpin Organisasi

Kamis, 16 Juli 2026 - 22:00

BERITA POPULER

  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1429 shares
    Share 572 Tweet 357
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    1151 shares
    Share 460 Tweet 288
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2986 shares
    Share 1194 Tweet 747
  • Citilink dan Aqua Hadirkan Flomiland, Instalasi Seni Interaktif Baru di Terminal 1C

    727 shares
    Share 291 Tweet 182
  • Pasca-Bentrokan Berdarah di Menteng, 200 Personel Gabungan TNI-Polri Disiagakan

    692 shares
    Share 277 Tweet 173
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.