• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

DPR Sebut Tak Perlu Ahli Gizi dalam MBG, Pakar: Merusak Martabat Institusi

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 18 November 2025 - 15:48
in Nasional
WhatsApp Image 2025-11-18 at 15.17.57 (1

INDOPOSCO.ID – Di tengah sorotan publik terhadap kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah pernyataan yang dinilai “menggelikan sekaligus memalukan” kembali menggema dari parlemen.Kritik keras itu disampaikan oleh Pegiat Perlindungan Konsumen sekaligus Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi, yang menilai ucapan Wakil Ketua DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal, telah mencederai kepercayaan publik pada lembaga legislatif.“Walau sudah meminta maaf, pernyataan beliau tetap memalukan. Bahkan menggelikan,” ujar Tulus melalui gawai, Selasa (18/11/2025).Menurutnya, komentar Cucun soal ketidakperluan ahli gizi dalam program MBG menunjukkan ketidakpekaan terhadap tugas dan tanggung jawab seorang legislator. “Pernyataan itu seakan mengabaikan kapasitasnya sebagai wakil rakyat, apalagi sebagai Wakil Ketua DPR yang sudah tiga periode menjabat,” ujarnya.Tulus juga menyinggung pernyataan serupa dari Ketua Komisi XI DPR, Muhammad Misbakhun, yang sebelumnya mengatakan tidak ada dokter yang menyatakan kematian akibat rokok. “Sama memalukannya. Absurd,” kata Tulus.Ia menilai, dua pernyataan itu menggambarkan bagaimana pejabat publik dapat menyampaikan komentar yang jauh dari standar etis dan kompetensi yang seharusnya.Menurut Tulus, keberadaan ahli gizi bukan hanya penting, tetapi sangat urgen dalam memastikan kualitas program MBG. Kasus keracunan siswa yang kini tercatat mencapai lebih dari 12 ribu anak, katanya, menjadi bukti nyata bahwa program ini rapuh karena tidak melibatkan tenaga yang berkompeten.“Asosiasi ahli gizi seperti Persagi (Persatuan Ahli Gizi Indonesia) harus dilibatkan. Tanpa mereka, program ini kehilangan fondasi profesionalnya,” tegasnya.Tulus menilai permintaan maaf Cucun tidak cukup. “Ini bukan sekadar urusan minta maaf lalu selesai. Majelis Kehormatan Dewan (MKD) harus turun tangan. Pernyataan seperti itu merusak martabat institusi,” katanya.Tulus menegaskan bahwa program MBG sendiri disebut perlu dibenahi total dari hulu hingga hilir. Mulai dari manajemen penyusunan menu, distribusi, hingga proses pengawasan mutu. Tulus mengingatkan, Kepala BGN sebelumnya mengakui bahwa program MBG berkontribusi terhadap 43 persen kasus keracunan pangan di Indonesia.“Ironis dan mengkhawatirkan. Keselamatan siswa dipertaruhkan. Keamanan dan keselamatan siswa terancam,” tutur mantan Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) itu."Oleh sebab itu, keterlibatan para ahli di bidangnya sangat diperlukan. Jangan mengejar jumlah saja, tapi kualitas dan keamanan pangan terabaikan dan kedodoran," tambahnya.Sebelumnya, dalam Forum Konsolidasi SPPG se-Kabupaten Bandung pada Minggu (16/11/2025), Cucun menyindir sulitnya BGN merekrut ahli gizi untuk ditempatkan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia bahkan mengusulkan perubahan istilah. “Tidak perlu ahli gizi. Cocok enggak? Nanti saya selesaikan di DPR,” ujar Cucun saat itu.Pernyataan itu kemudian viral, memicu kritik publik, dan membuka kembali diskusi besar tentang kompetensi pejabat publik dalam menangani program pangan berskala nasional. Tulus menegaskan bahwa perbaikan program MBG tidak dapat ditunda lagi, dan harus dimulai dari kesadaran bahwa kualitas dan keamanan pangan adalah hak setiap siswa.Karena pada akhirnya, sebuah program sebesar MBG hanya akan bermartabat bila dibangun di atas keilmuan, bukan celetukan. Dan keselamatan anak bangsa tidak boleh menjadi taruhan dari pernyataan yang lahir tanpa pertimbangan. (her)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah sorotan publik terhadap kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah pernyataan yang dinilai “menggelikan sekaligus memalukan” kembali menggema dari parlemen.

Kritik keras itu disampaikan oleh Pegiat Perlindungan Konsumen sekaligus Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi, yang menilai ucapan Wakil Ketua DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal, telah mencederai kepercayaan publik pada lembaga legislatif.

BacaJuga:

Temui Mahasiswa Demo, DPR Klaim MBG Akan Hemat Rp70 Triliun

DPR Akomodasi Tuntutan Mahasiswa Soal BBM-MBG

El Nino Diprediksi Menguat, Pemerintah Serukan Gerak Cepat Cegah Karhutla

“Walau sudah meminta maaf, pernyataan beliau tetap memalukan. Bahkan menggelikan,” ujar Tulus melalui gawai, Selasa (18/11/2025).

Menurutnya, komentar Cucun soal ketidakperluan ahli gizi dalam program MBG menunjukkan ketidakpekaan terhadap tugas dan tanggung jawab seorang legislator. “Pernyataan itu seakan mengabaikan kapasitasnya sebagai wakil rakyat, apalagi sebagai Wakil Ketua DPR yang sudah tiga periode menjabat,” ujarnya.

Tulus juga menyinggung pernyataan serupa dari Ketua Komisi XI DPR, Muhammad Misbakhun, yang sebelumnya mengatakan tidak ada dokter yang menyatakan kematian akibat rokok. “Sama memalukannya. Absurd,” kata Tulus.

Ia menilai, dua pernyataan itu menggambarkan bagaimana pejabat publik dapat menyampaikan komentar yang jauh dari standar etis dan kompetensi yang seharusnya.

Menurut Tulus, keberadaan ahli gizi bukan hanya penting, tetapi sangat urgen dalam memastikan kualitas program MBG. Kasus keracunan siswa yang kini tercatat mencapai lebih dari 12 ribu anak, katanya, menjadi bukti nyata bahwa program ini rapuh karena tidak melibatkan tenaga yang berkompeten.

“Asosiasi ahli gizi seperti Persagi (Persatuan Ahli Gizi Indonesia) harus dilibatkan. Tanpa mereka, program ini kehilangan fondasi profesionalnya,” tegasnya.

Tulus menilai permintaan maaf Cucun tidak cukup. “Ini bukan sekadar urusan minta maaf lalu selesai. Majelis Kehormatan Dewan (MKD) harus turun tangan. Pernyataan seperti itu merusak martabat institusi,” katanya.

Tulus menegaskan bahwa program MBG sendiri disebut perlu dibenahi total dari hulu hingga hilir. Mulai dari manajemen penyusunan menu, distribusi, hingga proses pengawasan mutu. Tulus mengingatkan, Kepala BGN sebelumnya mengakui bahwa program MBG berkontribusi terhadap 43 persen kasus keracunan pangan di Indonesia.

“Ironis dan mengkhawatirkan. Keselamatan siswa dipertaruhkan. Keamanan dan keselamatan siswa terancam,” tutur mantan Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) itu.

“Oleh sebab itu, keterlibatan para ahli di bidangnya sangat diperlukan. Jangan mengejar jumlah saja, tapi kualitas dan keamanan pangan terabaikan dan kedodoran,” tambahnya.

Sebelumnya, dalam Forum Konsolidasi SPPG se-Kabupaten Bandung pada Minggu (16/11/2025), Cucun menyindir sulitnya BGN merekrut ahli gizi untuk ditempatkan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia bahkan mengusulkan perubahan istilah. “Tidak perlu ahli gizi. Cocok enggak? Nanti saya selesaikan di DPR,” ujar Cucun saat itu.

Pernyataan itu kemudian viral, memicu kritik publik, dan membuka kembali diskusi besar tentang kompetensi pejabat publik dalam menangani program pangan berskala nasional. Tulus menegaskan bahwa perbaikan program MBG tidak dapat ditunda lagi, dan harus dimulai dari kesadaran bahwa kualitas dan keamanan pangan adalah hak setiap siswa.

Karena pada akhirnya, sebuah program sebesar MBG hanya akan bermartabat bila dibangun di atas keilmuan, bukan celetukan. Dan keselamatan anak bangsa tidak boleh menjadi taruhan dari pernyataan yang lahir tanpa pertimbangan. (her)

Tags: Ahli GiziCucun Ahmad SyamsurijalDPRFKBImbgtulus abadi

Berita Terkait.

sufmi
Nasional

Temui Mahasiswa Demo, DPR Klaim MBG Akan Hemat Rp70 Triliun

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:31
dasco
Nasional

DPR Akomodasi Tuntutan Mahasiswa Soal BBM-MBG

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:47
karhutla
Nasional

El Nino Diprediksi Menguat, Pemerintah Serukan Gerak Cepat Cegah Karhutla

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:08
umi
Nasional

Raih Anugerah SMSI 2026, Umi Sjarifah Buktikan Ketangguhan Perempuan Memimpin Media

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:27
demonstrasi
Nasional

Students Begin Gathering Outside House of Representatives Building This Afternoon, Raising Issues from Free Nutritious Meals Program to Fuel Prices

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:48
Bahas Reformasi Sektor Publik, Indonesia dan Australia Sepakat Perkuat Kapasitas SDM Pemerintahan
Nasional

Bahas Reformasi Sektor Publik, Indonesia dan Australia Sepakat Perkuat Kapasitas SDM Pemerintahan

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:22

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7137 shares
    Share 2855 Tweet 1784
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1776 shares
    Share 710 Tweet 444
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Los Blancos Makin Ganas! Rekrut 2 Bintang Tanpa Mahar, Kini Incar Bek Inter

    1012 shares
    Share 405 Tweet 253
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    994 shares
    Share 398 Tweet 249
maroko
Piala Dunia 2026

Maroko Menang 1-0, Steve Clarke Ngamuk Klaim Penalti Skotlandia Dicuekin Wasit

Editor Ali Rachman
Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:41

INDOPOSCO.ID - Kemenangan 1-0 tim nasional (Timnas) Maroko atas Timnas Skotlandia dalam laga kedua Grup C Piala Dunia 2026 di...

SelengkapnyaDetails
Prabowo Subianto

Prabowo Beri Lampu Hijau Program PSSI Menuju FIFA ASEAN dan Kualifikasi Piala Dunia 2030

Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:30
Kejagung Bongkar Peran Glory Harimas Sihombing, Tersangka Baru Korupsi MBG

Alasan Granit Xhaka Ambil Penalti di Injury Time saat Swiss Bekuk Bosnia

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:42
Ismael Kone

Piala Dunia 2026: Kemenangan Kanada Diwarnai Cedera Horor Ismael Kone, Jesse Marsch Prihatin

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:37
Hasil Piala Dunia: Bungkam Korsel 1-0, Meksiko Pastikan Langkah ke 32 Besar

Hasil Piala Dunia: Bungkam Korsel 1-0, Meksiko Pastikan Langkah ke 32 Besar

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:47
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.