• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Orasi Ilmiah Wisuda STEI, Direktur Eksekutif INDEF Tauhid Ahmad Soroti Tantangan Indonesia Emas 2045

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Selasa, 13 Januari 2026 - 19:29
in Nasional
Wisudawan STEI berfoto bersama usai prosesi wisuda, Senin (12/1/2026). Dalam kesempatan tersebut, Direktur Eksekutif INDEF Tauhid Ahmad menekankan pentingnya peran generasi muda dan penguatan pendidikan tinggi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Foto: Istimewa

Wisudawan STEI berfoto bersama usai prosesi wisuda, Senin (12/1/2026). Dalam kesempatan tersebut, Direktur Eksekutif INDEF Tauhid Ahmad menekankan pentingnya peran generasi muda dan penguatan pendidikan tinggi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Visi besar Indonesia Emas 2045 bukan sekadar mimpi, melainkan target yang menuntut kerja keras, konsistensi kebijakan, serta kesiapan sumber daya manusia unggul. Hal tersebut ditegaskan Direktur Eksekutif (Dirtif) Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad, saat menyampaikan Orasi Ilmiah pada Wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STEI), Senin (12/1/2026).

Di hadapan ratusan wisudawan, Tauhid menekankan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam mengejar visi Indonesia Emas 2045. Namun, peran itu hanya dapat terwujud apabila didukung oleh ekosistem pendidikan yang kuat, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan.

BacaJuga:

3 Peserta SPPI Meninggal saat Latsarmil, DPR Desak Pola Pelatihan Dievaluasi

Kemenag dan Mitra Filantropi Salurkan Rp23,5 Miliar untuk Yatim dan Difabel

DPR Apresiasi Relaksasi Belanja Pegawai Daerah, Nilai TKD 2027 Lebih Fleksibel Hadapi Tekanan Fiskal

“Landasan utamanya adalah ekosistem pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Ini perlu didukung dengan relevansi kurikulum yang selaras dengan kebutuhan masa depan, seperti pembelajaran STEM, data analisis, dan kecerdasan buatan (AI),” ujar Tauhid.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa Indonesia masih menghadapi persoalan mendasar di sektor pendidikan, mulai dari akses, kuantitas, keterjangkauan biaya, hingga pemerataan kualitas pendidikan di semua jenjang, baik dasar, menengah, maupun pendidikan tinggi.

“Persoalan-persoalan ini tetap harus menjadi prioritas utama. Tanpa itu, kita akan sulit menyiapkan SDM unggul yang benar-benar siap bersaing secara global,” tegasnya.

Selain pendidikan formal, Tauhid juga menyoroti pentingnya dukungan kebijakan infrastruktur dan pendanaan yang memadai. Menurutnya, substansi undang-undang pendidikan perlu dikembalikan pada semangat awal yang berorientasi jangka panjang dan tidak berubah setiap pergantian rezim.

“Infrastruktur pendidikan seperti balai latihan kerja, pusat pelatihan industri, hingga sistem pemagangan juga tidak kalah penting. Di sisi lain, desain pendanaan yang saat ini terkoyak perlu dikembalikan agar target pengembangan SDM di semua level dapat tercapai,” jelasnya.

Ia menambahkan, pendanaan pendidikan tidak bisa hanya bergantung pada APBN, tetapi juga memerlukan keterlibatan sektor swasta dan masyarakat. Namun yang paling krusial, kata Tauhid, adalah kolaborasi erat antara perguruan tinggi, pemerintah, serta dunia usaha dan industri.

“Ketidakpastian global memunculkan tuntutan kompetensi yang semakin tinggi. Karena itu, pendidikan tinggi harus relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan tren global seperti green economy dan geopolitik pasar dunia,” ungkapnya.

Tauhid juga menekankan pentingnya pemenuhan standar kompetensi internasional, sertifikasi global, serta penguasaan bahasa asing sebagai prasyarat dasar daya saing. Kolaborasi lintas sektor, menurutnya, tidak hanya soal kurikulum dan pendanaan, tetapi juga membangun jejaring lokal, nasional, regional, hingga internasional.

Menutup orasinya, Tauhid Ahmad menyampaikan pesan inspiratif kepada para wisudawan. “Ingat, bukan gelar yang membuatmu berarti, tetapi apa yang kamu lakukan dengan ilmu yang kamu miliki. Jangan takut melangkah ke masa depan, karena setiap langkah kecil hari ini akan menjadi lompatan besar esok hari,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua STEI, Ridwan Maronrong, menyampaikan bahwa STEI berkomitmen mencetak lulusan unggul sebagai bagian dari kontribusi menuju Indonesia Emas 2045. Ia menegaskan bahwa di tengah dinamika global dan percepatan transformasi digital, perguruan tinggi dituntut untuk terus bertransformasi secara menyeluruh dan berkelanjutan.

“Keunggulan institusi hanya dapat dicapai dengan membangun ekosistem akademik yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi masa depan, bukan sekadar mengadopsi teknologi,” ujar Ridwan.

Menurutnya, penguatan SDM, kurikulum yang relevan, riset berdampak, serta jejaring global menjadi kunci peningkatan kualitas lulusan dan reputasi institusi. STEI, lanjut Ridwan, akan terus mendorong pembelajaran adaptif berbasis teknologi melalui blended learning dan hybrid learning, serta memperkuat metode case-based learning (CBL) dan project-based learning (PBL) sesuai kebutuhan industri.

“Kurikulum akan terus dikembangkan secara responsif melalui pendekatan Outcome-Based Education (OBE), dengan integrasi ekonomi digital, data analitik, kewirausahaan, dan keberlanjutan. Harapannya, kurikulum tetap relevan, mutakhir, dan berdaya saing internasional,” jelasnya.

Selain itu, pengembangan dosen menjadi prioritas melalui peningkatan kualifikasi, kompetensi digital, produktivitas riset, serta kolaborasi nasional dan internasional. Di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat, STEI mengarahkan seluruh kegiatan agar memberi dampak nyata bagi dunia usaha, UMKM, dan pembangunan masyarakat.

“Dengan transformasi ini, kami optimistis STEI akan tumbuh sebagai institusi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global, serta berkontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Ridwan. (ibs)

Tags: IndefIndonesia Emas 2045Orasi IlmiahSTEITauhid Ahmad

Berita Terkait.

sppii
Nasional

3 Peserta SPPI Meninggal saat Latsarmil, DPR Desak Pola Pelatihan Dievaluasi

Jumat, 26 Juni 2026 - 06:06
menag
Nasional

Kemenag dan Mitra Filantropi Salurkan Rp23,5 Miliar untuk Yatim dan Difabel

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:02
dde
Nasional

DPR Apresiasi Relaksasi Belanja Pegawai Daerah, Nilai TKD 2027 Lebih Fleksibel Hadapi Tekanan Fiskal

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:19
depan
Nasional

Jaga Independensi Organisasi, IGI Kukuh Terapkan Prinsip Kepemimpinan oleh Guru

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:46
hadi
Nasional

Masyarakat Diajak Tentukan Logo HUT Ke-81 RI, Pemerintah Tekankan Rasa Memiliki

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:18
deeson
Nasional

Pansus DPR Dorong RUU HPI Gantikan Hukum Kolonial, Dobrak Ekonomi Nasional hingga Perlindungan Diaspora

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:20

BERITA POPULER

  • Ronaldo

    Hasil Piala Dunia: Ronaldo Pimpin Portugal Berpesta, Inggris Kehilangan Taji di Hadapan Ghana

    1669 shares
    Share 668 Tweet 417
  • Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

    1597 shares
    Share 639 Tweet 399
  • Hasil Piala Dunia: Spanyol Bantai Arab Saudi, VAR Selamatkan Belgia dari Kekalahan

    925 shares
    Share 370 Tweet 231
  • Hasil Piala Dunia: Kuasai Bola 78 Persen tapi Mandul, Tuchel Akui Inggris Bermain Terlalu Hati-hati Kontra Ghana

    895 shares
    Share 358 Tweet 224
  • Permen UMKM 3/2026 Terbit, E-Commerce Wajib Lebih Transparan ke Pengusaha Kecil

    827 shares
    Share 331 Tweet 207
Maseko
Olahraga

Hasil Piala Dunia: Korsel Tumbang dari Afrika Selatan, Hong Myung-bo: Ini Tanggung Jawab Saya!

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 25 Juni 2026 - 12:14

INDOPOSCO.ID - Pelatih Timnas Korea Selatan Hong Myungbo tidak puas setelah timnya kalah 0-1 atas Timnas Afrika Selatan pada laga...

SelengkapnyaDetails
Timnas-Afsel

Hasil Piala Dunia Grup A: Meksiko Tak Terbendung, Afsel Ukir Sejarah

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:43
Cunha

Hasil Piala Dunia : Bantai Skotlandia 3-0, Matheus Cunha: Kepercayaan Diri Brasil Telah Kembali

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:52
Pemain-Maroko

Hasil Piala Dunia Grup C: Maroko Temani Brasil ke 32 Besar, Skotlandia Menanti Keajaiban

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:41
Promise-David

Kanada Kalah dari Swiss, Jesse Marsch Tetap Puji Aksi Pemain Cadangan

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:21
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.