INDOPOSCO.ID – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI Pratikno menyatakan, sebagian besar sekolah di Provinsi Aceh telah siap beroperasi kembali pascabencana banjir bandang dan longsor yang menerjang tiga provinsi di Sumatera pada akhir November 2025 lalu.
“Pelayanan pendidikan di Aceh, sekitar 65 persen sekolah telah siapkan untuk beroperasi kembali,” kata Pratikno secara daring dalam kanal YouTube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Jumat (26/12/2025).
Seluruh pihak ditegaskannya telah bekerja keras membersihkan lumpur dan reruntuhan bangunan agar fasilitas sekolah bisa digunakan kembali pada tahun ajaran baru 2026.
“Ini dilakukan melalui pembersihan repitalisasi fasilitas dan seterusnya untuk menyongsong tahun ajaran baru pada 5 Januari 2026,” ujar Pratikno.
Selain di Aceh, layanan sekolah di berbagai daerah terdampak bencana lainnya juga hampir pulih sepenuhnya. Pemerintah pun berkomitmen merampungkan proses rehabilitasi sebelum tahun ajaran baru dimulai.
“Untuk Sumatera Barat dan Sumatera Utara tingkat kesiapan operasionalitas sekolah sudah mendekati 90 persen,” ucapnya.
“Jadi pemerintah terus berkomitmen melalui berbagai upaya agar proses belajar mengajar formal kembali bisa berjalan pada awal Januari 2026,” tambahnya.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI sempat mencatat 1.009 sekolah terdampak bencana banjir dan longsor yang melanda Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, dan Provinsi Sumatera Barat.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu’ti mengemukakan, satuan pendidikan terdampak bencana di Aceh berjumlah 310, Sumatera Utara berjumlah 385, dan Sumatera Barat 314 dengan total keseluruhan adalah 1.009.
Pihaknya terus berupaya melakukan mitigasi dan pemetaan untuk memastikan kegiatan belajar-mengajar bagi para murid di daerah yang terdampak banjir dapat tetap berjalan.
“Kami sudah melakukan mitigasi dan melakukan pemetaan, tidak hanya Aceh dan Sumatra Utara, tetapi juga di beberapa tempat di Jawa Timur, dan Jawa Tengah,” ungkap Mu’ti terpisah dalam keterangannya, di Jakarta, Minggu (30/12/2025). (dan)








