• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Peringatan Keras untuk Menkeu, Penundaan Cukai MBDK Bisa Meledakkan Krisis Kesehatan

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Rabu, 10 Desember 2025 - 21:09
in Nasional
minuman

Ilustrasi pekerja melintasi lemari pendingin berisi minuman kemasan yang dijual di minimarket. Foto: ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah harapan publik agar pemerintah memperkuat kebijakan kesehatan nasional, keputusan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa kembali memantik gelombang kritik. Penundaan pengenaan cukai pada Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK) yang sedianya berlaku 2026 menjadi sorotan tajam, terutama karena kebijakan ini bukan pertama kalinya ditunda.

Suara paling lantang datang dari Pegiat Perlindungan Konsumen sekaligus Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi, yang menyebut langkah Purbaya sebagai “blunder kebijakan kesehatan publik yang semakin sulit dibenarkan.”

BacaJuga:

Mendikdasmen Siapkan Pendidikan Gratis, Murid TK Dapat PIP Rp450 Ribu di 2027

Dasco Sebut Komisi III DPR Bakal Dalami Temuan di Lapas Cibinong

Ada “Apartemen” dan Vila di Lapas Cibinong, DPR Desak Kementerian Imipas Bergerak

Menurut Tulus, penundaan ini justru akan memperlebar pintu bagi anak dan remaja mengonsumsi minuman manis dengan lebih mudah.

“Saat ini lebih dari 25 persen anak di Indonesia minum MBDK setiap hari. Harganya murah, aksesnya sangat mudah. Dengan penundaan cukai, situasi ini hanya akan makin parah,” ujar Tulus melalui gawai, Rabu (10/12/2025).

Tulus mengingatkan, konsumsi tinggi MBDK merupakan awal dari banyak masalah kesehatan masa depan, seperti kegemukan, obesitas, hingga peningkatan risiko diabetes di usia belia.

Lonjakan konsumsi pada kelompok dewasa juga tidak kalah merisaukan. “Dalam sepuluh tahun terakhir, konsumsi MBDK pada orang dewasa melonjak 14 kali lipat. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa pola konsumsi yang dibiarkan tanpa intervensi fiskal akan mempercepat peningkatan penyakit degeneratif seperti jantung koroner, kanker, darah tinggi, stroke, hingga diabetes melitus.

Tulus juga menyoroti dugaan kuatnya tekanan dari industri MBDK terhadap pemerintah. Ia menilai keputusan penundaan ini menunjukkan keberpihakan yang keliru.

“Menkeu seperti menukar kesehatan anak-anak dan kesehatan publik dengan kepentingan ekonomi industri. Padahal penerapan cukai tidak akan meruntuhkan industri MBDK,” tuturnya.

Lebih jauh, Tulus menilai kebijakan ini tidak hanya bermasalah dari sisi kesehatan, tetapi juga dari sisi hukum.

“Penundaan cukai MBDK melanggar mandat UU Kesehatan, PP Kesehatan, sampai UU APBN 2025 yang sudah menetapkan target penerimaan cukai MBDK sebesar Rp7 triliun,” tandasnya.

Ia menambahkan bahwa penundaan ini berpotensi mengacaukan mimpi besar Indonesia dalam membangun generasi emas. Konsumsi gula berlebih yang tidak ditekan sejak dini, menurutnya, akan menciptakan generasi dengan beban kesehatan berat.

Dengan sederet catatan tersebut, Tulus mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk turun tangan dan membatalkan kebijakan penundaan tersebut. Ia menilai pemerintah justru membutuhkan tambahan penerimaan untuk menanggulangi berbagai bencana ekologis yang kini melanda banyak wilayah.

“Oleh sebab itu, sangat mendesak bagi Presiden Prabowo untuk membatalkan kebijakan Menkeu yang menunda cukai MBDK, dan juga cukai rokok. Apalagi di saat pemerintah memerlukan banyak biaya untuk recovery bencana ekologis di Sumatera, dan daerah lain di Indonesia,” tambahnya.

Di tengah upaya Indonesia menjaga masa depan kesehatan warganya, keputusan soal cukai MBDK menjadi penentu arah, apakah negara memilih keberanian untuk mengendalikan risiko, atau mengalah pada kenyamanan jangka pendek.

Karena pada akhirnya, kebijakan kesehatan bukan sekadar angka di lembar anggaran, melainkan cerita tentang masa depan generasi yang akan mewarisi negeri ini. (her)

Tags: Cukai MBDKFKBIMenkeupurbaya yudhi sadewatulus abadi

Berita Terkait.

Ada “Apartemen” dan Vila di Lapas Cibinong, DPR Desak Kementerian Imipas Bergerak
Nasional

Mendikdasmen Siapkan Pendidikan Gratis, Murid TK Dapat PIP Rp450 Ribu di 2027

Jumat, 25 September 2026 - 02:41
Ada “Apartemen” dan Vila di Lapas Cibinong, DPR Desak Kementerian Imipas Bergerak
Nasional

Dasco Sebut Komisi III DPR Bakal Dalami Temuan di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 - 22:07
Ada “Apartemen” dan Vila di Lapas Cibinong, DPR Desak Kementerian Imipas Bergerak
Nasional

Ada “Apartemen” dan Vila di Lapas Cibinong, DPR Desak Kementerian Imipas Bergerak

Kamis, 24 September 2026 - 21:06
Bea Cukai Kediri Ungkap Peredaran Rokok Ilegal dengan Modus Motor Modifikasi
Nasional

Mendagri Tito: Pengendalian Inflasi Butuh Peran Aktif Pemda

Kamis, 24 September 2026 - 20:05
Nasional

Miliki Ekosistem Gambut Tropis Terluas di Dunia, Mendiktisaintek: Perkuat Riset Pencegahan Kebakaran

Kamis, 24 September 2026 - 19:30
DPR: Pendidikan Gratis Jangan Tinggalkan Madrasah dan PT Keagamaan
Nasional

DPR: Pendidikan Gratis Jangan Tinggalkan Madrasah dan PT Keagamaan

Kamis, 24 September 2026 - 19:15

OLAHRAGA

java
Olahraga

Java United Buka Suara soal Perselisihan dengan Shin Tae-yong, Singgung Pemicu Keributan

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 24 September 2026 - 11:21

INDOPOSCO.ID – Kemenangan Persija Jakarta atas Java United justru menyisakan persoalan di luar lapangan. Duel yang berakhir dengan skor 1-0...

SelengkapnyaDetails
ferdinan

Resmi Berseragam Persija, Marselino Ferdinan Bawa Ambisi Besar

Kamis, 24 September 2026 - 09:19
tpkk

Tri Tito Karnavian Dorong Olahraga Jadi Kebiasaan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045

Rabu, 23 September 2026 - 21:11
Ucapan “Pendatang” untuk Shin Tae-yong Berujung Laporan, Persija Serahkan ke Komdis PSSI

Ucapan “Pendatang” untuk Shin Tae-yong Berujung Laporan, Persija Serahkan ke Komdis PSSI

Rabu, 23 September 2026 - 12:45
5 Pilar Macan Kemayoran Gabung Timnas di FIFA ASEAN Cup, Manajer Persija Titip Pesan

5 Pilar Macan Kemayoran Gabung Timnas di FIFA ASEAN Cup, Manajer Persija Titip Pesan

Rabu, 23 September 2026 - 09:46

BERITA POPULER

  • Dirut INDOPOSCO: Pentingnya Kompetensi Wartawan Hadapi Tantangan Era AI

    Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1026 shares
    Share 410 Tweet 257
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    969 shares
    Share 388 Tweet 242
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    969 shares
    Share 388 Tweet 242
  • Pelayanan Pertanahan di Kabupaten Bogor Tetap Berjalan Pascapenangkapan Kepala BPN

    874 shares
    Share 350 Tweet 219
  • Produksi 1.250 Ton per Hari, Pabrik RDF Bekasi Ditargetkan Beroperasi Januari 2027

    802 shares
    Share 321 Tweet 201
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.