• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Pakar: Mitigasi Bencana Tak Sejalan dengan Risiko Iklim

Dilianto Editor Dilianto
Rabu, 31 Desember 2025 - 16:04
in Headline
pascabencana

Ilustrasi - Pekerja mengoperasikan alat berat saat membersihkan material banjir bandang dan tanah longsor di Nagari Guguak Malalo, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Selasa (2/12/2025). Foto: ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah Indonesia pada akhir 2025 hingga awal 2026. Ancaman utama yang perlu diwaspadai adalah bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor yang berisiko terjadi secara luas.

BMKG menjelaskan, kondisi tersebut dipicu oleh suhu permukaan laut di Samudra Pasifik dan Samudra Hindia yang lebih rendah dibandingkan perairan Indonesia. Perbedaan suhu ini mendorong aliran massa udara menuju wilayah Indonesia, memicu pembentukan awan-awan tinggi yang berpotensi menurunkan hujan lebat dengan durasi panjang.

BacaJuga:

60 Hektare Bromo Terdampak Kebakaran, DPR Soroti Lemahnya Antisipasi Karhutla

Ayah Lionel Messi Meninggal Dunia, Real Madrid Sampaikan Ucapan Duka

Ma’ruf Amin Ungkap Kriteria Pemimpin Ideal NU: Harus Bisa Mendamaikan dan Kembalikan Khittah

Menanggapi peringatan tersebut, Analis Komunikasi Kebijakan Publik sekaligus Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Syukron Jamal, menegaskan bahwa kesiapan menghadapi bencana hidrometeorologi seharusnya dilakukan secara menyeluruh dan berlapis, jauh sebelum bencana terjadi.

“Persiapan ideal itu harus dimulai dari pra-bencana,” kata Syukron kepada INDOPOSCO melalui gawai, Rabu (31/12/2025).

Ia merinci, langkah awal meliputi pemetaan wilayah rawan banjir dan longsor berbasis data terbaru, penguatan Early Warning System (EWS) hingga ke tingkat desa, serta simulasi evakuasi yang dilakukan secara rutin, bukan insidental.

Saat bencana berlangsung, menurutnya, kesiapan tidak boleh bersifat improvisasi. “Logistik harus sudah siap di lokasi rawan, bukan baru dikirim setelah kejadian. Harus ada komando terpadu agar tidak tumpang tindih antara pusat dan daerah, serta akses yang cepat untuk SAR dan layanan medis,” ujarnya.

Sementara pada fase pasca-bencana, Syukron menekankan pentingnya pendekatan berbasis kebutuhan korban. “Rehabilitasi jangan dijadikan proyek semata. Yang dibutuhkan adalah pendampingan ekonomi dan sosial jangka menengah agar korban bisa pulih secara berkelanjutan,” tegasnya.

Namun, ia mengakui bahwa realitas kesiapan saat ini masih jauh dari ideal. “BMKG relatif siap dalam aspek peringatan dini. Tapi kapasitas BNPB dan BPBD belum merata antar daerah. Banyak wilayah rawan yang kekurangan anggaran mitigasi, lemah sumber daya manusia kebencanaan, dan tidak memiliki rencana kontinjensi yang matang,” jelas Syukron.

Kondisi tersebut, lanjutnya, membuat peringatan dini sering kali tidak diikuti dengan kesiapan eksekusi di lapangan. “Peringatan ada, tapi kesiapan untuk menindaklanjuti sering tertinggal,” kata Direktur Eksekutif Jaringan Muslim Madani (JMM) itu.

Syukron juga menyoroti persoalan mendasar yang membuat pemerintah kerap terkesan lambat dalam penanganan bencana. Menurutnya, masalah tersebut bukan semata soal niat, melainkan persoalan struktural.

“Birokrasi kita terlalu prosedural. Dalam kondisi darurat, pemerintah masih terikat administrasi normal, sehingga keputusan cepat sering terhambat regulasi,” terangnya. Selain itu, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai masih lemah.

Lebih lanjut, Syukron menambahkan bahwa mitigasi bencana belum menjadi prioritas dalam penganggaran. “Ironisnya, anggaran besar justru banyak terserap di tahap tanggap darurat. Kita selalu menggunakan pendekatan reaktif, bergerak setelah bencana terjadi, bukan sebelum bencana datang,” tambahnya.

Peringatan dini dari BMKG seharusnya menjadi momentum untuk memperbaiki pola penanganan bencana nasional. Tanpa pergeseran serius dari pendekatan reaktif ke preventif, ancaman hidrometeorologi bukan hanya soal cuaca ekstrem, tetapi juga cermin rapuhnya kesiapan sistem menghadapi risiko yang terus berulang. (her)

Tags: Analis Komunikasi Kebijakan PublikBencana AlamBencana SumateraMitigasi BencanaSyukron Jamal

Berita Terkait.

Karhutla
Headline

60 Hektare Bromo Terdampak Kebakaran, DPR Soroti Lemahnya Antisipasi Karhutla

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:04
Messi
Headline

Ayah Lionel Messi Meninggal Dunia, Real Madrid Sampaikan Ucapan Duka

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:11
amin
Headline

Ma’ruf Amin Ungkap Kriteria Pemimpin Ideal NU: Harus Bisa Mendamaikan dan Kembalikan Khittah

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:24
Usut Kasus TPPU, Kejagung Periksa Febrie Adriansyah dan Nurman Herin secara Terpisah
Headline

Usut Kasus TPPU, Kejagung Periksa Febrie Adriansyah dan Nurman Herin secara Terpisah

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:45
Kemiskinan Menurun Konsisten dalam 11 Tahun, tapi Kesenjangan Masih Jadi Tantangan
Headline

Kemiskinan Menurun Konsisten dalam 11 Tahun, tapi Kesenjangan Masih Jadi Tantangan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:40
Assaat
Headline

Pernah Jadi Presiden, Menbud Dukung Mr. Assaat Raih Gelar Pahlawan Nasional

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:47

BERITA POPULER

  • Erick-Thohir

    PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2463 shares
    Share 985 Tweet 616
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    2193 shares
    Share 877 Tweet 548
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1995 shares
    Share 798 Tweet 499
  • Bea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Motor Harley-Davidson Bekas Asal Tiongkok

    1379 shares
    Share 552 Tweet 345
  • Honda Scoopy Modifikasi Jadi Magnet di Jakarta Sneakers Day 2026, Booth Honda Sedot Ratusan Pengunjung

    1277 shares
    Share 511 Tweet 319
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.