• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Politik

Isu Eks Menpora-Davina Karamoy Dinilai Berpotensi Jadi Pembunuhan Karakter

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Minggu, 14 Desember 2025 - 17:47
in Politik
WhatsApp Image 2025-12-14 at 17.18.22

Ilustrasi riuh gosip di ruang digital kerap mengalihkan perhatian publik dari persoalan kemanusiaan yang lebih mendesak/istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah linimasa yang gaduh, ketika perhatian publik mudah terseret oleh sensasi, suara berbeda datang dari Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi. Ia menilai isu yang menyeret nama mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo dengan artis Davina Karamoy bukan hanya rapuh secara fakta, tetapi juga berbahaya bagi kesehatan ruang publik, terutama saat bangsa ini tengah diuji bencana alam di Sumatera.

Menurut Habib Syakur, pusaran isu tersebut berdiri di atas spekulasi, bukan verifikasi. Ia menekankan, bahkan pihak yang disebut dalam isu telah merespons secara terbuka dengan kebingungan, sebuah penegasan bahwa tuduhan yang beredar tidak memiliki pijakan jelas.

BacaJuga:

Hasto: Rupiah Anjlok Imbas Tata Kelola Pemerintahan Tidak Baik

Terpilih Aklamasi Jadi Ketum Kosgoro 1957, Sari Yuliati Targetkan Keterwakilan Perempuan di Pemilu 2029

Bahlil Tegas ke Kosgoro 1957: Jangan Kirim Kader “Tak Matang” ke Golkar, Bertanding Harus Tetap Bersanding

“Apa yang perlu diklarifikasi? Aku pun bingung,” ujar Habib Syakur kepada awak media, pada Minggu (14/12/2025), yang mengutip pernyataan Davina belum lama ini.

Bagi Habib Syakur, kalimat singkat itu justru menjadi kunci bahwa tidak ada konfirmasi, tidak ada bukti, dan tidak ada pernyataan resmi yang menguatkan narasi liar. Yang ada, kata dia, hanyalah pola lama yang berulang, ketika empati publik seharusnya tertuju pada korban banjir, longsor, dan dampak kemanusiaan lain di Sumatera, perhatian justru dialihkan ke gosip personal.

“Ini pola lama. Ketika publik seharusnya fokus pada penderitaan rakyat akibat bencana di Sumatera, justru dimunculkan isu sensasional, gosip artis, dan tuduhan personal untuk mengaburkan empati publik,” kata Habib Syakur.

Ia mengingatkan, membesarkan isu tanpa dasar bukan sekadar tindakan tidak etis, melainkan berpotensi menjadi pembunuhan karakter. Ruang publik, lanjutnya, akan rusak jika rumor pribadi dicampuradukkan dengan nama pejabat negara tanpa verifikasi yang ketat.

“Publik harus cerdas. Jangan sampai energi bangsa habis untuk isu murahan, sementara saudara-saudara kita sedang berjuang menghadapi banjir, longsor, dan dampak kemanusiaan lainnya,” tegasnya.

Habib Syakur lalu menarik benang merah nilai moral dan spiritual. Dalam ajaran Islam, penyebaran informasi tanpa tabayyun adalah larangan tegas.

Tak berhenti di situ, Habib Syakur mengutip peringatan Nabi Muhammad tentang bahaya menyampaikan setiap kabar tanpa klarifikasi. Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan, “Cukuplah seseorang dikatakan berdusta jika ia menceritakan setiap apa yang ia dengar.”

Menurutnya, nilai kehati-hatian, tanggung jawab moral, dan etika berbicara harus kembali menjadi kompas di era digital. “Jangan karena ingin viral, lalu akal sehat dan nurani ditinggalkan. Hoaks bukan sekadar kesalahan informasi, tapi bisa menjadi kezaliman terhadap orang lain,” tambahnya.

Ia pun mengajak media, influencer, dan masyarakat luas untuk menahan diri—tidak ikut memperbesar isu yang tak memiliki kepentingan publik. Fokus bangsa, tegasnya, semestinya diarahkan pada agenda kemanusiaan: solidaritas sosial, bantuan nyata, dan keberpihakan pada korban bencana.

Pada akhirnya, seruan itu sederhana namun mendalam, dimana bangsa yang besar bukan yang paling ramai oleh gosip, melainkan yang paling sigap merawat empati. Di tengah badai sensasi, nurani publiklah yang seharusnya memimpin arah. (her)

Tags: Davina KaramoymenporaPembunuhan Karakter

Berita Terkait.

Hasto: Rupiah Anjlok Imbas Tata Kelola Pemerintahan Tidak Baik
Politik

Hasto: Rupiah Anjlok Imbas Tata Kelola Pemerintahan Tidak Baik

Sabtu, 6 Juni 2026 - 22:16
Sari Yuliati
Politik

Terpilih Aklamasi Jadi Ketum Kosgoro 1957, Sari Yuliati Targetkan Keterwakilan Perempuan di Pemilu 2029

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:15
lil
Politik

Bahlil Tegas ke Kosgoro 1957: Jangan Kirim Kader “Tak Matang” ke Golkar, Bertanding Harus Tetap Bersanding

Sabtu, 6 Juni 2026 - 13:21
Harga Telur Anjlok, Pemerintah Serap Produksi Peternak untuk Dapur MBG 
Nasional

DPR Sambut Gagasan Pengawas Dana Kampanye, Dorong Reformasi Demi #PemiluBersih

Jumat, 5 Juni 2026 - 23:31
Ahmad Doli Kurnia Tandjung
Politik

Baleg DPR Soroti E-Voting sebagai Langkah Besar Reformasi Pemilu Indonesia

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:45
Sari Yuliati
Politik

Dapat 40 Dukungan, Wakil Ketua DPR Sari Yuliati Mantap Daftar Bakal Calon Ketum PPK Kosgoro 1957

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:32

BERITA POPULER

  • Timnas-U19

    Piala AFF U-19: Pastikan Rotasi Kontra Timor Leste, Nova Minta Garuda Muda Nikmati Laga

    2222 shares
    Share 889 Tweet 556
  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1170 shares
    Share 468 Tweet 293
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    969 shares
    Share 388 Tweet 242
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1263 shares
    Share 505 Tweet 316
  • Prakiraan Cuaca Jakarta Didominasi Berawan, Potensi Hujan di Jakbar dan Kepulauan Seribu

    838 shares
    Share 335 Tweet 210
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.