• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Ekonomi Kreatif Berpotensi Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Selasa, 23 Desember 2025 - 21:41
in Ekonomi
ekonomi
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Prasasti Center for Policy Studies (Prasasti) menilai sektor ekonomi kreatif memiliki potensi strategis sebagai salah satu mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Potensi ini menjadi penting di tengah upaya Indonesia menjaga momentum menuju target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen. Dengan karakteristik budaya yang kuat dan basis kreativitas yang luas, ekonomi kreatif dinilai mampu memperkuat fondasi transformasi ekonomi nasional dalam periode pembangunan ke depan.

Pandangan tersebut disampaikan Prasasti dalam kegiatan Prasasti Insights yang diselenggarakan bersama Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Selasa (23/12).

BacaJuga:

ANTAM Raup Laba Rp9,66 Triliun, Melonjak 46 Persen hingga September 2026

KRISTA InterFOOD 2026 Hadir di NICE PIK 2, Libatkan 1.100 Peserta dari 16 Negara

Gelar Customs Visit Customer, Bea Cukai Berikan Asistensi Berkelanjutan kepada Pelaku Usaha

Burhanuddin Abdullah, Board of Advisors Prasasti menegaskan bahwa ekonomi kreatif Indonesia memiliki keunggulan struktural yang tidak mudah direplikasi oleh negara lain. “Indonesia memiliki modal yang tidak mudah direplikasi, yakni kekayaan budaya yang orisinal serta kreativitas yang tumbuh dari keragaman. Di saat banyak negara bertumpu pada efisiensi skala dan teknologi semata, ekonomi kreatif Indonesia justru menawarkan diferensiasi nilai yang kuat, berbasis identitas, narasi, dan inovasi lokal. Potensi ini menjadikan sektor ekonomi kreatif relevan membuka peluang ekonomi nasional dalam mencapai target pertumbuhan,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kinerja ekonomi kreatif menunjukkan tren yang relatif kuat.

Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif tercatat tumbuh 5,69 persen, dengan nilai ekspor yang telah mencapai USD 12,89 miliar dan melampaui target tahun 2025. Selain itu, per November 2025, ekonomi kreatif tercatat telah menyerap 27,4 juta tenaga kerja. Capaian tersebut mencerminkan daya tahan sekaligus potensi ekonomi kreatif Indonesia di tengah dinamika dan tantangan ekonomi global.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa ekonomi kreatif berperan strategis sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang harus dimulai dari penguatan daerah. Menurutnya, kekuatan ekonomi kreatif Indonesia bertumpu pada akar budaya yang berkembang di seluruh wilayah, bukan hanya di kota-kota besar. “Tambang baru di Indonesia itu ekonomi kreatif dari masing-masing daerah. Kementerian Ekraf senantiasa memetakan tiap potensi subsektor unggulan dari daerah dengan kekayaan budaya nusantara yang menjadi sumber identitas dan motivasi, populasi generasi muda yang mewakili digital native secara aktif, dan transformasi digital yang berkembang pesat. Inilah yang menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah,” ujar Teuku Riefky.

Ia menambahkan, “Dalam Asta Ekraf, kami memiliki rumusan program Talenta Ekraf yang memberikan kegiatan pelatihan-pelatihan untuk semua subsektor sehingga para talenta bisa meningkatkan atau mengkombinasikan skill yang dipunya. Dari situ, kami juga melakukan scale up akses pasar dan akses pendanaan untuk pendampingan promosi serta jejaring sehingga mereka bisa naik ke level nasional hingga global,” jelasnya.

Senada dengan Teuku Riefky, Executive Director Prasasti, Nila Marita menuturkan bahwa penguatan ekonomi kreatif membutuhkan ruang dialog kebijakan yang inklusif, terstruktur, dan berorientasi pada solusi. Nila menambahkan diskusi dalam Prasasti Insights diposisikan sebagai fondasi awal untuk menyusun kebijakan ekonomi kreatif yang lebih terarah ke depan. “Kami menyampaikan apresiasi atas konsistensi dari Kementerian Ekonomi Kreatif dalam menegaskan bahwa ekonomi kreatif Indonesia harus terus tumbuh dan berkembang dari daerah. Pesan ini menjadi benang merah dalam berbagai kebijakan dan program sekaligus mencapai pemahaman bahwa kekuatan ekonomi kreatif nasional berakar pada keragaman lokal, talenta daerah, dan ekosistem kreatif dari berbagai wilayah di Indonesia,” kata Nila Marita.

Nila Marita juga memandang diskusi Prasasti Insights bisa memperkaya sudut pandang dan membuka ruang kolaborasi lebih kompeten sehingga bisa sejalan dengan arahan kebijakan dari Kementerian Ekraf. “Kami percaya dengan konsistensi arah kebijakan dan dukungan lintas pihak, potensi ekonomi kreatif sebagai pertumbuhan ekonomi sekaligus kebanggaan Indonesia di kancah global semakin dapat direalisasikan,” tambah Nila Marita.

Dalam konteks subsektor, Direktur Ekonomi Digital CELIOS, Nailul Huda menilai perkembangan ekonomi kreatif Indonesia berjalan seiring dengan kemajuan teknologi digital dan perubahan struktur demografi. “Dengan pertumbuhan mencapai 5,69 persen, kinerja ekonomi kreatif berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Saat ini, kontribusi ekonomi kreatif didominasi subsektor kuliner, fesyen, dan kriya. Kondisi ini menjadi pijakan awal untuk mendorong pengembangan subsektor lain yang bernilai tambah tinggi,” ujarnya.

Menurut Nailul, subsektor seperti film dan musik memiliki potensi besar, terutama dengan semakin kuatnya peran platform digital dan layanan over-the-top (OTT) sebagai saluran distribusi dan monetisasi. “Penguatan subsektor ini menjadi penting agar struktur ekonomi kreatif semakin seimbang dan berdaya saing,” jelasnya.

Sejalan dengan pandangan tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif menegaskan bahwa berbagai langkah strategis telah dan sedang dijalankan untuk memperluas basis subsektor ekonomi kreatif sekaligus meningkatkan daya ungkitnya terhadap perekonomian nasional. Berbagai upaya pemerintah untuk meningkatkan subsektor di area film dan musik antara lain sinkronisasi kebijakan antara Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Kebudayaan, Kementerian Komdigi, Kementerian UMKM, dan Kementerian Pariwisata yang dilakukan untuk memastikan ekonomi kreatif tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi nasional yang saling memperkuat, terutama dalam mendorong pertumbuhan berbasis daerah. (ibs)

Tags: Ekonomi KreatifMesin BaruPertumbuhan Ekonomi Nasional

Berita Terkait.

antam
Ekonomi

ANTAM Raup Laba Rp9,66 Triliun, Melonjak 46 Persen hingga September 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:50
krista
Ekonomi

KRISTA InterFOOD 2026 Hadir di NICE PIK 2, Libatkan 1.100 Peserta dari 16 Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:34
bc
Ekonomi

Gelar Customs Visit Customer, Bea Cukai Berikan Asistensi Berkelanjutan kepada Pelaku Usaha

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:51
Pipa Gas
Ekonomi

PLN EPI Alirkan Gas Bumi dari Natuna ke Batam, Pasokan Listrik Makin Terjaga

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:05
Jakarta Kucurkan Rp4,67 Miliar Bantuan Tebus Ijazah untuk 2.810 Warga
Ekonomi

Kembangkan Inovasi Transformasi Digital, Pegadaian Raih The Finance Special Award 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:45
Kilang Cilacap
Ekonomi

Pertamina Dorong Limbah Rumah Tangga Terbang Lebih Tinggi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:08

OLAHRAGA

liverpool
Olahraga

Liverpool vs Chelsea: Iraola Isyaratkan Rotasi, The Reds Siap Tempur

Editor Nasuha
Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:27

INDOPOSCO.ID – Liverpool bersiap menghadapi Chelsea pada babak 16 besar Carabao Cup 2026/2027 di Anfield, Kamis (29/10/2026) dini hari WIB....

SelengkapnyaDetails
ACL Two 2026: Pimpin Klasemen, Pelatih Persib Sebut Timnya Bukan Favorit Lawan Melbourne Victory

ACL Two 2026: Pimpin Klasemen, Pelatih Persib Sebut Timnya Bukan Favorit Lawan Melbourne Victory

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:58
Raih 15 Emas di Asian Para Games 2026, Ketua DPR: Jadi Inspirasi Generasi Muda

Raih 15 Emas di Asian Para Games 2026, Ketua DPR: Jadi Inspirasi Generasi Muda

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:21
OCA Tetapkan Jadwal Baru AIMAG, Indonesia Siap Berlaga di Riyadh

OCA Tetapkan Jadwal Baru AIMAG, Indonesia Siap Berlaga di Riyadh

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:35
timnas

Resmi Dirilis, Ini Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:10

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5114 shares
    Share 2046 Tweet 1279
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1255 shares
    Share 502 Tweet 314
  • Lahan Perhutanan Sosial Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani

    981 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    968 shares
    Share 387 Tweet 242
  • Gempa Bumi Dangkal Getarkan Aceh Tenggara, BMKG: Kedalaman Hiposenter 3 Km

    940 shares
    Share 376 Tweet 235
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.