• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Guru Besar UIN Jakarta: Kampung Nelayan dan Teknologi Maritim Kunci Ketahanan Pangan Astacita Prabowo

Dilianto Editor Dilianto
Minggu, 11 Januari 2026 - 07:01
in Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menempatkan ketahanan pangan sebagai program prioritas nasional dalam kerangka Astacita, dengan menekankan kemandirian ekonomi rakyat berbasis sumber daya dalam negeri, termasuk sektor kelautan dan perikanan.

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Achmad Tjachja Nugraha, menegaskan bahwa pembangunan ketahanan pangan nasional tidak boleh hanya bertumpu pada sektor darat. Menurutnya, kampung nelayan harus dijadikan pilar utama produksi pangan, distribusi, dan penguatan ekonomi masyarakat pesisir.

BacaJuga:

Pertamina Bawa Energi Surya ke Laut, Emisi Kapal Turun 79 Ton per Tahun

Menteri PANRB Dorong ASN BerAKHLAK dan Adaptif Hadapi Tantangan Birokrasi Masa Depan

Notarace 2026, INI Padukan Olahraga dan Penguatan Wawasan Profesi Notaris

“Kampung nelayan harus dikembangkan sebagai pusat produksi dan ekonomi rakyat berbasis laut, didukung teknologi dan tata kelola modern,” ujar Prof. Achmad Tjachja.

Ia menilai pembangunan kampung nelayan perlu ditopang pengadaan teknologi maritim, peningkatan kapasitas sumber daya manusia nelayan, serta pengelolaan berbasis data. Karena itu, ia mendorong Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) lebih progresif menghadirkan teknologi ke wilayah pesisir, seperti sistem informasi cuaca dan oseanografi, alat tangkap ramah lingkungan, kapal efisien, hingga fasilitas cold storage dan rantai dingin.

Prof. Achmad juga menekankan pentingnya pemanfaatan data hidro-oseanografi yang akurat, serta optimalisasi peran Pushidrosal TNI AL dalam penyediaan peta laut dan data oseanografi untuk mendukung efisiensi penangkapan ikan dan adaptasi nelayan terhadap perubahan iklim.

Berdasarkan data BPS, pada 2025 volume angkutan laut domestik mencapai sekitar 44,6 juta ton, menegaskan peran laut sebagai tulang punggung logistik nasional. Sementara itu, KKP mencatat nilai ekspor perikanan Indonesia pada 2024 mencapai sekitar US$ 3,7 miliar dengan surplus perdagangan lebih dari US$ 3 miliar.

Sektor kelautan dan perikanan juga menyerap 2,4-3 juta nelayan aktif, mayoritas nelayan kecil. Seiring konsumsi ikan nasional yang mencapai sekitar 58,9 kilogram per kapita per tahun, kapasitas produksi perikanan nasional pada 2025 telah melampaui 25 juta ton dan ditargetkan terus meningkat.

Ia menegaskan, keberhasilan Astacita Presiden Prabowo membutuhkan sinergi lintas sektor, penguatan riset dan inovasi kelautan, serta peningkatan kesejahteraan nelayan melalui stabilisasi harga dan akses pasar.

“Dengan pengelolaan laut yang baik, pemanfaatan teknologi, dan penguatan riset, visi Indonesia mandiri pangan dan berdaulat maritim dapat terwujud,” tutup Prof. Achmad Tjachja. (srv)

Tags: AstacitaKampung NelayanKetahanan PanganPrabowoTeknologi Maritim

Berita Terkait.

pertamina
Nasional

Pertamina Bawa Energi Surya ke Laut, Emisi Kapal Turun 79 Ton per Tahun

Senin, 15 Juni 2026 - 04:44
rini
Nasional

Menteri PANRB Dorong ASN BerAKHLAK dan Adaptif Hadapi Tantangan Birokrasi Masa Depan

Senin, 15 Juni 2026 - 02:02
irfan
Nasional

Notarace 2026, INI Padukan Olahraga dan Penguatan Wawasan Profesi Notaris

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:23
komdigi
Nasional

Internet Bak Pisau Bermata Dua, Menkomdigi Ajak Komunitas Muda Bangun Ruang Digital Positif

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:02
Menteri PANRB Dorong MPP Jadi Pusat Solusi Layanan Publik, Bukan Sekadar Kumpulan Loket
Nasional

Menteri PANRB Dorong MPP Jadi Pusat Solusi Layanan Publik, Bukan Sekadar Kumpulan Loket

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:05
Soroti Kasus Keluarga Jokowi, Sobary Sebut Pendekatan Hensa Terjebak “Tragedi Sisyphus
Nasional

Menangkap Pergeseran Dunia

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:06

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    5389 shares
    Share 2156 Tweet 1347
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1553 shares
    Share 621 Tweet 388
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    992 shares
    Share 397 Tweet 248
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1543 shares
    Share 617 Tweet 386
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.