• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Ekonomi Kreatif Berpotensi Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Selasa, 23 Desember 2025 - 21:41
in Ekonomi
ekonomi
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Prasasti Center for Policy Studies (Prasasti) menilai sektor ekonomi kreatif memiliki potensi strategis sebagai salah satu mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Potensi ini menjadi penting di tengah upaya Indonesia menjaga momentum menuju target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen. Dengan karakteristik budaya yang kuat dan basis kreativitas yang luas, ekonomi kreatif dinilai mampu memperkuat fondasi transformasi ekonomi nasional dalam periode pembangunan ke depan.

Pandangan tersebut disampaikan Prasasti dalam kegiatan Prasasti Insights yang diselenggarakan bersama Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Selasa (23/12).

BacaJuga:

Satu Seperempat Abad Melayani Negeri, PT Pegadaian Konsisten Hadirkan Layanan Terdepan untuk Masyarakat

Pesantren Darunnajah 14 Nurul Ilmi Gandeng IPB University, Cetak Wirausahawan Digital untuk Perkuat Ekonomi Pesantren

DPR dan Pemerintah Perkuat Koordinasi, Siapkan Langkah Strategis Percepat Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Burhanuddin Abdullah, Board of Advisors Prasasti menegaskan bahwa ekonomi kreatif Indonesia memiliki keunggulan struktural yang tidak mudah direplikasi oleh negara lain. “Indonesia memiliki modal yang tidak mudah direplikasi, yakni kekayaan budaya yang orisinal serta kreativitas yang tumbuh dari keragaman. Di saat banyak negara bertumpu pada efisiensi skala dan teknologi semata, ekonomi kreatif Indonesia justru menawarkan diferensiasi nilai yang kuat, berbasis identitas, narasi, dan inovasi lokal. Potensi ini menjadikan sektor ekonomi kreatif relevan membuka peluang ekonomi nasional dalam mencapai target pertumbuhan,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kinerja ekonomi kreatif menunjukkan tren yang relatif kuat.

Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif tercatat tumbuh 5,69 persen, dengan nilai ekspor yang telah mencapai USD 12,89 miliar dan melampaui target tahun 2025. Selain itu, per November 2025, ekonomi kreatif tercatat telah menyerap 27,4 juta tenaga kerja. Capaian tersebut mencerminkan daya tahan sekaligus potensi ekonomi kreatif Indonesia di tengah dinamika dan tantangan ekonomi global.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa ekonomi kreatif berperan strategis sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang harus dimulai dari penguatan daerah. Menurutnya, kekuatan ekonomi kreatif Indonesia bertumpu pada akar budaya yang berkembang di seluruh wilayah, bukan hanya di kota-kota besar. “Tambang baru di Indonesia itu ekonomi kreatif dari masing-masing daerah. Kementerian Ekraf senantiasa memetakan tiap potensi subsektor unggulan dari daerah dengan kekayaan budaya nusantara yang menjadi sumber identitas dan motivasi, populasi generasi muda yang mewakili digital native secara aktif, dan transformasi digital yang berkembang pesat. Inilah yang menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah,” ujar Teuku Riefky.

Ia menambahkan, “Dalam Asta Ekraf, kami memiliki rumusan program Talenta Ekraf yang memberikan kegiatan pelatihan-pelatihan untuk semua subsektor sehingga para talenta bisa meningkatkan atau mengkombinasikan skill yang dipunya. Dari situ, kami juga melakukan scale up akses pasar dan akses pendanaan untuk pendampingan promosi serta jejaring sehingga mereka bisa naik ke level nasional hingga global,” jelasnya.

Senada dengan Teuku Riefky, Executive Director Prasasti, Nila Marita menuturkan bahwa penguatan ekonomi kreatif membutuhkan ruang dialog kebijakan yang inklusif, terstruktur, dan berorientasi pada solusi. Nila menambahkan diskusi dalam Prasasti Insights diposisikan sebagai fondasi awal untuk menyusun kebijakan ekonomi kreatif yang lebih terarah ke depan. “Kami menyampaikan apresiasi atas konsistensi dari Kementerian Ekonomi Kreatif dalam menegaskan bahwa ekonomi kreatif Indonesia harus terus tumbuh dan berkembang dari daerah. Pesan ini menjadi benang merah dalam berbagai kebijakan dan program sekaligus mencapai pemahaman bahwa kekuatan ekonomi kreatif nasional berakar pada keragaman lokal, talenta daerah, dan ekosistem kreatif dari berbagai wilayah di Indonesia,” kata Nila Marita.

Nila Marita juga memandang diskusi Prasasti Insights bisa memperkaya sudut pandang dan membuka ruang kolaborasi lebih kompeten sehingga bisa sejalan dengan arahan kebijakan dari Kementerian Ekraf. “Kami percaya dengan konsistensi arah kebijakan dan dukungan lintas pihak, potensi ekonomi kreatif sebagai pertumbuhan ekonomi sekaligus kebanggaan Indonesia di kancah global semakin dapat direalisasikan,” tambah Nila Marita.

Dalam konteks subsektor, Direktur Ekonomi Digital CELIOS, Nailul Huda menilai perkembangan ekonomi kreatif Indonesia berjalan seiring dengan kemajuan teknologi digital dan perubahan struktur demografi. “Dengan pertumbuhan mencapai 5,69 persen, kinerja ekonomi kreatif berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Saat ini, kontribusi ekonomi kreatif didominasi subsektor kuliner, fesyen, dan kriya. Kondisi ini menjadi pijakan awal untuk mendorong pengembangan subsektor lain yang bernilai tambah tinggi,” ujarnya.

Menurut Nailul, subsektor seperti film dan musik memiliki potensi besar, terutama dengan semakin kuatnya peran platform digital dan layanan over-the-top (OTT) sebagai saluran distribusi dan monetisasi. “Penguatan subsektor ini menjadi penting agar struktur ekonomi kreatif semakin seimbang dan berdaya saing,” jelasnya.

Sejalan dengan pandangan tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif menegaskan bahwa berbagai langkah strategis telah dan sedang dijalankan untuk memperluas basis subsektor ekonomi kreatif sekaligus meningkatkan daya ungkitnya terhadap perekonomian nasional. Berbagai upaya pemerintah untuk meningkatkan subsektor di area film dan musik antara lain sinkronisasi kebijakan antara Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Kebudayaan, Kementerian Komdigi, Kementerian UMKM, dan Kementerian Pariwisata yang dilakukan untuk memastikan ekonomi kreatif tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi nasional yang saling memperkuat, terutama dalam mendorong pertumbuhan berbasis daerah. (ibs)

Tags: Ekonomi KreatifMesin BaruPertumbuhan Ekonomi Nasional

Berita Terkait.

gadai
Ekonomi

Satu Seperempat Abad Melayani Negeri, PT Pegadaian Konsisten Hadirkan Layanan Terdepan untuk Masyarakat

Senin, 8 Juni 2026 - 20:09
Pelatihan
Ekonomi

Pesantren Darunnajah 14 Nurul Ilmi Gandeng IPB University, Cetak Wirausahawan Digital untuk Perkuat Ekonomi Pesantren

Senin, 8 Juni 2026 - 17:09
Dasco
Ekonomi

DPR dan Pemerintah Perkuat Koordinasi, Siapkan Langkah Strategis Percepat Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Senin, 8 Juni 2026 - 15:27
Susila-Brata
Ekonomi

Dorong Iklim Investasi di Jateng, Bea Cukai Perkuat Sinergi dengan KEK Kendal dan KIT Batang

Senin, 8 Juni 2026 - 15:07
Andri-Haribowo
Ekonomi

Siapkan Generasi Penggerak Energi Nasional, Elnusa Hadirkan Program ELSA

Senin, 8 Juni 2026 - 14:06
Pekerja
Ekonomi

Efisien dan Produktif, Sumur Pungut PT-069 Jadi Tambahan Pasokan Minyak Nasional dari Blok Rokan

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:02

BERITA POPULER

  • Timnas-U19

    Piala AFF U-19: Pastikan Rotasi Kontra Timor Leste, Nova Minta Garuda Muda Nikmati Laga

    2225 shares
    Share 890 Tweet 556
  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1173 shares
    Share 469 Tweet 293
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1019 shares
    Share 408 Tweet 255
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1304 shares
    Share 522 Tweet 326
  • Prakiraan Cuaca Jakarta Didominasi Berawan, Potensi Hujan di Jakbar dan Kepulauan Seribu

    845 shares
    Share 338 Tweet 211
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.