• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pimpinan DPR Dorong Percepat Penanganan Kayu Gelondongan Pascabencana di Aceh

Dilianto Editor Dilianto
Selasa, 30 Desember 2025 - 23:43
in Nasional
DPRRI

Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa bersama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad usai mengikuti rapat koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana di Banda Aceh, Selasa (30/12/2025). Foto: Cuplikan Layar Youtube DPR

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menekankan pentingnya percepatan penyelesaian persoalan kayu-kayu gelondongan yang hingga kini masih menumpuk di sejumlah daerah terdampak bencana. Hal itu disampaikannya dalam rapat koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana di Banda Aceh.

Forum tersebut adalah pertemuan Satgas Pemulihan Pasca Bencana DPR RI bersama Menteri Pekerjaan Umun, Menteri Perhubungan, Menteri Keuangan, Menteri dan Wakil Menteri Sosial, Menteri Dalam Negeri, Utusan Presiden, Wakil Menteri Komdigi, Wakil Kepala BP BUMN, Kasatgas Darurat Jembatan, Dirut PT PLN dan Dirut Telkomsel dengan Gubernur Aceh dan Para Bupati Daerah Terdampak.

BacaJuga:

Musim Tanam Tiba, Nagan Raya Manfaatkan TKD untuk Rehabilitasi Sawah Terdampak

35 Kasus Pelanggaran Disiplin ASN Disidangkan, 31 Sanksi Diperkuat

Pascagempa di NTT, Sore Ini Getaran Gempa M 6,4 Hantam Simalungun di Sumatera Utara 

Saan mengatakan, persoalan kayu gelondongan menjadi salah satu keluhan utama yang disampaikan para kepala daerah dalam forum tersebut. Menurutnya, tumpukan kayu itu sudah lama ada, namun belum ditangani secara tuntas.

“Yang pertama ini keluhan soal kayu-kayu gelondongan. Kayu-kayu gelondongan ini sudah numpuk, tapi kepala-kepala daerah kebingungan juga,” ujar Saan di Aceh, Selasa (30/12/25)

Ia menjelaskan, kebingungan tersebut muncul karena kepala daerah tidak memiliki keberanian untuk mengambil keputusan terkait pemanfaatan atau penanganan kayu-kayu tersebut. Mereka khawatir akan muncul persoalan hukum di kemudian hari.

“Tidak punya keberanian ini mau diapakan. Takut ada persoalan di kemudian hari, diperiksa apa semua,” katanya.

Menurut Saan, persoalan kayu gelondongan ini harus segera diselesaikan karena berdampak langsung terhadap proses pemulihan pascabencana. Jika dibiarkan, kondisi tersebut justru akan menghambat upaya pemulihan di daerah.

“Ini juga penting untuk segera diselesaikan. Karena kalau tidak diselesaikan ini kan mengganggu juga, mengganggu terhadap proses pemulihan,” tegasnya.

Ia menambahkan, dampak lanjutan dari persoalan tersebut juga berkaitan dengan masalah lain, seperti pendangkalan sungai dan lingkungan sekitar wilayah terdampak.

“Jadi mengganggu terhadap proses pemulihan termasuk tadi soal pendangkalan,” lanjut Saan.

Untuk itu, Saan mendorong agar Menteri Dalam Negeri dapat mengambil peran lebih aktif dalam mengoordinasikan penyelesaian persoalan kayu gelondongan tersebut, termasuk dengan memberikan keputusan yang jelas dan cepat.

“Ini penting nanti Pak Mendagri kemungkinan ya untuk bisa mengoordinasikan dan memberikan keputusan secepatnya terkait dengan soal kayu-kayu gelondongan tersebut,” ujarnya.

Selain kayu gelondongan, Saan juga menyinggung persoalan pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak bencana. Ia menyebut banyak daerah menghadapi kendala serius terkait ketersediaan dan status lahan.

“Banyak para daerah tadi menyampaikan terkait dengan soal lahan,” tuturnya.

Menurut Saan, pembangunan hunian tetap membutuhkan kepastian status tanah karena umumnya lahan yang tersedia masih berstatus kawasan hutan, HGU, atau status lain yang belum clear.

“PU nggak bisa ngebangun juga atau yang lain nggak bisa ngebangun juga kalau status tanahnya itu belum clear,” ujar Saan.

Ia menegaskan, pembangunan hunian tetap hanya bisa dilakukan jika status lahan sudah benar-benar clear and clean, agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari. Karena itu, diperlukan keterlibatan lintas kementerian.

“Kementerian ATR-BPN, Kementerian Kehutanan semua ini perlu juga untuk bisa bersama-sama menyelesaikan persoalan ini,” ucapnya.

Lebih lanjut, Politisi NasDem ini menekankan pentingnya koordinasi, komunikasi, serta penyampaian data kebutuhan prioritas secara cepat, khususnya yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik, agar proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Rangkaian banjir bandang dan tanah longsor yang melanda provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah menewaskan lebih dari 1.100 orang dan menyebabkan ratusan masih hilang, serta memaksa ratusan ribu jiwa mengungsi dan merusak puluhan ribu rumah serta fasilitas publik. Data BNPB mencatat kerusakan masif pada infrastruktur dan rumah penduduk sepanjang bencana pada akhir November hingga Desember. (dil)

Tags: AcehBencana SumateraDPR RISaan Mustopa

Berita Terkait.

Pemulihan Pascabencana Solok Raya Dikebut, Infrastruktur dan Ketahanan Pangan Jadi Fokus
Nasional

Musim Tanam Tiba, Nagan Raya Manfaatkan TKD untuk Rehabilitasi Sawah Terdampak

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:33
Rini
Nasional

35 Kasus Pelanggaran Disiplin ASN Disidangkan, 31 Sanksi Diperkuat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:32
Pemulihan Pascabencana Solok Raya Dikebut, Infrastruktur dan Ketahanan Pangan Jadi Fokus
Nasional

Pascagempa di NTT, Sore Ini Getaran Gempa M 6,4 Hantam Simalungun di Sumatera Utara 

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:22
Post-Earthquake in East Nusa Tenggara, Health Services and Evacuation Efforts Accelerated
Nasional

Post-Earthquake in East Nusa Tenggara, Health Services and Evacuation Efforts Accelerated

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:17
Pemulihan Pascabencana Solok Raya Dikebut, Infrastruktur dan Ketahanan Pangan Jadi Fokus
Nasional

Pemulihan Pascabencana Solok Raya Dikebut, Infrastruktur dan Ketahanan Pangan Jadi Fokus

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:41
Gunil Keluar, Xdinary Heroes Langsung Batalkan Sejumlah Jadwal
Nasional

Mendagri Dorong Kepemimpinan Teknokratik Kepala Daerah untuk Tingkatkan Pendapatan Daerah

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:31

BERITA POPULER

  • ertiga

    Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1169 shares
    Share 468 Tweet 292
  • iCAR V23 dan V27 Hadir di GIIAS 2026, Bawa Pilihan Baru Kendaraan Elektrifikasi

    973 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3755 shares
    Share 1502 Tweet 939
  • Restrukturisasi Subholding Upstream, SP PDSI Minta PDSI Diperkuat Jadi National Drilling Champion

    870 shares
    Share 348 Tweet 218
  • Terungkap, Ini Alasan Persib Rekrut Bek Kroasia Danijel Loncar

    825 shares
    Share 330 Tweet 206
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.