• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Dari Taman Safari (TSI) untuk Dunia: Kelahiran Panda Perkuat Diplomasi Konservasi Indonesia

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Selasa, 6 Januari 2026 - 19:42
in Nasional
tsi

Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni (empat kanan), Co-Founder TSI Group Jansen Manansang (empat kiri), Salah satu Pendiri TSI Group Frans Manansang (dua kiri), Dubes Tiongkok H.E. Wang Lutong (tiga kanan), Presdir TSI Group Aswin Sumampau (kanan), serta Direktur Operasional dan Life Science TSI Group Esther Manansang (kiri) dalam syukuran Kelahiran Bayi Panda Pertama di Indonesia di TSI, Cisarua, Bogor, Jabar, Selasa (6/1/2026). Foto : Arman/Affan/Indoposco.id

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Bukan sekadar sesosok bayi panda, namun kehadirannya di Taman Safari Indonesia (TSI), Cisarua, Bogor, Jawa Barat (Jabar) menjadi perhatian dunia, khususnya Negeri Tirai Bambu atau Tiongkok.

Ya Taman Safari Indonesia Group (TSI) mengumumkan kelahiran seekor bayi panda raksasa yang terjadi pada 27 November 2025. Peristiwa ini menjadi tonggak penting dalam upaya konservasi panda raksasa di luar Tiongkok.

BacaJuga:

Pemerintah Tegaskan Komitmen Berantas Impor Ilegal Pakaian Bekas, Amankan 43 Kontainer Ballpress di Pelabuhan Tanjung Priok

Bea Cukai Tanjung Priok Terapkan Jaminan Nontunai Elektronik, Perkuat Layanan Kepabeanan Digital

MPLS 2026 Resmi Disulap Jadi Gerbang Bahagia bagi Murid Baru

Kelahiran bayi panda tersebut merupakan buah dari riset konservasi lintas negara yang dijalankan melalui kemitraan strategis antara Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Menteri Kehutanan Republik Indonesia (Menhut RI) Raja Juli Antoni menegaskan bahwa momen ini tidak sekadar menandai kelahiran satwa langka, tetapi juga mencerminkan keberhasilan diplomasi lingkungan serta kolaborasi ilmiah internasional yang dibangun secara berkelanjutan oleh kedua negara.

“Keberadaan panda di Indonesia merupakan hasil perjalanan panjang yang melibatkan tiga periode kepemimpinan Presiden RI, mulai dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Joko Widodo (Jokowi) hingga saat ini Prabowo Subianto,” ujarnya dalam acara Kelahiran Bayi Panda Pertama di Indonesia di TSI, Cisarua, Bogor, Jabar, Selasa (6/1/2026).

Keberhasilan ini dicapai melalui penerapan Assisted Reproductive Technology (ART) yang dilaksanakan melalui kerja sama ilmiah antara TSI dan China Conservation and Research Center for the Giant Panda (CCRCGP) sebagai mitra utama, dengan dukungan para peneliti nasional maupun internasional.

Jansen Manansang, Co-Founder TSI Group sekaligus penggagas program konservasi Panda di Indonesia menyatakan, capaian ini menegaskan komitmen Indonesia dalam berkontribusi pada konservasi Panda raksasa dunia.

“Keberhasilan ini juga menjadi bukti penerapan pendekatan konservasi berbasis sains, konsistensi riset jangka panjang, serta penerapan standar kesejahteraan satwa bertaraf global di lingkungan TSI,” katanya.

Program riset konservasi ini menjadi bagian penting dari pilar konservasi TSI Group dan berfungsi sebagai fondasi bagi kegiatan edukasi serta rekreasi.

Melalui pendekatan terintegrasi, TSI membangun ekosistem konservasi berkelanjutan yang menggabungkan penelitian ilmiah, tata kelola kesejahteraan satwa yang bertanggung jawab, serta peningkatan literasi konservasi bagi masyarakat.

Panda raksasa selama ini dikenal sebagai simbol hubungan bilateral Indonesia–Tiongkok dan representasi diplomasi lingkungan kedua negara.

Program konservasi panda mencerminkan tingkat kepercayaan dan kemitraan strategis dalam upaya perlindungan keanekaragaman hayati global.

Sementara, Duta Besar (Dubes) RRT untuk Indonesia H.E. Wang Lutong menyampaikan apresiasi atas kelahiran bayi panda ini sebagai hasil kerja sama jangka panjang di bidang konservasi satwa liar sekaligus simbol persahabatan kedua negara.

Sedangkan, Direktur Operasional dan Life Science TSI Group Esther Manansang menambahkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif lintas disiplin, mulai dari dokter hewan, perawat satwa, peneliti, hingga mitra internasional.

Ia menegaskan bahwa fokus utama tidak hanya pada proses kelahiran, tetapi juga memastikan setiap tahapan dijalankan secara bertanggung jawab dan sesuai standar konservasi.

Secara global, kelahiran bayi panda ini memiliki nilai strategis karena menjadi satu-satunya kelahiran panda raksasa di luar Tiongkok sepanjang 2025. Capaian ini juga memperkuat posisi Indonesia di kawasan ASEAN sebagai mitra aktif dalam konservasi panda raksasa dunia.

Sebagai bentuk apresiasi negara, Presiden RI Prabowo Subianto memberikan nama “Satrio Wiratama” kepada bayi panda tersebut, bermakna ‘Pejuang Mulia yang Berani dan Berbudi Luhur’. Rio, panggilan sang bayi panda juga memiliki nama Mandarin Li Ao (里奥).

Presiden menilai peristiwa ini sebagai momen bersejarah yang mencerminkan keberhasilan kerja sama konservasi antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok, sekaligus menegaskan pentingnya penguatan kolaborasi ekologi internasional, riset lintas negara, serta keseimbangan antara perlindungan keanekaragaman hayati dan pembangunan berkelanjutan.

Keberhasilan konservasi panda raksasa ini berjalan seiring dengan komitmen TSI dalam melestarikan satwa endemik Indonesia.

Selama bertahun-tahun, TSI secara konsisten mengembangkan program konservasi berbasis riset terhadap berbagai spesies kunci nasional, termasuk melalui pengembangbiakan terstruktur, pelepasliaran, kegiatan penyelamatan satwa, pengelolaan studbook, hingga pengembangan genome bank.

Pendekatan tersebut menegaskan bahwa konservasi satwa asli Indonesia tetap menjadi prioritas utama, sejalan dengan peran aktif TSI dalam kerja sama konservasi global.

Ke depan, TSI berharap momentum ini dapat memperkuat semangat konservasi di Indonesia, mendorong kolaborasi lintas sektor, serta meningkatkan kesadaran publik bahwa upaya konservasi merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan dan masa depan bangsa. (aro)

Tags: bogorpandataman safaritsi

Berita Terkait.

Pemerintah Tegaskan Komitmen Berantas Impor Ilegal Pakaian Bekas, Amankan 43 Kontainer Ballpress di Pelabuhan Tanjung Priok
Nasional

Pemerintah Tegaskan Komitmen Berantas Impor Ilegal Pakaian Bekas, Amankan 43 Kontainer Ballpress di Pelabuhan Tanjung Priok

Selasa, 23 Juni 2026 - 23:41
Bea Cukai Tanjung Priok Terapkan Jaminan Nontunai Elektronik, Perkuat Layanan Kepabeanan Digital
Nasional

Bea Cukai Tanjung Priok Terapkan Jaminan Nontunai Elektronik, Perkuat Layanan Kepabeanan Digital

Selasa, 23 Juni 2026 - 23:22
MPLS 2026 Resmi Disulap Jadi Gerbang Bahagia bagi Murid Baru
Nasional

MPLS 2026 Resmi Disulap Jadi Gerbang Bahagia bagi Murid Baru

Selasa, 23 Juni 2026 - 23:02
Rekor Gol Piala Dunia Dipatahkan, Miroslav Klose Kenang Era Riquelme dan Messi Muda
Nasional

Kado untuk Driver Ojol, Komisi Platform Resmi Turun Jadi 8 Persen per 1 Juli

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:02
DPR: Skema 8:92 Bukti Perjuangan Ojol Akhirnya Berbuah Hasil
Nasional

DPR: Skema 8:92 Bukti Perjuangan Ojol Akhirnya Berbuah Hasil

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:41
Tak Cukup Penjarakan Pelaku, DPR RI: Korban Penyekapan Bandung Harus Dipulihkan Total
Nasional

Tak Cukup Penjarakan Pelaku, DPR RI: Korban Penyekapan Bandung Harus Dipulihkan Total

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:31

BERITA POPULER

  • Kejagung Bongkar Isi WhatsApp, Sony Sonjaya Sebut 41 Nama Peminta Titik Dapur MBG

    Los Blancos Makin Ganas! Rekrut 2 Bintang Tanpa Mahar, Kini Incar Bek Inter

    1132 shares
    Share 453 Tweet 283
  • Hasil Piala Dunia: Spanyol Bantai Arab Saudi, VAR Selamatkan Belgia dari Kekalahan

    894 shares
    Share 358 Tweet 224
  • Menkeu RI Raih Dukungan Tiongkok untuk Panda Bond, AIIB Siapkan USD17 Miliar

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Hasil Piala Dunia: Cetak Brace saat Argentina Tekuk Austria, Messi Pecahkan Rekor

    814 shares
    Share 326 Tweet 204
  • Hasil Piala Dunia: Bantai Swedia, Belanda Kuasai Puncak Grup

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
Ronaldo Usung Misi Pembuktian di Laga Portugal vs Uzbekistan
Olahraga

Ronaldo Usung Misi Pembuktian di Laga Portugal vs Uzbekistan

Editor Laurens Dami
Selasa, 23 Juni 2026 - 23:12

INDOPOSCO.ID - Timnas Portugal akan menghadapi Timnas Uzbekistan dalam laga kedua Grup K Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Stadion...

SelengkapnyaDetails
Rekor Gol Piala Dunia Dipatahkan, Miroslav Klose Kenang Era Riquelme dan Messi Muda

Rekor Gol Piala Dunia Dipatahkan, Miroslav Klose Kenang Era Riquelme dan Messi Muda

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:09
amine

Hasil Piala Dunia: Comeback Atas Yordania, Aljazair Jaga Asa ke Fase Gugur

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:03
didier

Hasil Piala Dunia : Perancis Lolos ke 32 Besar, Didier Deschamps Bernapas Lega

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:52
haaland

Hasil Piala Dunia: Brace Haaland Bawa Norwegia Bekuk Senegal, Pastikan Tiket 32 Besar

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:22
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.