INDOPOSCO.ID – Di tengah kabar duka yang menyelimuti Aceh akibat banjir dan tanah longsor, kepedulian dari berbagai pihak terus mengalir. Salah satu yang hadir memberikan dukungan nyata adalah Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), melalui program BPJPH Peduli, yang menyalurkan bantuan untuk masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Pidie Jaya, di Provinsi Aceh.
Dalam suasana penuh empati di Ruang Potda, Kantor Gubernur Aceh, Kepala BPJPH RI Ahmad Haikal Hassan (Babe Haikal) menyerahkan bantuan Rp500 juta kepada Sekretaris Daerah Provinsi Aceh, M. Nasir. Penyerahan ini berlangsung bersamaan dengan agenda kunjungan kerja Reses Komisi VIII DPR RI, yang turut menghadirkan berbagai pimpinan kementerian/lembaga.
Babe Haikal membuka pertemuan dengan ungkapan duka mendalam atas bencana yang melanda masyarakat Aceh. Ia menegaskan BPJPH tidak hanya hadir sebagai lembaga negara, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang ikut merasakan luka yang sama.
“Bantuan yang kami serahkan hari ini adalah bagian dari komitmen BPJPH untuk hadir bersama warga yang terdampak. Bantuan ini sebagian besar berasal dari gaji seluruh karyawan BPJPH. Kami siap memperkuat kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, agar distribusi bantuan dan pemulihan dapat dirasakan masyarakat secepat mungkin,” ungkap Babe Haikal dalam keterangan yang diterima pada Jumat (12/12/2025).
Babe Haikal juga menyoroti dampak bencana tidak hanya terlihat pada kerusakan fisik, tetapi juga melumpuhkan aktivitas warga, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), dan para pendamping layanan halal di wilayah terdampak. Ia menegaskan solidaritas dan kecepatan adalah kunci.
“Oleh karena itu, diperlukan solidaritas, kecepatan respon, dan kerja bersama sebagai kunci dalam merespon bencana tersebut,” tegasnya.
Babe Haikal pun mengajak semua pihak dalam ekosistem halal nasional untuk terus saling menguatkan demi percepatan pemulihan.
“Bencana ini meninggalkan dampak yang sangat besar bagi masyarakat Aceh. Pemerintah pusat dan daerah, masyarakat dan semua pihak perlu terus berjalan dalam satu tarikan napas untuk memastikan pemulihan berlangsung lancar, cepat dan tepat,” tambahnya.
Dukungan tersebut mendapat apresiasi dari Komisi VIII DPR RI. Ketua Tim Kunjungan, Ansory Siregar, menilai sinergi antarinstansi adalah kekuatan yang harus terus dijaga.
“Semua kementerian bersama Komisi VIII DPR RI memobilisasi bantuan agar sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Dari BPJPH, Alhamdulillah telah disalurkan Rp500 juta dan sebelumnya juga ada bantuan logistik sembako,” katanya.
Dari pihak Pemerintah Aceh, Sekretaris Daerah M. Nasir menggambarkan betapa berat kondisi yang sedang dihadapi. Ia memaparkan data terkini, yakni 18 kabupaten/kota terdampak, dengan 14 wilayah berstatus tanggap darurat, 4 berstatus siaga, lebih dari 150 jembatan putus, 300 ruas jalan terputus, dan lebih dari 1,9 juta jiwa terdampak.
“Kami perlu kolaborasi dengan pemerintah pusat untuk membangun semuanya kembali. Hari ini sudah memasuki hari ke-14, dan kami terus bergerak sebisa yang mampu kami lakukan,” ungkapnya.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur penting, termasuk Kementerian Sosial, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Badan Wakaf Indonesia (BWI), Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh, serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Usai pertemuan, rombongan melanjutkan peninjauan ke lokasi pengungsian di Pidie Jaya.
Sebelumnya, pada 5 Desember 2025, BPJPH bersama Alfamart juga telah mengirimkan 10 truk bantuan sembako untuk korban bencana di Sumatera, sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam aksi kemanusiaan.(her)











