• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Kunci Menghidupkan Kembali Industri Panas Bumi dari Regulasi hingga Investasi

Dilianto Editor Dilianto
Rabu, 10 Desember 2025 - 17:15
in Ekonomi
WhatsApp Image 2025-12-10 at 16.46.51

Sejumlah pembicara dalam webinar dengan tema “Posisi Panas Bumi dalam Pencapaian Target RUPTL 2025–2034”, Selasa (9/12/2025). Foto: Capture Zoom

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Indonesia kembali menatap panas bumi sebagai salah satu kunci ketahanan energi di tengah upaya memperkuat ekonomi nasional. Peran strategis sektor ini makin terasa, terutama ketika RUPTL 2025–2034 menempatkan energi bersih sebagai tulang punggung pertumbuhan kapasitas pembangkit nasional.

Dalam dokumen tersebut, pemerintah memproyeksikan lebih dari separuh tambahan pembangkit baru berasal dari Energi Baru dan Terbarukan (EBET). Kontribusinya dipatok antara 51 persen atau 27,4 GW hingga 61,3 persen atau 42,6 GW, dengan target 5,2 GW dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).

BacaJuga:

Hadapi Isu Nasional, Sinergi Perempuan Antardaerah Jadi Kunci Pembangunan

4 Rig Baru Pertamina Drilling Siap Dongkrak Efisiensi dan Produksi Migas Nasional

Keselamatan Jadi Prioritas, PGN Perkuat Sinergi dengan Pemerintah untuk Ketahanan Energi

Namun, jalan menuju target itu tampaknya tidak akan semudah rencana di atas kertas. Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, menilai capaian pembangunan sejauh ini masih jauh dari ideal.

“Berdasarkan data, selama 2017–2023 kapasitas terpasang panas bumi hanya meningkat sekitar 789,21 MW,” ungkap Komaidi dalam webinar dengan tema “Posisi Panas Bumi dalam Pencapaian Target RUPTL 2025–2034”, Selasa (9/12/2025).

Hingga akhir 2023, kapasitas panas bumi nasional baru menyentuh 2.597,51 MW, atau sekitar 10,3 persen dari total potensi yang dimiliki Indonesia sejak komoditas ini mulai dikelola pada 1980-an.

Komaidi menjelaskan, sejumlah tantangan masih membayangi pengembangan panas bumi: risiko eksplorasi, skema pasar dan pembiayaan yang tidak selalu berpihak pada pengembang, hambatan regulasi, kebutuhan investasi besar, lamanya pengembangan proyek, serta letak sumber daya yang banyak berada di wilayah terpencil.

Ia menilai penyempurnaan regulasi menjadi pondasi utama agar iklim investasi kembali bergairah. “Terkait perizinan misalnya, pemerintah perlu melakukan penyederhanaan dan kepastian perizinan pengembangan proyek PLTP. Perlu diberikan kepastian tata waktu proses penyelesaian perizinan pengembangan proyek PLTP,” tegasnya.

Komaidi juga menyoroti model pasar listrik nasional yang bersifat monopsoni. Dalam situasi di mana hanya satu pihak berperan sebagai pembeli listrik, proses kepastian kontrak menjadi sangat menentukan.

“Untuk mempercepat proses PJBL dan PJBU, proses negosiasi tarif sebaiknya hanya dilakukan untuk harga dasar dan eskalasi yang diberlakukan selama jangka waktu PJBL dan PJBU tersebut,” tutur Komaidi.

Penyederhanaan mekanisme harga dinilai penting untuk menyelesaikan hambatan dalam skema pembelian listrik yang tertuang dalam Perpres 112 Tahun 2022. Menurutnya, penerapan feed-in tariff juga sangat krusial untuk menarik investor.

“Langkah tersebut dapat diwujudkan diantaranya melalui revisi atau penguatan terhadap ketentuan Perpres 112/2022,” jelas Komaidi.

Di tingkat global, Filipina dan Turki menjadi contoh bagaimana kebijakan yang tepat mampu mengubah peta pengembangan panas bumi. Filipina sukses berkat regulasi yang jelas, mulai dari dukungan penuh Transco dalam koneksi dan distribusi listrik panas bumi, hingga beragam insentif seperti pengurangan bagian pendapatan pemerintah dan akses data eksplorasi.

Sementara itu, Turki mencatat lonjakan luar biasa setelah melakukan reformasi besar. Kapasitas PLTP mereka melesat 328,23 persen dalam satu dekade, dari 405 MW pada 2014 menjadi 1.734 MW pada 2024. Komaidi menilai, capaian itu tidak lepas dari kerangka hukum yang progresif.

“Keberhasilan Turki meningkatkan kapasitas PLTP dari 405 MW pada tahun 2014 menjadi 1.734 MW di tahun 2024 diantaranya karena mereka melakukan penyempurnaan kerangka regulasi pengembangan dan pengusahaan industri panas bumi,” tambahnya.

Dengan fondasi kebijakan yang tepat, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengikuti jejak dua negara tersebut. Tantangannya kini adalah memastikan setiap langkah pengembangan benar-benar selaras dengan kebutuhan industri, agar energi panas bumi tidak hanya menjadi potensi di atas kertas, tetapi kekuatan nyata bagi masa depan energi nasional. (her)

Tags: EBETKetahanan Energipltp

Berita Terkait.

APKASI
Ekonomi

Hadapi Isu Nasional, Sinergi Perempuan Antardaerah Jadi Kunci Pembangunan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:26
Mobile-Rig
Ekonomi

4 Rig Baru Pertamina Drilling Siap Dongkrak Efisiensi dan Produksi Migas Nasional

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:06
Perwira PGN
Ekonomi

Keselamatan Jadi Prioritas, PGN Perkuat Sinergi dengan Pemerintah untuk Ketahanan Energi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:05
RUPS
Ekonomi

BAg Cetak Pendapatan Rp6,24 Triliun, Transformasi Digital dan Diversifikasi Jadi Motor Pertumbuhan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:23
Kegiatan-EI
Ekonomi

Impor Barang Modal Melonjak, Sinyal Industri Nasional Mulai Ngebut

Sabtu, 4 Juli 2026 - 10:02
Purbaya
Ekonomi

Pendidikan Jadi Prioritas APBN 2026, Purbaya Siapkan Fondasi Indonesia Emas 2045

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:30

BERITA POPULER

  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2194 shares
    Share 878 Tweet 549
  • Portugal vs Kroasia: Martinez Sebut Ronaldo dan Modric Berada di Atas Keraguan Publik

    852 shares
    Share 341 Tweet 213
  • Gempa Bumi Dangkal M 4,0 Guncang Palu, BMKG: Kedalaman Hiposenter 2 Km

    779 shares
    Share 312 Tweet 195
  • Hasil Piala Dunia: Cukur Swedia 3-0, Prancis Tantang Paraguay di 16 Besar

    722 shares
    Share 289 Tweet 181
  • Hasil Piala Dunia: Brace Harry Kane Antar Inggris Comeback Spektakuler

    717 shares
    Share 287 Tweet 179
Pemain-Argentina
Olahraga

Messi Ungkap Kunci Sukses Argentina Singkirkan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026

Editor Juni Armanto
Sabtu, 4 Juli 2026 - 15:27

INDOPOSCO.ID - Timnas Argentina sukses menumbangkan perlawanan sengit Tanjung Verde dengan skor 3-2 untuk mengamankan tiket babak 16 besar di...

SelengkapnyaDetails
Messi

Atasi Perlawanan Sengit Tanjung Verde 3-2, Argentina Melaju ke Babak 16 Besar

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:31
Salah

Bawa Mesir Lolos ke 16 Besar, Salah Ungkap Alasan Pakai Trik Panenka di Babak Tos-tosan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:30
Ramos

Kroasia Gugur di 32 Besar, Zlatko Dalic Ngamuk Sebut Wasit Sangat Buruk

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:08
Pemain-Swiss

Hasil Piala Dunia: Swiss Hentikan Langkah Aljazair dengan Kemenangan Meyakinkan

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:05
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.