• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Pertumbuhan dan Penguatan Perlindungan Konsumen Warnai Kinerja Industri Asuransi Jiwa Akhir 2025

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Senin, 8 Desember 2025 - 22:32
in Ekonomi
jiwa
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kinerja 56 perusahaan asuransi jiwa pada periode Januari–September 2025. Menjelang akhir tahun, industri asuransi jiwa menunjukkan penguatan yang stabil dengan jangkauan perlindungan yang semakin luas bagi masyarakat Indonesia.

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon menyampaikan bahwa asuransi jiwa terus mengambil peran penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga di tengah dinamika ekonomi global maupun domestik.

BacaJuga:

Sambut 98 Tahun Sumpah Pemuda, BPYC 2026 Hadirkan 56 Pembicara dan 50 Komunitas di Jakarta

FEED Rampung Lebih Cepat, LNG Abadi Masela Bidik FID Januari 2027

Siap Hadapi Tantangan Energi ASEAN, Pertamina dan ASCOPE Perkuat Kolaborasi

“Sampai dengan September 2025, total tertanggung industri asuransi jiwa mencapai 151,56 juta orang, tumbuh 12,8% secara tahunan. Kenaikan ini menjadi sinyal bahwa masyarakat semakin menyadari pentingnya perlindungan jangka panjang,” ujar Budi.

Pertumbuhan tertanggung tercatat baik pada segmen perorangan maupun kumpulan. Tertanggung perorangan bertambah menjadi 22,32 juta orang (tumbuh 16,9%), sementara tertanggung kumpulan mencapai 129,25 juta orang (tumbuh 12,1%).

Di sisi pendapatan, industri juga mencatat sinyal positif. Pada Januari–September 2025, total pendapatan industri meningkat 3,2% menjadi Rp174,21 triliun. Meski demikian, pendapatan premi masih terkoreksi ringan 1,1% menjadi Rp133,22 triliun, dipengaruhi penurunan premi tunggal di tengah pemulihan daya beli masyarakat.

“Penurunan premi terjadi pada premi tunggal, sementara premi reguler justru tumbuh konsisten 5% menjadi Rp83,04 triliun. Ini menunjukkan masyarakat lebih berhati-hati dan memilih pembayaran berkala yang lebih terjangkau,” jelas Budi.

Klaim Dan Manfaat: Bukti Nyata Perlindungan Industri Asuransi Jiwa

Sepanjang Januari–September 2025, industri membayarkan klaim dan manfaat sebesar Rp110,44 triliun kepada 6,92 juta penerima manfaat, menegaskan fungsi asuransi jiwa sebagai pelindung finansial bagi masyarakat.

Ketua Bidang Kanal Distribusi dan Inklusi Tenaga Pemasar AAJI, Albertus Wiroyo, menjelaskan bahwa nilai klaim mengalami penurunan 7,9% dibandingkan periode sebelumnya.

“Penurunan ini terutama berasal dari klaim surrender yang turun 18,7%, menandakan semakin baiknya retensi polis. Pemegang polis kini tidak lagi terburu-buru mencairkan polis mereka untuk kebutuhan jangka pendek,” ujar Wiroyo.

Pada sektor kesehatan, pembayaran klaim turun 7,5% menjadi Rp19,35 triliun, diberikan kepada 3,19 juta orang. Nilai klaim kesehatan rata-rata per orang juga mengalami penurunan dari Rp7,0 juta menjadi Rp6,07 juta.

“Perbaikan di lini kesehatan mulai terlihat. Ini momentum bagi industri untuk memperkuat tata kelola manfaat kesehatan dan menjaga keberlanjutan layanan,” tambah Wiroyo.

Aset Industri Menguat, Investasi Tetap Solid

Ketua Bidang Operational of Excellence AAJI, Yurivanno Gani, menyampaikan bahwa industri tetap berada pada posisi yang sehat secara finansial. Hingga September 2025, total aset industri mencapai Rp648,58 triliun, tumbuh 3,2%.

“Sebanyak 88,1% dari total aset merupakan aset investasi senilai Rp571,40 triliun. Stabilitas investasi menjadi penopang utama perlindungan jangka panjang bagi masyarakat,” ungkap Yurivanno.

Hasil investasi industri naik 25,5% menjadi Rp33,81 triliun, didorong menguatnya pasar modal. Industri asuransi jiwa juga melakukan diversifikasi penempatan investasi di beberapa instrumen yang diperkenankan oleh OJK, antara lain:
• Surat Berharga Negara (SBN) mengalami pertumbuhan sebesar 15,2% dengan kontribusi terhadap total investasi sebesar 41,5% atau setara dengan Rp 236,88 triliun.
• Saham mengalami penurunan sebesar 14% dengan kontribusi terhadap total investasi sebesar 21,8% atau setara dengan Rp124,57 triliun.
• Reksadana mengalami penurunan sebesar 2,4% dengan kontribusi terhadap total investasi sebesar 12,4% atau setara dengan Rp70,60 triliun.
• Sukuk Korporasi mengalami pertumbuhan sebesar 16% dengan kontribusi terhadap total investasi sebesar 9,4% atau setara dengan Rp53,92 triliun.
• Deposito mengalami penurunan sebesar 4,1% dengan kontribusi terhadap total investasi sebesar 5,8% atau setara dengan Rp33,17 triliun.

“Dominasi produk tradisional mendorong industri untuk memilih instrumen investasi yang aman dan berjangka panjang, sehingga pembayaran manfaat kepada para pemegang polis dapat terjamin meski ekonomi bergerak dinamis,” tambah Yurivanno.

Arah Transformasi Industri Asuransi Jiwa
Industri asuransi jiwa menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat transformasi industri asuransi jiwa nasional yang berlandaskan kepercayaan, tata kelola yang baik, serta perlindungan konsumen yang optimal.

Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon, menyampaikan bahwa Industri asuransi jiwa merupakan bisnis yang dibangun di atas kepercayaan masyarakat. “Upaya menjaga dan memperkuat kepercayaan masyarakat harus terus dilakukan melalui penguatan tata kelola perusahaan yang sejalan dengan regulasi yang berlaku,” ujar Budi.

Memasuki 2026, AAJI menggarisbawahi tiga pilar utama transformasi industri:
1. Penguatan tata kelola perusahaan, termasuk komitmen penerapan PSAK 117 dan penguatan pengelolaan aset seiring terbitnya POJK Nomor 26 Tahun 2025.
2. Penyempurnaan ekosistem asuransi kesehatan, melalui regulasi yang lebih komprehensif guna mendorong pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
3. Pengembangan SDM yang kompeten dan berintegritas, sesuai Peta Jalan Pengembangan Industri Perasuransian 2023–2027 dan POJK Nomor 34 Tahun 2024.

Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, AAJI sedang memasuki tahap finalisasi pembentukan Centre of Excellence (CoE) di Grha AAJI. “Melalui CoE, AAJI membangun ekosistem pembelajaran berbasis KKNI, SKKNI, dan standar internasional untuk melahirkan tenaga pemasar dan pemimpin industri yang profesional, kompeten, serta berdaya saing global,” tutup Budi. (ibs)

Tags: asuransi jiwaperlindungan konsumen

Berita Terkait.

Sambut 98 Tahun Sumpah Pemuda, BPYC 2026 Hadirkan 56 Pembicara dan 50 Komunitas di Jakarta
Ekonomi

Sambut 98 Tahun Sumpah Pemuda, BPYC 2026 Hadirkan 56 Pembicara dan 50 Komunitas di Jakarta

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:28
Oakwood Premier Cozmo Jakarta Hadirkan Pasar Keliling Signature Bazaar, Angkat Karya Pengrajin Lokal
Ekonomi

FEED Rampung Lebih Cepat, LNG Abadi Masela Bidik FID Januari 2027

Rabu, 28 Oktober 2026 - 02:38
Pulihkan Ekonomi Kalbar Pascakarhutla, Menteri UMKM Gandeng Kampus Cetak Wirausaha Baru
Ekonomi

Siap Hadapi Tantangan Energi ASEAN, Pertamina dan ASCOPE Perkuat Kolaborasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:27
Lebih dari 200 Ribu Peluang Kerja Luar Negeri Belum Terserap, Begini Respons Menteri PPMI
Ekonomi

Potensi Sektor Tekstil Menguat, Ekspor Produk Fesyen Tembus USD 5,9 Miliar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:15
bni
Ekonomi

BNI Bukukan PPOP Rp27,5 Triliun hingga Kuartal III 2026, Tertinggi dalam Sejarah

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:41
brm
Ekonomi

Dirut BRMS Tambah 5,9 Juta Saham BRMS, Total Kepemilikan Jadi 11,4 Juta

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:31

OLAHRAGA

Raih 15 Emas di Asian Para Games 2026, Ketua DPR: Jadi Inspirasi Generasi Muda
Olahraga

Raih 15 Emas di Asian Para Games 2026, Ketua DPR: Jadi Inspirasi Generasi Muda

Editor Dilianto
Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:21

INDOPOSCO.ID – Ketua DPR RI Puan Maharani mengapresiasi perjuangan Kontingen Indonesia yang berhasil meraih 15 medali emas pada Asian Para...

SelengkapnyaDetails
OCA Tetapkan Jadwal Baru AIMAG, Indonesia Siap Berlaga di Riyadh

OCA Tetapkan Jadwal Baru AIMAG, Indonesia Siap Berlaga di Riyadh

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:35
timnas

Resmi Dirilis, Ini Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:10
amin

Raih 73 Medali di Asian Para Games 2026, Atlet Indonesia Didorong Dapat Apresiasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:06
kane

Harry Kane Sabet Ballon d’Or 2026, Ungguli Mbappe dan Lamine Yamal

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:36

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5083 shares
    Share 2033 Tweet 1271
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1250 shares
    Share 500 Tweet 313
  • Lahan Perhutanan Sosial Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani

    979 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    968 shares
    Share 387 Tweet 242
  • Gempa Bumi Dangkal Getarkan Aceh Tenggara, BMKG: Kedalaman Hiposenter 3 Km

    934 shares
    Share 374 Tweet 234
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.